SETIAWD
Pochettino Umumkan 26 Nama Pilihan Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026, Pulisic dan Reyna Masuk, Spekulasi Panjang Pun Berakhir
Setianews – Setelah bertahun-tahun persiapan panjang dan berbulan-bulan spekulasi yang tak kunjung reda, akhirnya kepastian itu datang juga. Pada hari Selasa, di kota New York, manajer Mauricio Pochettino secara resmi mengumumkan daftar 26 pemain yang akan memperkuat Amerika Serikat di Piala Dunia FIFA 2026 — turnamen akbar yang tak hanya menjadi panggung sepak bola dunia, tetapi juga digelar di tanah Amerika Serikat sendiri. Pengumuman itu mengakhiri berbagai tebakan dan perdebatan yang selama ini menggantung di benak para penggemar, analis, dan pelaku sepak bola di seluruh negeri.
Pochettino, pelatih asal Argentina yang ditunjuk untuk memimpin tim nasional Amerika Serikat, meracik skuad yang sarat dengan wajah-wajah familiar — pemain-pemain reguler yang telah lama menjadi andalan dalam berbagai kampanye internasional. Di antara nama-nama yang paling dinantikan kehadirannya, Christian Pulisic kembali mendapat tempat. Gelandang serang yang kini merumput bersama AC Milan itu selama ini memang selalu menjadi jantung permainan Amerika Serikat, dan keputusan Pochettino untuk kembali memasukkannya tidak mengejutkan siapa pun. Namun demikian, kepastian itu tetap disambut lega oleh para pendukung, mengingat betapa besar peran Pulisic dalam setiap laga yang dimainkan timnas.
Begitu pula dengan Gio Reyna. Gelandang serang berbakat itu masuk ke dalam daftar final, sebuah keputusan yang memberikan isyarat kuat bahwa Pochettino menaruh kepercayaan penuh padanya untuk tampil di turnamen bersejarah ini. Di sisi lain, proses seleksi yang berujung pada skuad 26 orang ini juga menyisakan cerita tersendiri — ada nama yang pada akhirnya harus merelakan tempatnya, termasuk di antaranya Luna, yang tidak masuk dalam keputusan final sang pelatih. Proses penyisihan semacam itu selalu menjadi bagian paling berat dari sebuah turnamen besar, di mana satu kursi kerap diperebutkan oleh beberapa pemain dengan kapabilitas yang sama tingginya.
Selain Pulisic dan Reyna, Pochettino juga mempertahankan Tyler Adams — gelandang tangguh yang kini bermain untuk Bournemouth di Liga Primer Inggris — sebagai salah satu pilar penting di lini tengah. Adams dikenal sebagai sosok pekerja keras yang mampu memberikan keseimbangan antara bertahan dan menyerang, menjadikannya pilihan hampir tak tergantikan di skema permainan Amerika Serikat. Di posisi yang sama, Weston McKennie juga kembali masuk. Gelandang Juventus itu membawa serta pengalaman bermain di Serie A Italia, liga yang dikenal dengan intensitas taktis dan fisiknya yang tinggi, sebuah bekal berharga untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di pentas Piala Dunia.
Dua puluh enam nama yang tersusun dalam skuad final itu terbagi ke dalam beberapa lini. Di posisi penjaga gawang, Pochettino memilih tiga nama: Chris Brady, Matt Freese, dan Matt Turner — tiga kiper yang masing-masing membawa karakter berbeda dan menawarkan pilihan berlapis di bawah mistar gawang. Untuk lini belakang, Pochettino menyiapkan barisan bek yang tidak sedikit jumlahnya: Max Arfsten, Sergiño Dest, Alex Freeman, Mark McKenzie, Tim Ream, Chris Richards, Antonee Robinson, Miles Robinson, Joe Scally, dan Auston Trusty. Sepuluh nama di lini pertahanan itu mencerminkan betapa seriusnya Pochettino menjaga soliditas defensif, apalagi di sebuah turnamen yang pergerakannya bisa berubah drastis dari laga ke laga.
