SETIANEWS Berita Bola Terkini Situs Setiawd

SETIAWD

Forest Resmi Tunjuk Oliver Glasner, Membuka Lembaran Baru dengan Ambisi Besar

 

Setianews Nottingham Forest resmi menunjuk mantan bos Crystal Palace, Oliver Glasner, sebagai manajer baru mereka pada Senin, dalam keputusan yang menandai babak lain dari perjalanan klub yang penuh perubahan di kursi pelatih sepanjang setahun terakhir. Penunjukan ini datang setelah Forest berpisah secara mengejutkan dengan Vitor Pereira pekan lalu, sekaligus menempatkan Glasner sebagai manajer kelima klub dalam periode 12 bulan terakhir setelah Nuno Espirito Santo, Ange Postecoglou, Sean Dyche, dan Pereira.

Kehadiran Glasner memberi Forest sosok pelatih dengan rekam jejak yang mencolok dalam beberapa musim terakhir. Pelatih asal Austria berusia 51 tahun itu meninggalkan Crystal Palace pada akhir musim lalu setelah membawa klub tersebut menikmati salah satu fase paling bersejarah dalam perjalanan mereka. Di bawah arahannya, Palace meraih kejayaan di UEFA Conference League, sebuah pencapaian yang semakin menegaskan reputasinya sebagai pelatih yang mampu mengangkat level tim dalam persaingan ketat.

Bukan hanya itu, Glasner juga tercatat sebagai sosok yang membimbing Palace meraih trofi besar pertama dalam sejarah klub ketika mereka menaklukkan Manchester City di final Piala FA 2025. Kesuksesan tersebut membuat namanya terus diperbincangkan di berbagai level sepak bola Eropa, terutama karena ia kembali menunjukkan kemampuannya membentuk tim yang kompetitif dan efektif menghadapi lawan-lawan kuat.

Kini, tantangan baru menantinya di City Ground. Forest menutup musim lalu di peringkat ke-16 Liga Primer, satu tingkat dan satu poin di bawah Palace. Posisi itu menjadi gambaran jelas bahwa klub masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk dilakukan jika ingin bergerak lebih stabil dan lebih kompetitif pada musim-musim mendatang. Di tengah kebutuhan untuk membangun arah jangka panjang, Forest melihat Glasner sebagai figur yang tepat untuk memimpin proyek tersebut.

Dalam pernyataan pertamanya setelah diumumkan sebagai pelatih kepala Nottingham Forest, Glasner menegaskan antusiasmenya untuk memulai pekerjaan baru ini. “Saya senang bergabung dengan Nottingham Forest sebagai pelatih kepala,” kata Glasner.

Ia kemudian menjelaskan bahwa keyakinannya untuk menerima tawaran Forest lahir dari kesan kuat yang ia dapatkan sejak awal pembicaraan dengan pihak klub. “Sejak percakapan pertama saya dengan pemilik dan tim kepemimpinan, jelas bagi saya bahwa mereka memiliki visi yang jelas untuk klub sepak bola ini dan kepercayaan penuh kepada saya dan staf saya untuk membangun masa depan yang kuat bersama dalam jangka panjang.

Nottingham Forest adalah klub dengan prestise dan sejarah yang luar biasa, juara Eropa dua kali dengan salah satu basis penggemar paling bersemangat di dunia sepak bola.

Tujuan kami adalah membangun tim yang dapat membantu membawa klub ke level berikutnya di tahun-tahun mendatang dan yang dapat dibanggakan oleh para pendukung kami.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penunjukan Glasner bukan sekadar langkah jangka pendek untuk merespons pergantian pelatih yang cepat, melainkan upaya Forest untuk menemukan sosok yang dinilai mampu memberi fondasi lebih kokoh bagi masa depan klub. Dalam konteks itu, pengalaman Glasner menjadi nilai penting. Sebelum menangani Palace pada 2024, ia juga pernah mengantar Eintracht Frankfurt menjuarai Liga Europa musim 2021-22, sebuah prestasi yang semakin memperkuat reputasinya di level Eropa.

Nama Glasner sendiri sebenarnya telah lama berada dalam radar sejumlah klub dan posisi besar. Ia sebelumnya sempat dikaitkan dengan AC Milan, meski peran tersebut kemudian diisi oleh mantan bos Manchester United, Ruben Amorim. Belakangan, ia juga disebut-sebut dalam kaitannya dengan kursi pelatih kepala tim nasional Jerman yang lowong setelah Julian Nagelsmann mengundurkan diri menyusul tersingkirnya Jerman dari Piala Dunia. Di tengah berbagai spekulasi itu, Forest bergerak cepat dan berhasil mengamankan jasa sang pelatih.

Dari sudut pandang klub, kedatangan Glasner dipandang selaras dengan ambisi yang ingin mereka dorong dalam beberapa tahun ke depan. Pemilik Nottingham Forest, Evangelos Marinakis, menegaskan bahwa kesamaan visi menjadi faktor utama dalam proses pembicaraan dengan pelatih asal Austria tersebut.

