SETIAWD
Tanpa Tergesa-gesa, Ancelotti Tenang Tangani Cedera Neymar Saat Brasil Bersiap Guncang Piala Dunia
Setianews – Carlo Ancelotti tampak tidak sedikit pun terbebani oleh ketidakpastian kondisi Neymar ketika ia berdiri di hadapan para wartawan seusai rombongan tim nasional Brasil mendarat di Newark, Amerika Serikat. Pelatih asal Italia itu memancarkan ketenangan yang khas, seolah segala tekanan jelang turnamen terbesar di dunia sepak bola ini tak mampu mengusik ketenangannya sedikit pun.
“Dia berkembang dengan baik, dia baik-baik saja, kami tidak terburu-buru,” ujar Ancelotti singkat namun tegas, menjawab rentetan pertanyaan soal ketersediaan sang bintang di Piala Dunia 2026 yang akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Pernyataan itu menjadi penegasan dari apa yang sebelumnya telah disampaikan Ancelotti: bahwa Neymar diperkirakan akan siap berlaga paling lambat pada pertandingan babak penyisihan grup “pertama atau kedua” milik Selecao. Namun bayangan ketidakpastian tetap menggelayut setelah dokter tim Brasil, Rodrigo Lasmar, pekan lalu mengungkapkan bahwa Neymar, yang kini berusia 34 tahun, mengalami cedera betis dan diperkirakan akan absen hingga tiga minggu ke depan. Dengan Brasil dijadwalkan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia dengan menghadapi Maroko pada 13 Juni, hitungan mundur pemulihan Neymar pun menjadi salah satu subplot paling dinanti menjelang kick-off.
Keputusan Ancelotti untuk memasukkan Neymar ke dalam skuad 26 pemain yang ia bawa ke Amerika Utara sejatinya memantik sejumlah tanda tanya. Sang penyerang belum sekalipun membela negaranya dalam hampir tiga tahun terakhir, sementara musim-musim yang ia jalani belakangan ini kerap diwarnai gangguan cedera yang membatasi penampilannya. Namun di balik rekam jejak yang penuh kepingan ketidakpastian itu, Neymar tetaplah figur yang sulit diabaikan begitu saja. Ia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil dengan koleksi 79 gol dari 128 penampilan bersama Selecao — sebuah warisan yang belum tertandingi oleh siapa pun yang pernah mengenakan seragam kuning-hijau itu. Piala Dunia kali ini pun akan menjadi yang keempat baginya, sebuah penanda perjalanan panjang seorang pemain yang selama lebih dari satu dekade menjadi wajah sepak bola Brasil di panggung dunia.
Namun Brasil yang tiba di Amerika Serikat kali ini bukan Brasil yang datang dengan sorak-sorai penuh keyakinan seperti edisi-edisi Piala Dunia terdahulu. Tim berjuluk A Seleção itu menyelesaikan fase kualifikasi Amerika Selatan hanya di posisi kelima — sebuah catatan yang jauh dari mencerminkan pamor negara dengan gelar juara dunia terbanyak dalam sejarah sepak bola. Lebih dari itu, dalam rentang satu tahun terakhir, Brasil juga harus menelan kekalahan dari Prancis, Jepang, dan Bolivia — nama terakhir yang disebut menjadi tamparan paling menyakitkan secara psikologis bagi para pendukung Selecao.
Reputasi yang memudar itu tak membuat Ancelotti gentar. Mantan pelatih Real Madrid dan AC Milan itu justru menegaskan bahwa dirinya melihat potensi besar di dalam skuad yang ia pimpin, dan bahwa Brasil tetap layak dipandang sebagai kekuatan yang diperhitungkan di antara para pesaing utama. “Kami ingin bersaing dengan lawan, mencoba melakukan yang terbaik, bekerja keras — semua orang tahu apa harapan Brasil,” katanya. “Semua orang tahu bahwa tidak ada favorit, ada beberapa tim kuat, dan saya pikir Brasil dapat bersaing dengan siapa pun.”
Sementara itu, dari dalam ruang ganti, suara gelandang veteran Casemiro turut memperkuat pesan yang sama, meski dengan nada yang lebih merasakan beban ekspektasi itu secara langsung. Bagi jutaan rakyat Brasil di tanah air, satu hal yang diterima sebagai standar minimum bukanlah sekadar melaju jauh atau tampil kompetitif — melainkan gelar dunia keenam yang sudah lama dinantikan. “Ada ekspektasi besar, ini akan sulit, tetapi kami sangat bersemangat, kami ingin menang,” kata Casemiro, merangkum semangat dan tekanan yang diemban seluruh anggota skuad.
Brasil tergabung dalam Grup C bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Setelah laga pembuka melawan Maroko pada 13 Juni, mereka akan secara berurutan menghadapi Haiti dan Skotlandia dalam fase penyisihan grup. Di atas kertas, komposisi grup itu memberikan peluang bagi Brasil untuk melaju mulus ke babak gugur — tetapi sepak bola, sebagaimana selalu dibuktikan oleh sejarah, tidak pernah sepenuhnya mengikuti apa yang tertulis di atas kertas.