Di lini tengah, ada empat nama yang dipercaya untuk mengatur ritme dan tempo permainan, yakni Tyler Adams, Sebastian Berhalter, Weston McKennie, dan Cristian Roldan. Masing-masing membawa karakter dan spesialisasi yang berbeda, menciptakan perpaduan yang diharapkan mampu menjawab berbagai skenario taktis yang mungkin dihadapi di lapangan. Sementara itu, untuk posisi gelandang serang dan sayap — lini yang kerap menjadi sumber kreativitas dan ancaman terbesar — Pochettino memilih enam nama: Brenden Aaronson, Christian Pulisic, Gio Reyna, Malik Tillman, Tim Weah, dan Alejandro Zendejas. Deretan nama itu merupakan perpaduan antara pemain senior yang berpengalaman dan wajah-wajah yang tengah tumbuh menemukan performa terbaik mereka. Di lini depan, tugas mencetak gol diembankan kepada tiga penyerang: Folarin Balogun, Ricardo Pepi, dan Haji Wright.
Sebelum terjun ke panggung turnamen, Amerika Serikat masih akan menjalani dua pertandingan uji coba yang dirancang sebagai pemanasan terakhir sekaligus ajang pemantapan strategi. Laga pertama akan digelar pada 31 Mei di Charlotte, menghadapi Senegal — lawan yang tentu bukan sekadar batu loncatan, mengingat reputasi tim Afrika Barat itu sebagai salah satu kekuatan yang disegani di dunia. Kemudian, pada 6 Juni, Amerika Serikat akan bertandang ke Chicago untuk menghadapi Jerman — ujian yang lebih berat lagi, dan sekaligus menjadi simulasi nyata sebelum peluit pertama Piala Dunia berbunyi.
Adapun Amerika Serikat tergabung dalam Grup D di Piala Dunia 2026. Perjalanan mereka di fase grup akan dimulai pada 12 Juni di Inglewood, California, ketika mereka berhadapan dengan Paraguay dalam laga pembuka yang dipastikan akan disaksikan ribuan pasang mata di kandang sendiri. Setelah itu, pada 19 Juni, Amerika Serikat akan melawat ke Seattle untuk menantang Australia dalam laga yang tak kalah pentingnya bagi peluang lolos ke babak gugur. Laga terakhir fase grup dijadwalkan berlangsung pada 25 Juni, kembali di Inglewood, California, ketika Amerika Serikat akan menghadapi Turki dalam pertarungan yang bisa jadi menentukan nasib mereka di turnamen ini.
Bagi Amerika Serikat, tampil sebagai tuan rumah sekaligus peserta Piala Dunia adalah sebuah beban sekaligus berkah yang datang bersamaan. Tekanan untuk memberikan penampilan terbaik di hadapan publik sendiri tentu terasa jauh lebih besar dibandingkan turnamen mana pun sebelumnya. Dengan skuad yang telah dirancang dengan penuh pertimbangan oleh Pochettino, dan dengan sejumlah pemain terbaik mereka yang membawa pengalaman dari liga-liga top Eropa, harapan itu bukan sesuatu yang datang tanpa dasar. Pengumuman 26 nama di New York pada hari Selasa itu bukan sekadar formalitas administratif — ia adalah deklarasi bahwa Amerika Serikat telah siap, dan perjalanan menuju Piala Dunia 2026 kini benar-benar telah dimulai.
