SETIAWD
Trubin Menanduk Mimpi Madrid: Benfica Libas 4-2, Arbeloa Didorong ke Jalur Play-off Liga Champions
Setianews – Malam di Estadio da Luz berubah menjadi panggung drama Eropa ketika sundulan menit ke-98 dari kiper Anatoliy Trubin memastikan Benfica menaklukkan Real Madrid 4-2 dan meraih tiket kelolosan berdasarkan selisih gol. Bagi Madrid, ini menjadi kekalahan ketiga musim ini yang, diperparah oleh kemenangan Barcelona, Chelsea, Sporting Lisbon, dan Manchester City di tempat lain, menggagalkan laju mereka menembus delapan besar fase liga dan memaksa mereka turun ke play-off sistem gugur dua leg.
Pelatih baru Madrid, Alvaro Arbeloa, tak menutup mata terhadap realitas pahit tersebut. “Kami tahu dari mana kami berasal, apa yang akan kami hadapi, betapa sulitnya, dan jelas itu mengalahkan kami,” ujarnya kepada Movistar. “Saya rasa kami masih jauh dari level yang seharusnya kami tunjukkan. Saya sudah mengatakannya beberapa hari terakhir ini: kami masih perlu banyak meningkatkan diri.” Di malam ketika Kylian Mbappe mencetak dwigol dan mengangkat asa sejenak, celah di lini belakang dan problem disiplin justru kian telanjang, meninggalkan Madrid dengan pekerjaan rumah besar jelang undian play-off.
Di seberang, Jose Mourinho mendapatkan kemenangan yang terasa personal. Melatih Madrid antara 2010 hingga 2013, arsitek asal Portugal itu akhirnya memetik kemenangan pertama atas mantan klubnya pada percobaan kedua sejak berpisah. “Saya rasa itu pantas, benar-benar pantas… bagi Benfica ini adalah prestise yang luar biasa untuk mengalahkan Real Madrid,” kata Mourinho. Ia pun menatap undian hari Jumat dengan nada antusias: apakah Benfica akan berjumpa kembali dengan Madrid atau menghadapi Inter Milan peringkat ke-10, klub yang bersamanya menjuarai Eropa pada 2010. “Saya tidak bisa mengatakan saya lebih menyukai yang satu atau yang lain karena saya sangat suka pergi ke Madrid dan saya belum pernah ke sana, saya juga sangat suka pergi ke Milan dan saya juga belum pernah ke sana,” ujarnya, sebelum menambahkan dengan realistis, “Madrid dan Inter adalah tim yang bisa memenangkan Liga Champions, dan kami adalah tim yang paling banter hanya bisa melakukan sesuatu yang luar biasa.”
Benfica memulai pertandingan dengan tempo tinggi dan keberanian menyerang. Mereka sempat mengira mendapat penalti pada menit ke-15 ketika tekel Jude Bellingham dari belakang terhadap Gianluca Prestianni membuat wasit menunjuk titik putih, namun keputusan itu dibatalkan setelah peninjauan ulang. Tekanan berlanjut lewat lesakan melengkung Prestianni dari sisi kiri kotak penalti yang memaksa Thibaut Courtois, dengan seluruh rentang tubuhnya, menepis bola ke mistar. Madrid merespons dengan kualitas individu: memasuki menit ke-30, Mbappe membuka skor lewat sundulan klinis di tiang jauh, menambah koleksi golnya di Liga Champions musim ini menjadi 12.
Keunggulan itu tak bertahan lama. Enam menit setelah gol pembuka, kepercayaan diri Madrid berbalik menjadi kelengahan. Serangan balik Benfica menemui hanya satu pemain Madrid, Raul Asencio, di separuh lapangan sendiri; sialnya, ia terpeleset, memberi ruang bagi Vangelis Pavlidis untuk mengirim umpan silang yang disundul masuk Andreas Schjelderup. Momentum bergeser. Dari situasi sepak pojok, Aurelien Tchouameni kedapatan menarik baju Nicolas Otamendi, dan Pavlidis mengeksekusi penalti dengan tenang di masa tambahan babak pertama, membuat tuan rumah memimpin sesuai performa mereka.