-
06 Jun 2026Tuchel Santai Hadapi Lapangan Tambal Sulam dan Cuaca Aneh, Inggris Tetap Jalan dengan Rencana Piala Dunia
-
04 Jun 2026Tanpa Tergesa-gesa, Ancelotti Tenang Tangani Cedera Neymar Saat Brasil Bersiap Guncang Piala Dunia
-
04 Jun 2026Iran Gelar Laga Tertutup Terakhir di Turki, Skuad Piala Dunia Bersiap Terbang ke Meksiko di Tengah Ketidakpastian Visa AS
-
04 Jun 2026Tajam di Bundesliga, Schick Ditunjuk Jadi Ujung Tombak Ceko untuk Tantang Dunia
-
04 Jun 2026Malam yang Sempurna di Mainz: Undav Bersinar Dua Gol, Musiala Kembali Mempesona saat Jerman Hajar Finlandia 4-0
-
01 Jun 2026Dari Nol Kemenangan Menuju Panggung Dunia: Kanada Umumkan 26 Pemain Andalannya untuk Piala Dunia FIFA 2026
-
01 Jun 2026Messi Tegaskan Warisan Abadi: Sang Legenda Kembali Pimpin Argentina Menuju Piala Dunia Keenamnya
-
28 May 2026Satu Pemain Haiti di Tanah Krisis, Menunggu Visa demi Panggung Dunia
-
27 May 2026Messi Tertatih dan Argentina Menahan Napas: Drama Cedera sang Kapten di Ambang Piala Dunia 2026
-
27 May 2026Pochettino Umumkan 26 Nama Pilihan Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026, Pulisic dan Reyna Masuk, Spekulasi Panjang Pun Berakhir
HOT NEWS
TRENDING
SETIAWD West Ham Terjun ke Championship, Spurs Lolos dari Jurang Degradasi Setianews – West Ham United resmi terdegradasi dari Liga…
#setiawd Dari Divisi Empat ke Bundesliga, Kota Kecil Elversberg Ciptakan Sejarah yang Tak Terbayangkan SV Elversberg akhirnya meraih mimpi…
#setiawd Tendangan Bebas Keras Modiba Jadikan Sundowns Tuan Rumah yang Menang Tipis, FAR Rabat Masih Simpan Asa Mamelodi Sundowns…
#setiawd Vinicius Bawa Madrid Menang, tapi Sevilla Tetap Bertahan Berkat Keajaiban dari Tempat Lain Real Madrid mengakhiri laga kandang…
#setiawd Pesta Trofi Ternoda: PSG Rayakan Gelar Ligue 1 Kelima Beruntun, tapi Dipermalukan Paris FC di Laga Pamungkas Paris…
-
Chevalier Bersinar, PSG Tumbangkan Marseille untuk Angkat Trofi Champions Prancis
-
Fulham Tundukkan Chelsea 10 Pemain di Craven Cottage: Era Rosenior Dimulai dengan Pahit dari Tribun Penonton
-
Dua Gol Sesko Tak Selamatkan United: Era Pascapemecatan Amorim Dimulai dengan Hasil Imbang Pahit di Markas Burnley
-
Diallo Menyala, Gajah Perkasa: Pantai Gading Libas Burkina Faso 3-0 dan Tantang Mesir di Perempat Final
-
Torino Tikam Roma di Menit 90, Giallorossi Tersingkir 2-3 dari Coppa Italia
-
Ikone Membungkam Parc des Princes: Paris FC Singkirkan PSG, Derby Paris Hadirkan Kejutan Besar di Coupe de France
-
Maroko Libas Nigeria Lewat Drama Adu Penalti untuk Tembus Final Piala Afrika
-
City Dekati Marc Guehi: Kesepakatan Prinsip Disepakati di Tengah Krisis Pertahanan
-
Kembali ke Oranje: Van Nistelrooy Siap Asah Tajam Belanda Menuju Piala Dunia 2026
-
Kane Pimpin Kebangkitan: Bayern Lumat Leipzig 5-1, Rekor Menggunung dan Jarak 11 Poin Terjaga
-
Finalissima 2026 di Lusail: Tiket Spanyol vs Argentina Mulai Dijual 25 Februari, Qatar Gelar Pesta Sepak Bola Sepekan
-
Ulangan Final yang Membara: Chelsea Menjamu Manchester United di Babak Kelima Piala FA Wanita
-
Salah Kembali, Liverpool Lumat Marseille 3-0
-
Tiga Menit Ajaib Kane, Bayern 10 Pemain Melaju ke 16 Besar Liga Champions
-
Drama di Emirates: Roket Cunha Guncang Arsenal, Perebutan Gelar Kian Memanas
-
Carrick Tetap Membumi: Euforia Derby Diredam, United Menatap Ujian Berat di Markas Arsenal
-
City Bangkit di Etihad: Marmoush–Semenyo Antar Kemenangan, Tekanan ke Arsenal Meningkat
-
Blatter Dukung Seruan Fans Hindari Piala Dunia di AS, Isu Keamanan Memanas
-
Delapan Sempurna: Arsenal Sapu Bersih Fase Liga Champions, Kunci Puncak Klasemen Usai Tundukkan Kairat 3-2
-
Trubin Menanduk Mimpi Madrid: Benfica Libas 4-2, Arbeloa Didorong ke Jalur Play-off Liga Champions