SETIAWD
Klopp Masuk Pembicaraan untuk Latih Jerman usai Mundurnya Nagelsmann
Setianews – Jurgen Klopp memberi tahu Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) bahwa ia pada dasarnya bersedia mengambil alih posisi pelatih tim nasional Jerman setelah Julian Nagelsmann mengundurkan diri, demikian dikonfirmasi DFB pada Jumat. Pernyataan itu segera menempatkan nama mantan manajer Liverpool dan Borussia Dortmund tersebut di garis depan pembicaraan untuk kursi pelatih yang kembali lowong di tengah kekecewaan terbaru yang dialami salah satu raksasa sepak bola dunia itu.
DFB mengatakan bahwa diskusi akan dimulai dengan Klopp, sembari menyampaikan terima kasih kepada Nagelsmann atas masa tugasnya yang berlangsung hampir tiga tahun. Konfirmasi tersebut datang setelah Nagelsmann, yang masih memiliki kontrak hingga 2028, memilih melepaskan jabatannya hanya empat hari setelah langkah Jerman di Piala Dunia terhenti secara mengecewakan akibat kekalahan dari Paraguay di babak 32 besar.
Kepergian Nagelsmann menandai akhir yang tiba-tiba dari masa kerja yang semula diharapkan menjadi bagian dari proses pemulihan jangka menengah tim nasional Jerman. Ia sebelumnya dipercaya untuk memimpin tim melewati fase transisi dan sempat dianggap sebagai figur yang dapat membawa pembaruan, baik dari sisi pendekatan maupun energi, bagi skuad yang dalam beberapa tahun terakhir terus dibayangi hasil-hasil besar yang jauh dari harapan.
Dalam perkembangannya, nama Klopp muncul sebagai kandidat utama dengan cepat. Pelatih berusia 59 tahun itu saat ini masih terikat kontrak sebagai kepala sepak bola global Red Bull. Namun, laporan Sky Germany menyebut Klopp memiliki kesepakatan lisan yang memungkinkannya meninggalkan peran tersebut apabila kesempatan menangani tim nasional Jerman datang. Laporan itu menambah bobot pada sinyal yang sudah diberikan DFB bahwa pembicaraan resmi dengan Klopp akan segera dimulai.
Bagi DFB, kemungkinan menghadirkan Klopp tentu menghadirkan daya tarik besar. Dalam karier kepelatihannya, ia dikenal luas sebagai sosok yang berhasil membangun tim dengan identitas kuat dan intensitas tinggi. Bersama Liverpool, Klopp memimpin klub itu meraih gelar Liga Champions dan Liga Premier, sementara sebelumnya ia juga membangun reputasi besar bersama Borussia Dortmund. Kombinasi pengalaman, kharisma, dan rekam jejaknya di level elite membuat namanya langsung dipandang sebagai opsi yang dapat memberi arah baru bagi Jerman.
Sementara itu, keputusan Nagelsmann untuk mundur disebut diambil setelah tekanan meningkat tajam menyusul tersingkirnya Jerman dari turnamen. Pengunduran dirinya terjadi sehari setelah pelatih berusia 38 tahun itu dipanggil ke markas DFB di Frankfurt untuk rapat selama tiga jam guna membahas masa depannya. Situasi itu menggambarkan betapa seriusnya evaluasi yang dilakukan federasi setelah hasil yang kembali dianggap tidak sejalan dengan target dan status Jerman sebagai juara dunia empat kali.
Tabloid Jerman Bild melaporkan bahwa Nagelsmann ditawari paket pesangon senilai tujuh juta euro, atau sekitar delapan juta dolar AS, untuk mengakhiri kontraknya yang seharusnya berjalan hingga 2028. Meski begitu, pernyataan publik yang keluar dari semua pihak menekankan sisi emosional dan olahraga dari keputusan tersebut, bukan semata-mata aspek kontraktual.
Dalam pernyataannya, Nagelsmann mengakui bahwa keputusannya meninggalkan jabatan pelatih timnas bukanlah hal yang mudah. Ia mengatakan prioritas utamanya selalu keberhasilan tim dan menilai, setelah kekecewaan yang begitu pahit, skuad Jerman layak mendapatkan kesempatan untuk memulai babak baru. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa ia memandang mundurnya dirinya sebagai jalan untuk membuka ruang perubahan setelah kegagalan di turnamen.
Nagelsmann juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Jerman. Ia mengaku menyesal dan sangat sedih karena tim tidak mampu memberikan lebih banyak malam sepak bola kepada para suporter di Piala Dunia kali ini. Ucapan itu menjadi penegasan atas besarnya ekspektasi publik terhadap tim nasional Jerman, sekaligus cermin dari beratnya tekanan yang melekat pada setiap kegagalan di panggung utama.