“Dalam diskusi kami dengan Oliver, jelas bahwa kami memiliki visi yang sama, ambisi yang sama, dan keinginan yang sama untuk sukses,” kata Marinakis.

Ia juga menekankan keyakinannya terhadap kapasitas Glasner berdasarkan perjalanan karier yang telah dijalani sejauh ini. “Dia secara konsisten menunjukkan sepanjang kariernya bahwa dia dapat membangun tim yang luar biasa dan memberikan kesuksesan melawan kompetisi terkuat.

Ambisi kami bukan hanya untuk bersaing, ambisi kami adalah untuk menang, untuk memperebutkan gelar-gelar utama dan untuk menciptakan klub sepak bola yang dapat dibanggakan oleh para pendukung kami selama bertahun-tahun yang akan datang.”

Dengan latar belakang itu, penunjukan Glasner terasa sebagai keputusan yang sarat pesan. Forest tidak hanya mendatangkan pelatih dengan reputasi yang tengah menanjak, tetapi juga seseorang yang datang dengan pengalaman meraih trofi dan mengelola ekspektasi di level tinggi. Di sisi lain, situasi klub yang telah berganti lima manajer dalam setahun terakhir juga membuat perhatian akan tertuju pada seberapa jauh Forest dapat memberi waktu dan stabilitas yang dibutuhkan untuk mewujudkan visi besar tersebut.

Untuk saat ini, yang paling jelas adalah bahwa Nottingham Forest telah memilih arah baru. Setelah musim yang sulit dan perubahan yang datang silih berganti di ruang teknis, klub kini menyerahkan harapan itu kepada Oliver Glasner, seorang pelatih yang datang dengan prestasi, reputasi, dan janji untuk membangun tim yang bisa membawa Forest menuju level berikutnya.

HOT NEWS

TRENDING

Fulham Resmi Tunjuk Alvaro Arbeloa, Era Baru Dimulai di Craven Cottage

Forest Resmi Tunjuk Oliver Glasner, Membuka Lembaran Baru dengan Ambisi Besar

West Ham Terjun ke Championship, Spurs Lolos dari Jurang Degradasi

Setiawd : Dari Divisi Empat ke Bundesliga, Kota Kecil Elversberg Ciptakan Sejarah…

Setiawd : Tendangan Bebas Keras Modiba Jadikan Sundowns Tuan Rumah yang Menang…

SETIAWD

Dua Gol Sesko Tak Selamatkan United: Era Pascapemecatan Amorim Dimulai dengan Hasil Imbang Pahit di Markas Burnley

SETIANEWS– Pemecatan Ruben Amorim tidak langsung mengubah peruntungan Manchester United. Dua gol Benjamin Sesko hanya cukup mengamankan hasil imbang 2-2 di markas Burnley, meski tuan rumah sedang terpuruk. Burnley yang berada di posisi kedua terbawah memetik satu poin lewat gol bunuh diri Ayden Heaven dan sepakan indah Jaidon Anthony, sementara United kembali menyia-nyiakan kesempatan untuk merangsek ke empat besar setelah gagal menang untuk kelima kalinya dalam enam pertandingan liga.

Rentetan hasil mengecewakan itu, disertai perselisihan Amorim dengan direktur sepak bola Jason Wilcox, berujung pada perpisahan pada awal pekan. Tanggung jawab sementara jatuh ke tangan Darren Fletcher, mantan gelandang United, yang langsung merombak pendekatan permainan. Ia kembali ke sistem empat bek, meninggalkan formasi 3-4-3 yang kerap dikambinghitamkan atas serangkaian inkonsistensi di era Amorim. Kabar baiknya, kapten Bruno Fernandes pulih tepat waktu dan kembali mengatur tempo dari lini kedua, sementara Fletcher turut memasukkan putranya, Jack, ke bangku cadangan sebagai opsi darurat.

Burnley datang dengan catatan tanpa kemenangan sejak akhir Oktober dan tertinggal delapan poin dari zona aman, namun mereka pernah nyaris mempermalukan United di Old Trafford awal musim ini sebelum penalti Bruno di waktu tambahan memastikan kemenangan 3-2 untuk Setan Merah. Memori itu tampak membangkitkan kepercayaan diri tuan rumah. Mereka agresif sejak awal, memadukan pressing tinggi dengan eksploitasi sisi lapangan. Keberuntungan berpihak saat umpan silang Bashir Humphreys mengenai Heaven dan melambung ke sudut jauh, membuat Burnley unggul tanpa perlu menciptakan peluang bersih yang berarti. United sempat menyamakan kedudukan lewat sontekan Lisandro Martinez, tetapi gol itu dianulir secara kontroversial karena dianggap ada pelanggaran sebelumnya terhadap Kyle Walker. Untuk menambah frustrasi, dua kali upaya Setan Merah dipatahkan sapuan di garis gawang oleh Humphries dan Maxime Esteve. Babak pertama berakhir dengan United tertinggal dan emosi memuncak.