-
26 Oct 2026Kabar Buruk Hantam Real Madrid Jelang El Clasico! Courtois Tumbang karena Flu, Lunin Siap Hadapi Barcelona
-
26 Oct 2026Manchester United Dipermalukan Bournemouth 0-3 di Old Trafford, Kursi Michael Carrick Makin Panas!
-
23 Oct 2026Aston Villa Menggila di Liga Champions! Viking Dibungkam 3-1, Unai Emery Selangkah Lebih Dekat ke 16 Besar
-
23 Oct 2026Wayne Rooney Murka! Sebut Pemain Manchester United Egois Usai Bruno Fernandes Kritik Staf Pelatih
-
21 Oct 2026Liverpool Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol, Hajar Villarreal 4-3 dalam Drama Tujuh Gol di Anfield
-
21 Oct 2026Manchester City Libas AEK Athens 5-1 dan Bangkit di Liga Champions
-
19 Oct 2026Manchester United Gagal Bangkit! Leeds Comeback
-
18 Oct 2026Messi Menggila! Cetak Dua Gol dalam Empat Menit, Inter Miami Tundukkan Atlanta United 3-1
-
18 Oct 2026Pedro Neto Bersinar dengan Brace, Chelsea Taklukkan Everton 2-0 di Tengah Insiden Cedera Kepala Martinez
-
17 Oct 2026Aksi Antisemit Suporter Hajduk Split Picu Kecaman, 12 Orang Ditangkap Usai Laga Kontra Ajax
HOT NEWS
TRENDING
SETIAWD Manchester United Dipermalukan Bournemouth 0-3 di Old Trafford, Kursi Michael Carrick Makin Panas! Setianews – Manchester United kembali menelan…
SETIAWD Manchester City Libas AEK Athens 5-1 dan Bangkit di Liga Champions Setianews – Manchester City menunjukkan mentalitas kuat dengan…
SETIAWD Manchester United Gagal Bangkit! Leeds Comeback Setianews – Manchester United kembali gagal menunjukkan kebangkitan yang diharapkan setelah ditahan…
SETIAWD Andy Burnham Siap Buka-bukaan soal Hubungannya dengan Manchester City Setianews – Andy Burnham berjanji akan mengungkap secara terbuka…
SETIAWD Arsenal Tunjukkan Mental Juara! Tekuk Leeds 2-1, The Gunners Tempel Ketat Manchester City di Puncak Liga Premier Setianews –…
-
Dua Gol Sesko Tak Selamatkan United: Era Pascapemecatan Amorim Dimulai dengan Hasil Imbang Pahit di Markas Burnley
-
Fulham Tundukkan Chelsea 10 Pemain di Craven Cottage: Era Rosenior Dimulai dengan Pahit dari Tribun Penonton
-
Chevalier Bersinar, PSG Tumbangkan Marseille untuk Angkat Trofi Champions Prancis
-
Diallo Menyala, Gajah Perkasa: Pantai Gading Libas Burkina Faso 3-0 dan Tantang Mesir di Perempat Final
-
Torino Tikam Roma di Menit 90, Giallorossi Tersingkir 2-3 dari Coppa Italia
-
Ikone Membungkam Parc des Princes: Paris FC Singkirkan PSG, Derby Paris Hadirkan Kejutan Besar di Coupe de France
-
Maroko Libas Nigeria Lewat Drama Adu Penalti untuk Tembus Final Piala Afrika
-
Kane Pimpin Kebangkitan: Bayern Lumat Leipzig 5-1, Rekor Menggunung dan Jarak 11 Poin Terjaga
-
Kembali ke Oranje: Van Nistelrooy Siap Asah Tajam Belanda Menuju Piala Dunia 2026
-
City Dekati Marc Guehi: Kesepakatan Prinsip Disepakati di Tengah Krisis Pertahanan
-
Ulangan Final yang Membara: Chelsea Menjamu Manchester United di Babak Kelima Piala FA Wanita
-
Tiga Menit Ajaib Kane, Bayern 10 Pemain Melaju ke 16 Besar Liga Champions
-
Finalissima 2026 di Lusail: Tiket Spanyol vs Argentina Mulai Dijual 25 Februari, Qatar Gelar Pesta Sepak Bola Sepekan
-
Carrick Tetap Membumi: Euforia Derby Diredam, United Menatap Ujian Berat di Markas Arsenal
-
Delapan Sempurna: Arsenal Sapu Bersih Fase Liga Champions, Kunci Puncak Klasemen Usai Tundukkan Kairat 3-2
-
Salah Kembali, Liverpool Lumat Marseille 3-0
-
City Bangkit di Etihad: Marmoush–Semenyo Antar Kemenangan, Tekanan ke Arsenal Meningkat
-
Drama di Emirates: Roket Cunha Guncang Arsenal, Perebutan Gelar Kian Memanas
-
Trubin Menanduk Mimpi Madrid: Benfica Libas 4-2, Arbeloa Didorong ke Jalur Play-off Liga Champions
-
Blatter Dukung Seruan Fans Hindari Piala Dunia di AS, Isu Keamanan Memanas