SETIANEWS Berita Bola Terkini Situs Setiawd

SETIAWD

Salah Kembali, Liverpool Lumat Marseille 3-0

 

Setianews Liverpool mengambil langkah besar menuju babak 16 besar Liga Champions dengan kemenangan meyakinkan 3-0 di kandang Marseille pada Rabu, 22 Januari 2026, dalam laga yang menandai kembalinya Mohamed Salah ke starting XI. Di Stadion Velodrome yang bergemuruh, The Reds tampil klinis dan dewasa, memanfaatkan momentum pada momen-momen krusial untuk meraih tiga poin yang mengangkat mereka ke empat besar dalam klasemen fase liga berformat 36 tim musim ini. Dalam format baru ini, delapan tim teratas langsung lolos ke babak 16 besar, sementara peringkat 9–24 mesti melalui play-off; skenario yang kini kian menguntungkan Liverpool mengingat tren positif mereka.

Tim asuhan Arne Slot memperpanjang laju tak terkalahkan menjadi 13 pertandingan di semua kompetisi, menegaskan konsistensi performa yang kian matang sejak awal musim. Dominik Szoboszlai membuka skor di penghujung babak pertama lewat eksekusi tendangan bebas yang cerdik, disusul gol bunuh diri kiper Geronimo Rulli dan penyelesaian telat Cody Gakpo untuk mengunci hasil. Bagi Marseille, yang dibesut Roberto De Zerbi, ini menjadi pukulan lain dalam upaya mereka merangkak naik di tabel fase liga; kekalahan ini menahan mereka di posisi ke-19 dan memaksa Les Phocéens memetik hasil maksimal pada partai pamungkas di markas Club Brugge agar tetap menjaga asa ke babak play-off.

Kembalinya Salah menjadi subplot penting malam itu. Ini adalah starter pertamanya untuk Liverpool sejak November, setelah sebelumnya lebih banyak diistirahatkan oleh Slot dan kemudian berperan membawa Mesir menembus semifinal Piala Afrika. Sang bintang Mesir sempat menyita perhatian dengan pernyataannya yang menuding klub telah “menjebaknya” sehingga ia tidak disertakan dalam skuat untuk laga Liga Champions sebelumnya melawan Inter Milan. Di Velodrome, Salah memperlihatkan kilasan ketajamannya, meski belum berbuah gol, dan tetap menjadi bagian vital dari dinamika serangan Liverpool.

Liverpool membuka laga dengan intensitas tinggi dan kompak dalam struktur pressing. Joe Gomez nyaris mengakhiri penantian panjangnya akan gol senior ketika sundulannya dari situasi sepak pojok melayang tipis. Alexis Mac Allister juga menciptakan peluang berbahaya dari sisi kiri serangan sebelum tuan rumah sempat merayakan gol yang kemudian dianulir karena offside terhadap Hugo Ekitike. Marseille sempat bangkit memberi perlawanan: Amine Gouiri memaksa Alisson melakukan penyelamatan menjangkau rendah, sebuah pengingat bahwa tim asuhan De Zerbi masih menyimpan daya tusuk. Di sisi lain, Salah menyambut umpan silang Jeremie Frimpong dengan sentuhan kepala yang melambung tipis di atas jaring, menandai bahwa The Reds kian dekat memecah kebuntuan.

Momen yang mengubah arah pertandingan datang di waktu tambahan babak pertama. Setelah klaim penalti Liverpool akibat dugaan handball Timothy Weah tak digubris, The Reds mendapat tendangan bebas di kawasan berbahaya. Szoboszlai, yang akhir pekan lalu gagal mengeksekusi penalti saat bermain imbang dengan Burnley di Liga Premier, menebusnya dengan kecerdikan: bola diarahkan rendah melewati bawah pagar betis yang melompat dan tak terjangkau Rulli. Gol itu mengubah atmosfer, membuat Liverpool memasuki jeda dengan keunggulan dan kontrol psikologis.

