SETIAWD
Slaven Bilic Pulang ke Kursi Pelatih Kroasia Saat Era Baru Dimulai Seusai Kegagalan di Piala Dunia
Setianews – Slaven Bilic resmi kembali menangani tim nasional Kroasia setelah Federasi Sepak Bola Kroasia pada Senin mengumumkan penunjukan mantan bek internasional tersebut sebagai pelatih kepala yang baru. Bilic datang untuk menggantikan Zlatko Dalic, yang memutuskan mundur dari jabatannya setelah perjalanan Kroasia di Piala Dunia berakhir lebih cepat dari harapan.
Pengumuman ini menandai kembalinya salah satu figur yang tidak asing bagi publik sepak bola Kroasia. Bilic sebelumnya pernah memimpin tim nasional pada periode 2006 hingga 2012, sebuah masa yang membuat namanya lekat dengan identitas modern sepak bola Kroasia. Kini, di usia 57 tahun, ia kembali dipercaya untuk memulai babak baru ketika tim sedang berusaha bangkit dari kekecewaan besar di panggung dunia.
Dalic meninggalkan posisinya sepekan lalu, menutup sebuah masa kepelatihan yang dalam banyak hal akan tetap dikenang sebagai salah satu periode paling berkesan dalam sejarah sepak bola Kroasia. Di bawah arahannya, Kroasia sempat melaju hingga final Piala Dunia 2018 di Rusia sebelum akhirnya harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari Prancis. Ia juga membawa negaranya menembus semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar serta mencapai babak 16 besar Euro 2020, capaian yang menegaskan konsistensi Kroasia sebagai salah satu kekuatan yang disegani di Eropa.
Namun, akhir kiprah Dalic bersama Kroasia datang setelah hasil yang mengecewakan di Piala Dunia tahun ini. Tim yang diperkuat Luka Modric gagal melangkah ke babak 16 besar setelah menelan kekalahan 2-1 dari Portugal, tim yang diperkuat Cristiano Ronaldo. Hasil itu menjadi pukulan bagi Kroasia, yang dalam beberapa turnamen besar sebelumnya terbiasa tampil kompetitif dan mampu menembus fase-fase akhir. Tersingkir lebih awal membuat evaluasi besar tak terhindarkan, dan pada akhirnya berujung pada keputusan Dalic untuk mengakhiri masa tugasnya.
Federasi Sepak Bola Kroasia, atau HNS, menyebut Bilic diangkat secara bulat sebagai pelatih kepala. Dukungan penuh tersebut menunjukkan keyakinan federasi bahwa sosok Bilic dinilai tepat untuk memimpin masa transisi sekaligus menjaga daya saing tim nasional. Di tengah situasi yang menuntut respons cepat setelah kegagalan di Piala Dunia, HNS tampaknya memilih sosok yang sudah memahami karakter sepak bola Kroasia, tekanan pekerjaan, serta ekspektasi tinggi dari publik.
Bilic bukan nama baru dalam percakapan mengenai regenerasi dan identitas permainan Kroasia. Saat pertama kali melatih tim nasional, ia sempat membukukan catatan yang lebih baik secara statistik dibandingkan Dalic dalam hal persentase kemenangan. Dalam 65 pertandingan pada periode kepelatihan sebelumnya, Bilic meraih 42 kemenangan, 15 hasil imbang, dan hanya delapan kekalahan. Angka itu menggambarkan tingkat konsistensi yang solid, sekaligus menjadi salah satu alasan mengapa kembalinya ia ke kursi pelatih disambut dengan perhatian besar.
Meski demikian, pencapaian terbaik Bilic bersama Kroasia kala itu berhenti di perempat final Kejuaraan Eropa 2008. Pada turnamen tersebut, Kroasia tampil menjanjikan sebelum akhirnya tersingkir lewat adu penalti melawan Turki dalam laga yang masih membekas bagi banyak pendukung mereka. Turnamen itu sering disebut sebagai salah satu momen ketika Kroasia menunjukkan perpaduan kualitas teknis, mental bertanding, dan keberanian untuk menantang tim-tim besar Eropa, meski pada akhirnya gagal melangkah lebih jauh.