Meski hasil akhir di Piala Dunia memicu perpisahan, DFB tetap memberikan penghargaan atas kualitas Nagelsmann. Direktur olahraga DFB, Rudi Voeller, mengatakan Nagelsmann adalah dan tetap merupakan pelatih yang luar biasa. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Nagelsmann akan terus menapaki jalannya dengan sukses. Sikap itu menunjukkan bahwa federasi tidak melihat kegagalan terbaru semata-mata sebagai gambaran utuh kemampuan sang pelatih, melainkan sebagai bagian dari konteks yang lebih kompleks di sekitar tim nasional.
Memang, kekalahan dari Paraguay hanyalah kemunduran terbaru dalam rangkaian hasil mengecewakan yang dialami Jerman di turnamen besar dalam beberapa tahun terakhir. Di dua edisi Piala Dunia sebelumnya, yaitu di Rusia dan Qatar, Jerman sama-sama tersingkir di fase grup. Di level Piala Eropa pun performa mereka tidak jauh lebih meyakinkan. Jerman disingkirkan Inggris di babak 16 besar Euro 2021, lalu kembali gagal melangkah jauh ketika kalah dari juara Spanyol di kandang sendiri pada Euro 2024.
Rangkaian hasil tersebut membuat posisi pelatih tim nasional Jerman menjadi semakin sensitif. Dengan berakhirnya masa kerja Nagelsmann segera setelah Piala Dunia, DFB tampaknya ingin menghindari terulangnya situasi pada 2018 dan 2022, ketika sebagian pihak menilai federasi terlalu lama mempertahankan pelatih yang tidak lagi mampu menghasilkan perbaikan nyata. Joachim Loew, yang membawa Jerman menjadi juara dunia pada 2014, baru meninggalkan jabatannya tiga tahun setelah Piala Dunia 2018. Setelah itu, Hansi Flick juga mengakhiri masa tugasnya setahun setelah edisi 2022.
Dalam konteks itu, langkah DFB bergerak cepat kali ini bisa dibaca sebagai upaya untuk menunjukkan bahwa federasi ingin lebih tegas dalam mengelola transisi. Mereka tidak ingin membiarkan periode stagnasi berlarut-larut ketika kepercayaan publik terus tergerus dan kebutuhan akan pembaruan menjadi semakin mendesak. Jika akhirnya pembicaraan dengan Klopp berujung pada kesepakatan, maka Jerman akan mencoba membuka fase baru di bawah salah satu pelatih paling menonjol yang dimiliki negara itu dalam era modern.
Padahal, ketika pertama kali diangkat, penunjukan Nagelsmann sempat dipandang sebagai keberhasilan bagi DFB. Saat itu, ia disebut juga diminati sejumlah klub besar Eropa, sehingga keberhasilan federasi mengamankan jasanya dipandang sebagai langkah penting. Reputasi Nagelsmann sendiri telah terbangun sejak usia muda. Ia menjadi pelatih termuda dalam sejarah Bundesliga saat mengambil alih Hoffenheim pada usia 28 tahun, sebelum kemudian menukangi Bayern Munich dan RB Leipzig.
Awalnya, Nagelsmann ditunjuk dengan kontrak jangka pendek untuk Euro 2024. Namun, kepercayaan DFB sempat meningkat setelah ada tanda-tanda kebangkitan dalam permainan Jerman. Sebelum turnamen itu berlangsung, ia memperpanjang kontraknya, lalu kembali menandatangani perpanjangan baru pada Januari 2025 yang seharusnya membuatnya bertahan hingga setelah Euro 2028. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pada satu titik, federasi benar-benar melihat Nagelsmann sebagai figur jangka panjang.
Harapan itu bukan tanpa dasar. Di Euro 2024, Jerman menunjukkan sinyal perbaikan di bawah arahannya. Mereka memenangi grup sebelum akhirnya kalah lewat perpanjangan waktu dari Spanyol, yang kemudian keluar sebagai juara, di babak perempat final. Penampilan itu sempat memberi kesan bahwa Jerman sedang bergerak ke arah yang tepat. Namun, hasil buruk di Piala Dunia mengubah suasana dengan cepat dan membuat momentum tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan posisi Nagelsmann.
Kini fokus beralih sepenuhnya ke langkah berikutnya yang akan diambil DFB. Dengan federasi telah mengonfirmasi bahwa Klopp pada dasarnya bersedia dan pembicaraan akan dimulai, perhatian publik Jerman tertuju pada apakah proses itu akan berujung pada penunjukan resmi. Di tengah kebutuhan mendesak untuk memulihkan wibawa tim nasional setelah serangkaian kemunduran di turnamen besar, keputusan yang diambil dalam waktu dekat akan sangat menentukan arah proyek kebangkitan Jerman selanjutnya.