Selepas jeda, Benfica tetap agresif. Menit ke-54, transisi cepat kembali merobek Madrid: Schjelderup, yang menemukan ruang di tepi kotak, melewati Asencio dan menyelesaikan dengan sentuhan klinis untuk memperlebar jarak. Arbeloa merespons dengan memasukkan Rodrygo Goes menggantikan Franco Mastantuono. Perubahan itu langsung memberi efek: kolaborasi Rodrygo di sisi sayap dengan Arda Guler membuka ruang bagi Mbappe yang tak terkawal, dan penyerang Prancis itu menuntaskan peluang dari sekitar 15 yard pada menit ke-58, menyalakan lagi harapan Madrid.
Dari sana, pertandingan berubah menjadi teater ketegangan. Dengan hasil di tempat lain di Eropa yang bergerak dinamis, posisi Benfica di jalur play-off naik-turun setiap menitnya. Mereka sempat berada di peringkat ke-25 dan sejajar sembilan poin dengan Marseille, namun kalah produktivitas gol. Madrid justru menambah beban sendiri: dua kartu merah di menit-menit akhir untuk Asencio dan Rodrygo membuat mereka harus menyelesaikan laga dengan sembilan pemain, mengundang badai di area pertahanan sendiri. Waktu terasa membeku ketika sebuah tendangan bebas di masa tambahan menjadi kesempatan terakhir Benfica. Trubin, penjaga gawang bertubuh jangkung itu, maju ikut menyerang, melompat paling tinggi, dan menanduk bola dengan kuasa yang menggetarkan jala pada menit ke-98. Estadio da Luz pun meledak: gol tak biasa dari seorang kiper yang menyelamatkan musim. “Kami beruntung mendapatkan tendangan bebas di mana Trubin, dengan tinggi dua meter, melompat dan mencetak gol fantastis, gol bersejarah, gol yang hampir membuat seluruh stadion bergemuruh — dan saya pikir itu sangat pantas untuk kami,” ucap Mourinho, merangkum euforia malam tersebut.
Bagi Madrid, skor akhir 4-2 menyisakan luka dan pelajaran. Dwigol Mbappe tak cukup menutupi rapuhnya struktur saat transisi negatif dan keputusan-keputusan yang berujung hukuman. Arbeloa kini berhadapan dengan kenyataan bahwa jalur menuju fase gugur akan ditempuh via play-off dua leg — lintasan yang menuntut perbaikan cepat, ketenangan, serta konsistensi yang belum stabil. Untuk Benfica, kemenangan ini menjadi suntikan keyakinan: bukan hanya karena menundukkan raksasa Eropa, namun cara mereka melakukannya — dengan determinasi, kedisiplinan, dan klimaks gol kiper yang akan dituturkan ulang dari tribuna ke tribuna.
Semua mata kini mengarah ke undian hari Jumat. Apakah Benfica akan kembali bersua Madrid dalam babak berikutnya, atau justru ditantang Inter Milan yang sama-sama berstatus kandidat juara? Apa pun hasilnya, bagi Mourinho ini adalah undangan menuju panggung-panggung yang ia rindukan, dan bagi Arbeloa, alarm agar Madrid naik level secepat mungkin. Yang pasti, malam di Lisbon ini telah menempatkan Trubin dan Benfica dalam catatan khusus Liga Champions — dan memaksa Madrid merajut ulang ambisi mereka melalui jalan yang lebih terjal.