Di luar kiprahnya di level tim nasional, Bilic juga membangun pengalaman panjang di berbagai klub, termasuk di Inggris. Ia pernah menangani West Ham United, West Bromwich Albion, dan Watford, memperkaya portofolionya sebagai pelatih yang terbiasa bekerja dalam lingkungan kompetitif dan penuh tekanan. Pengalaman lintas negara itu memberi warna tambahan dalam perjalanan kariernya, sekaligus membentuk citra Bilic sebagai pelatih yang bukan hanya berakar kuat pada sepak bola Kroasia, tetapi juga memiliki sudut pandang internasional.
Sebagai pemain, Bilic juga memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan tim nasional. Mantan bek yang mencatatkan 44 penampilan untuk Kroasia itu menghabiskan sebagian besar karier klubnya bersama Hajduk Split, sebelum sempat bermain di Inggris bersama West Ham dan Everton pada pertengahan 1990-an. Latar belakang tersebut membuat Bilic kerap dipandang sebagai figur yang memahami denyut sepak bola Kroasia dari dalam, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih.
Sebelum menerima tugas barunya ini, pekerjaan terakhir Bilic adalah melatih Al-Fateh di Arab Saudi pada musim 2023-2024. Kini, ia kembali ke panggung yang paling dekat dengan identitas sepak bolanya sendiri. Tantangan yang menantinya jelas tidak ringan. Kroasia sedang berada di persimpangan antara mempertahankan generasi yang telah memberi banyak keberhasilan dan menyiapkan fondasi baru untuk masa depan. Nama-nama berpengalaman seperti Luka Modric masih menjadi simbol kekuatan tim, tetapi kebutuhan akan pembaruan juga semakin terasa setelah hasil mengecewakan di turnamen terbaru.
Penunjukan Bilic pada akhirnya bukan sekadar pergantian pelatih. Keputusan ini juga membawa harapan akan munculnya energi baru setelah akhir pahit di Piala Dunia. Federasi dan publik tentu berharap Bilic dapat menghidupkan kembali kepercayaan diri tim, merapikan arah permainan, dan mengembalikan Kroasia ke jalur yang selama beberapa tahun terakhir membuat mereka disegani di level tertinggi.
Dengan pengalaman lama bersama tim nasional, rekam jejak yang kuat, serta pemahaman mendalam terhadap budaya sepak bola Kroasia, Bilic datang bukan sebagai sosok asing yang harus memulai semuanya dari nol. Ia datang sebagai figur lama yang kembali diminta memegang kemudi pada saat negara membutuhkan stabilitas, ketegasan, dan keyakinan baru. Setelah era Zlatko Dalic yang penuh pencapaian resmi berakhir, Kroasia kini membuka lembar berikutnya bersama Slaven Bilic, berharap kisah lama itu dapat hidup kembali dalam bentuk yang lebih segar dan lebih siap menghadapi tantangan baru.