Fletcher menuntut respons cepat usai jeda dan yang diharapkan datang melalui figur yang tepat. Sesko, yang sempat kesulitan menemukan ketajaman sejak direkrut dari RB Leipzig dengan biaya yang bisa mencapai £74 juta, menyamakan kedudukan lewat penyelesaian klinis setelah menerima umpan terobosan cerdas dari Bruno. Kepercayaan diri penyerang Slovenia itu mengalir. Tak lama berselang, ia mengarahkan umpan silang Patrick Dorgu dengan sentuhan halus melewati Martin Dubravka untuk membalikkan skor—dua gol yang dalam sekejap menggandakan total golnya di United dari dua menjadi empat. Pergerakan vertikal, pemanggungan ruang di belakang bek, serta relasi umpan cepat dari lini tengah membuat United tampak lebih hidup dan lebih langsung.

Namun fase dominan itu tak bertahan lama. Fletcher menarik keluar Bruno untuk mencegah risiko kambuhnya cedera hamstring, keputusan yang masuk akal secara medis tetapi berdampak pada kontrol United di sepertiga tengah. Kehilangan pengatur irama, jarak antarlini mulai renggang. Burnley memanfaatkan celah. Anthony diberi terlalu banyak ruang untuk berbalik di tepi kotak penalti sebelum melepas tembakan melengkung brilian ke pojok atas yang tak terjangkau, menyamakan kedudukan dan mengembalikan momentum ke kubu tuan rumah. United berusaha merespons di menit-menit akhir; talenta muda Shea Lacey hampir menjadi pahlawan saat tembakan jarak jauhnya menghantam mistar gawang—momen yang merangkum betapa tipisnya margin yang memisahkan tiga poin dan satu poin di malam itu.

Secara taktik, United menunjukkan kilasan ide yang menjanjikan: struktur empat bek membuat progresi bola lebih bersih, sementara kehadiran Bruno menambah jalur umpan vertikal ke Sesko. Tetapi transisi negatif dan pengelolaan ritme setelah perubahan personel kembali menjadi kendala. Keputusan melindungi Bruno dapat dimengerti, namun absennya figur pengikat di lini tengah membuat United kesulitan menenangkan permainan, terutama ketika Burnley meningkatkan agresi. Dari perspektif individu, Sesko memberi modal optimisme: ketenangan penyelesaian, timing lari di garis terakhir, dan kemampuannya membuka ruang tampak kian sinkron dengan kebutuhan tim. Hanya saja, tanpa kontrol posisional yang konsisten, gol-gol itu belum cukup mengantar United menutup laga dengan kemenangan.

Bagi Burnley, satu poin ini bukan sekadar angka di klasemen. Ini adalah suntikan moral penting di tengah rangkaian tanpa kemenangan yang panjang. Mereka menunjukkan keberanian untuk terus menekan dan disiplin bertahan ketika tertekan; sapuan-sapuan krusial di garis gawang dan determinasi di duel udara menahan laju kebangkitan United. Meski tetap terperangkap di posisi kedua terbawah dan jarak ke zona aman masih menganga, performa ini memberi dasar untuk berharap pada kebangkitan di pekan-pekan berikutnya.

Di sisi klasemen, hasil imbang membuat United turun ke peringkat ketujuh, disalip Brentford dan Newcastle, serta tertinggal dua poin dari Liverpool di posisi keempat. Masih ada waktu untuk memperbaiki, tetapi margin kesalahan kian menipis. Dengan kursi pelatih interim masih menjadi perbincangan—nama Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick santer dikaitkan—Fletcher untuk sementara harus menemukan keseimbangan antara mengangkat performa, merawat kebugaran pilar utama seperti Bruno, dan menjaga moral skuat yang baru saja melalui pergantian nahkoda. Malam di Turf Moor pada akhirnya menjadi cermin: ada nyala di lini depan melalui Sesko, tetapi tanpa kontrol dan ketangguhan kolektif hingga peluit akhir, United berisiko terus tersandung dalam perburuan empat besar.

HOT NEWS

TRENDING

Fulham Resmi Tunjuk Alvaro Arbeloa, Era Baru Dimulai di Craven Cottage

Forest Resmi Tunjuk Oliver Glasner, Membuka Lembaran Baru dengan Ambisi Besar

West Ham Terjun ke Championship, Spurs Lolos dari Jurang Degradasi

Setiawd : Dari Divisi Empat ke Bundesliga, Kota Kecil Elversberg Ciptakan Sejarah…

Setiawd : Tendangan Bebas Keras Modiba Jadikan Sundowns Tuan Rumah yang Menang…

Scroll to Top