-
08 Jul 2026Fulham Resmi Tunjuk Alvaro Arbeloa, Era Baru Dimulai di Craven Cottage
-
07 Jul 2026Forest Resmi Tunjuk Oliver Glasner, Membuka Lembaran Baru dengan Ambisi Besar
-
07 Jul 2026Merino Jadi Penentu, Spanyol Singkirkan Portugal dan Melaju ke Perempat Final
-
06 Jul 2026Balogun Tetap Bisa Hadapi Belgia, FIFA Tangguhkan Sanksi Kartu Merah usai Laga Kontra Bosnia
-
06 Jul 2026Haaland Mengguncang Dunia: Norwegia Singkirkan Brasil dan Ukir Sejarah ke Perempat Final
-
03 Jul 2026Swiss Tampil Tenang dan Singkirkan Aljazair, Melaju ke 16 Besar Piala Dunia
-
03 Jul 2026Klopp Masuk Pembicaraan untuk Latih Jerman usai Mundurnya Nagelsmann
-
03 Jul 2026Real Madrid Tegaskan Tak Pernah Kejar Enzo Fernandez, Sebut Spekulasi Transfer Tak Berdasar
-
01 Jul 2026Goncalo Ramos Resmi ke AC Milan, Transfer Fantastis Buka Babak Baru Karier Striker Portugal
-
01 Jul 2026Grimaldo Wujudkan Mimpi ke Atletico, Siap Bawa Pengaruh Besar dari Leverkusen
HOT NEWS
TRENDING
SETIAWD Fulham Resmi Tunjuk Alvaro Arbeloa, Era Baru Dimulai di Craven Cottage Setianews – Fulham resmi menunjuk Alvaro Arbeloa…
SETIAWD Forest Resmi Tunjuk Oliver Glasner, Membuka Lembaran Baru dengan Ambisi Besar Setianews – Nottingham Forest resmi menunjuk mantan…
SETIAWD West Ham Terjun ke Championship, Spurs Lolos dari Jurang Degradasi Setianews – West Ham United resmi terdegradasi dari Liga…
#setiawd Dari Divisi Empat ke Bundesliga, Kota Kecil Elversberg Ciptakan Sejarah yang Tak Terbayangkan SV Elversberg akhirnya meraih mimpi…
#setiawd Tendangan Bebas Keras Modiba Jadikan Sundowns Tuan Rumah yang Menang Tipis, FAR Rabat Masih Simpan Asa Mamelodi Sundowns…
-
Chevalier Bersinar, PSG Tumbangkan Marseille untuk Angkat Trofi Champions Prancis
-
Fulham Tundukkan Chelsea 10 Pemain di Craven Cottage: Era Rosenior Dimulai dengan Pahit dari Tribun Penonton
-
Dua Gol Sesko Tak Selamatkan United: Era Pascapemecatan Amorim Dimulai dengan Hasil Imbang Pahit di Markas Burnley
-
Diallo Menyala, Gajah Perkasa: Pantai Gading Libas Burkina Faso 3-0 dan Tantang Mesir di Perempat Final
-
Torino Tikam Roma di Menit 90, Giallorossi Tersingkir 2-3 dari Coppa Italia
-
Ikone Membungkam Parc des Princes: Paris FC Singkirkan PSG, Derby Paris Hadirkan Kejutan Besar di Coupe de France
-
Maroko Libas Nigeria Lewat Drama Adu Penalti untuk Tembus Final Piala Afrika
-
City Dekati Marc Guehi: Kesepakatan Prinsip Disepakati di Tengah Krisis Pertahanan
-
Kane Pimpin Kebangkitan: Bayern Lumat Leipzig 5-1, Rekor Menggunung dan Jarak 11 Poin Terjaga
-
Kembali ke Oranje: Van Nistelrooy Siap Asah Tajam Belanda Menuju Piala Dunia 2026
-
Finalissima 2026 di Lusail: Tiket Spanyol vs Argentina Mulai Dijual 25 Februari, Qatar Gelar Pesta Sepak Bola Sepekan
-
Ulangan Final yang Membara: Chelsea Menjamu Manchester United di Babak Kelima Piala FA Wanita
-
Salah Kembali, Liverpool Lumat Marseille 3-0
-
Tiga Menit Ajaib Kane, Bayern 10 Pemain Melaju ke 16 Besar Liga Champions
-
Drama di Emirates: Roket Cunha Guncang Arsenal, Perebutan Gelar Kian Memanas
-
Carrick Tetap Membumi: Euforia Derby Diredam, United Menatap Ujian Berat di Markas Arsenal
-
City Bangkit di Etihad: Marmoush–Semenyo Antar Kemenangan, Tekanan ke Arsenal Meningkat
-
Blatter Dukung Seruan Fans Hindari Piala Dunia di AS, Isu Keamanan Memanas
-
Delapan Sempurna: Arsenal Sapu Bersih Fase Liga Champions, Kunci Puncak Klasemen Usai Tundukkan Kairat 3-2
-
Trubin Menanduk Mimpi Madrid: Benfica Libas 4-2, Arbeloa Didorong ke Jalur Play-off Liga Champions