-
25 Jul 2026Medali Emas untuk Ibu: Momen Haru Nico Williams yang Menyentuh Tribun dan Menggema di Spanyol
-
21 Jul 2026Madrid Bersiap Menyambut La Roja, Juara Dunia yang Kembali Membawa Kebanggaan
-
21 Jul 2026Kevin Keegan Tutup Usia, Dunia Sepak Bola Kehilangan Legenda Besar Liverpool dan Inggris
-
21 Jul 2026Saka Hattrick, Mbappe Pecahkan Rekor, Inggris Tundukkan Prancis 6-4 dalam Laga Perebutan Tempat Ketiga yang Liar
-
17 Jul 2026Youri Tielemans Selangkah Lagi ke Manchester United, Transfer Rp1,17 Triliun Jadi Sorotan
-
14 Jul 2026Slaven Bilic Pulang ke Kursi Pelatih Kroasia Saat Era Baru Dimulai Seusai Kegagalan di Piala Dunia
-
14 Jul 2026Prancis Kenang Tragedi Nice dengan Mengheningkan Cipta Sebelum Duel Semifinal Kontra Spanyol
-
12 Jul 2026Saat Para Dewa Menjadi Manusia dan Messi Menolak Tunduk pada Waktu
-
12 Jul 2026Prancis vs Maroko: Ulangan Emosional Menuju Semifinal Piala Dunia 2026
-
12 Jul 2026Jordan Henderson Jalani Operasi Usai Cedera Tak Terduga, Inggris Kehilangan Sosok Penting Jelang Duel Kontra Norwegia
HOT NEWS
TRENDING
SETIAWD Kevin Keegan Tutup Usia, Dunia Sepak Bola Kehilangan Legenda Besar Liverpool dan Inggris Setianews – Dunia sepak bola…
SETIAWD Youri Tielemans Selangkah Lagi ke Manchester United, Transfer Rp1,17 Triliun Jadi Sorotan Setianews – Manchester United dikabarkan semakin…
SETIAWD Fulham Resmi Tunjuk Alvaro Arbeloa, Era Baru Dimulai di Craven Cottage Setianews – Fulham resmi menunjuk Alvaro Arbeloa…
SETIAWD Forest Resmi Tunjuk Oliver Glasner, Membuka Lembaran Baru dengan Ambisi Besar Setianews – Nottingham Forest resmi menunjuk mantan…
SETIAWD West Ham Terjun ke Championship, Spurs Lolos dari Jurang Degradasi Setianews – West Ham United resmi terdegradasi dari Liga…
-
Chevalier Bersinar, PSG Tumbangkan Marseille untuk Angkat Trofi Champions Prancis
-
Fulham Tundukkan Chelsea 10 Pemain di Craven Cottage: Era Rosenior Dimulai dengan Pahit dari Tribun Penonton
-
Dua Gol Sesko Tak Selamatkan United: Era Pascapemecatan Amorim Dimulai dengan Hasil Imbang Pahit di Markas Burnley
-
Diallo Menyala, Gajah Perkasa: Pantai Gading Libas Burkina Faso 3-0 dan Tantang Mesir di Perempat Final
-
Torino Tikam Roma di Menit 90, Giallorossi Tersingkir 2-3 dari Coppa Italia
-
Ikone Membungkam Parc des Princes: Paris FC Singkirkan PSG, Derby Paris Hadirkan Kejutan Besar di Coupe de France
-
Maroko Libas Nigeria Lewat Drama Adu Penalti untuk Tembus Final Piala Afrika
-
City Dekati Marc Guehi: Kesepakatan Prinsip Disepakati di Tengah Krisis Pertahanan
-
Kane Pimpin Kebangkitan: Bayern Lumat Leipzig 5-1, Rekor Menggunung dan Jarak 11 Poin Terjaga
-
Kembali ke Oranje: Van Nistelrooy Siap Asah Tajam Belanda Menuju Piala Dunia 2026
-
Ulangan Final yang Membara: Chelsea Menjamu Manchester United di Babak Kelima Piala FA Wanita
-
Finalissima 2026 di Lusail: Tiket Spanyol vs Argentina Mulai Dijual 25 Februari, Qatar Gelar Pesta Sepak Bola Sepekan
-
Salah Kembali, Liverpool Lumat Marseille 3-0
-
Tiga Menit Ajaib Kane, Bayern 10 Pemain Melaju ke 16 Besar Liga Champions
-
Drama di Emirates: Roket Cunha Guncang Arsenal, Perebutan Gelar Kian Memanas
-
Carrick Tetap Membumi: Euforia Derby Diredam, United Menatap Ujian Berat di Markas Arsenal
-
City Bangkit di Etihad: Marmoush–Semenyo Antar Kemenangan, Tekanan ke Arsenal Meningkat
-
Delapan Sempurna: Arsenal Sapu Bersih Fase Liga Champions, Kunci Puncak Klasemen Usai Tundukkan Kairat 3-2
-
Blatter Dukung Seruan Fans Hindari Piala Dunia di AS, Isu Keamanan Memanas
-
Trubin Menanduk Mimpi Madrid: Benfica Libas 4-2, Arbeloa Didorong ke Jalur Play-off Liga Champions