-
25 Jul 2026Medali Emas untuk Ibu: Momen Haru Nico Williams yang Menyentuh Tribun dan Menggema di Spanyol
-
21 Jul 2026Madrid Bersiap Menyambut La Roja, Juara Dunia yang Kembali Membawa Kebanggaan
-
21 Jul 2026Kevin Keegan Tutup Usia, Dunia Sepak Bola Kehilangan Legenda Besar Liverpool dan Inggris
-
21 Jul 2026Saka Hattrick, Mbappe Pecahkan Rekor, Inggris Tundukkan Prancis 6-4 dalam Laga Perebutan Tempat Ketiga yang Liar
-
17 Jul 2026Youri Tielemans Selangkah Lagi ke Manchester United, Transfer Rp1,17 Triliun Jadi Sorotan
-
14 Jul 2026Slaven Bilic Pulang ke Kursi Pelatih Kroasia Saat Era Baru Dimulai Seusai Kegagalan di Piala Dunia
-
14 Jul 2026Prancis Kenang Tragedi Nice dengan Mengheningkan Cipta Sebelum Duel Semifinal Kontra Spanyol
-
12 Jul 2026Saat Para Dewa Menjadi Manusia dan Messi Menolak Tunduk pada Waktu
-
12 Jul 2026Prancis vs Maroko: Ulangan Emosional Menuju Semifinal Piala Dunia 2026
-
12 Jul 2026Jordan Henderson Jalani Operasi Usai Cedera Tak Terduga, Inggris Kehilangan Sosok Penting Jelang Duel Kontra Norwegia
HOT NEWS
TRENDING
SETIAWD Kevin Keegan Tutup Usia, Dunia Sepak Bola Kehilangan Legenda Besar Liverpool dan Inggris Setianews – Dunia sepak bola…
SETIAWD Youri Tielemans Selangkah Lagi ke Manchester United, Transfer Rp1,17 Triliun Jadi Sorotan Setianews – Manchester United dikabarkan semakin…
SETIAWD Fulham Resmi Tunjuk Alvaro Arbeloa, Era Baru Dimulai di Craven Cottage Setianews – Fulham resmi menunjuk Alvaro Arbeloa…
SETIAWD Forest Resmi Tunjuk Oliver Glasner, Membuka Lembaran Baru dengan Ambisi Besar Setianews – Nottingham Forest resmi menunjuk mantan…
SETIAWD West Ham Terjun ke Championship, Spurs Lolos dari Jurang Degradasi Setianews – West Ham United resmi terdegradasi dari Liga…
-
Chevalier Bersinar, PSG Tumbangkan Marseille untuk Angkat Trofi Champions Prancis
-
Fulham Tundukkan Chelsea 10 Pemain di Craven Cottage: Era Rosenior Dimulai dengan Pahit dari Tribun Penonton
-
Dua Gol Sesko Tak Selamatkan United: Era Pascapemecatan Amorim Dimulai dengan Hasil Imbang Pahit di Markas Burnley
-
Diallo Menyala, Gajah Perkasa: Pantai Gading Libas Burkina Faso 3-0 dan Tantang Mesir di Perempat Final
-
Torino Tikam Roma di Menit 90, Giallorossi Tersingkir 2-3 dari Coppa Italia
-
Ikone Membungkam Parc des Princes: Paris FC Singkirkan PSG, Derby Paris Hadirkan Kejutan Besar di Coupe de France
-
Maroko Libas Nigeria Lewat Drama Adu Penalti untuk Tembus Final Piala Afrika
-
City Dekati Marc Guehi: Kesepakatan Prinsip Disepakati di Tengah Krisis Pertahanan
-
Kane Pimpin Kebangkitan: Bayern Lumat Leipzig 5-1, Rekor Menggunung dan Jarak 11 Poin Terjaga
-
Kembali ke Oranje: Van Nistelrooy Siap Asah Tajam Belanda Menuju Piala Dunia 2026
-
Ulangan Final yang Membara: Chelsea Menjamu Manchester United di Babak Kelima Piala FA Wanita
-
Finalissima 2026 di Lusail: Tiket Spanyol vs Argentina Mulai Dijual 25 Februari, Qatar Gelar Pesta Sepak Bola Sepekan
-
Salah Kembali, Liverpool Lumat Marseille 3-0
-
Tiga Menit Ajaib Kane, Bayern 10 Pemain Melaju ke 16 Besar Liga Champions
-
Drama di Emirates: Roket Cunha Guncang Arsenal, Perebutan Gelar Kian Memanas
-
Carrick Tetap Membumi: Euforia Derby Diredam, United Menatap Ujian Berat di Markas Arsenal
-
City Bangkit di Etihad: Marmoush–Semenyo Antar Kemenangan, Tekanan ke Arsenal Meningkat
-
Delapan Sempurna: Arsenal Sapu Bersih Fase Liga Champions, Kunci Puncak Klasemen Usai Tundukkan Kairat 3-2
-
Blatter Dukung Seruan Fans Hindari Piala Dunia di AS, Isu Keamanan Memanas
-
Trubin Menanduk Mimpi Madrid: Benfica Libas 4-2, Arbeloa Didorong ke Jalur Play-off Liga Champions