Marseille memulai babak kedua dengan tekad membalas. Alisson kembali berperan krusial, menepis tembakan jarak jauh Mason Greenwood yang mengarah ke pojok bawah. Intensitas tuan rumah memuncak sekitar menit ke-60 saat Ekitike melepaskan tembakan yang membentur mistar, sebuah kesempatan emas yang membuat Velodrome terhenyak. Hanya beberapa detik berselang, Weah menyambar peluang dari serangan balik, namun bidikannya melambung. Ekitike terus menjadi ancaman, tetapi penyelesaiannya tak efektif; satu upaya lainnya kembali melayang tinggi di atas gawang.

Ketika Marseille tampak mulai menemukan ritme, Liverpool justru membungkam perlawanan mereka dengan gol kedua yang lahir dari aksi brilian Jeremie Frimpong. Sang bek sayap melakukan penetrasi melewati tepi garis gawang, menjaga bola tetap hidup, lalu mengirim umpan tarik rendah yang memaksa Rulli salah antisipasi hingga membelokkan bola ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri itu, tercipta kala laga menyisakan 18 menit, meruntuhkan sisa kepercayaan diri tuan rumah dan mempertegas efektivitas transisi Liverpool.

Salah sebenarnya punya kesempatan emas untuk menutup malamnya dengan gol perdana untuk klub dalam tujuh pertandingan, namun penyelesaiannya masih belum menemukan sasaran. Pada akhirnya, kepastian kemenangan datang di pengujung laga melalui Cody Gakpo. Masuk sebagai pemain pengganti, ia memaksimalkan ruang yang tercipta saat Marseille menumpuk pemain ke depan, menyambar peluang di menit terakhir waktu tambahan untuk membuat skor 3-0 dan menyegel malam sempurna bagi The Reds.

Secara keseluruhan, Liverpool menunjukkan keseimbangan antara disiplin bertahan dan tajam dalam momen. Alisson menjadi pilar dengan beberapa penyelamatan kunci, lini belakang kompak mematahkan inisiatif Marseille, sementara lini tengah—dengan Szoboszlai sebagai penggerak—menjaga aliran bola dan tempo laga. Di sisi sayap, kecepatan dan keberanian Frimpong menambah dimensi yang memaksa tuan rumah waspada setiap saat. Slot pun dapat tersenyum melihat kontribusi pemain pengganti seperti Gakpo, yang menegaskan kedalaman skuat sebagai pembeda pada jadwal yang padat.

Dampak hasil ini terasa jelas di tabel. Liverpool naik ke posisi keempat fase liga dan tinggal selangkah lagi mengunci tiket otomatis 16 besar; kemenangan atas Qarabag di Anfield pekan depan akan memastikan tempat mereka di delapan besar klasemen akhir. Marseille, sebaliknya, dituntut bangkit cepat. Dengan posisinya yang tercecer di urutan ke-19, Les Phocéens harus bekerja ekstra keras saat bertandang ke Club Brugge pada matchday terakhir untuk menjaga peluang lolos via jalur play-off.

Di Velodrome, malam yang diawali dengan harapan bagi tuan rumah justru berakhir menjadi panggung ketenangan dan kedewasaan Liverpool. Bagi Slot dan pasukannya, ini bukan sekadar tiga poin, melainkan pernyataan bahwa The Reds siap memanfaatkan format baru Liga Champions dengan keseimbangan kinerja, kedalaman skuat, dan mentalitas kompetitif yang tengah memuncak tepat pada waktunya.

HOT NEWS

TRENDING

Osimhen dan Baris Yilmaz Padamkan Kebangkitan 10 Pemain Juventus, Galatasaray Kunci Tiket…

Malam Milik Sorloth: Hat-trick Sensasional Antar Atletico Lumat Club Brugge 4-1 dan…

Malam Tanpa Gol, Penuh Makna: Leverkusen Amankan Tiket 16 Besar Usai Tahan…

Eze dan Gyökeres Mengoyak Tottenham: Arsenal Kembali Menggertak di Puncak, Derby London…

PSG Rebut Takhta Lagi: Doué-Barcola Menggeliat, Monaco Balikkan Lens dan Buka Jalan…

Scroll to Top