SETIAWD
Dari Nol Kemenangan Menuju Panggung Dunia: Kanada Umumkan 26 Pemain Andalannya untuk Piala Dunia FIFA 2026
Setianews – Pelatih Jesse Marsch akhirnya mengangkat tirai pada hari Jumat dengan mengumumkan skuad resmi 26 pemain Kanada untuk Piala Dunia FIFA 2026 — sebuah momen yang dinanti-nantikan oleh jutaan penggemar sepak bola di negeri itu. Di antara deretan nama yang masuk, dua bintang paling bersinar langsung mencuri perhatian: Alphonso Davies, bek andalan Bayern Munich yang kerap disebut sebagai pemain terbaik yang pernah dilahirkan tanah Kanada, dan Jonathan David, penyerang tajam milik Juventus yang akan memimpin lini depan tim tuan rumah bersama menuju turnamen akbar ini.
Masuknya Davies sendiri sempat menjadi tanda tanya besar dalam beberapa pekan terakhir. Bek sayap berjuluk “Phonzy” itu diketahui tengah berjuang melawan cedera hamstring yang membayangi persiapannya menjelang turnamen. Namun setelah melalui evaluasi medis yang cermat, Marsch memutuskan bahwa Davies cukup fit untuk disertakan dalam skuad. Keputusan ini tentu disambut lega oleh para pendukung Kanada, mengingat betapa pentingnya peran Davies — baik dalam membangun serangan dari sisi kiri maupun menjaga soliditas pertahanan tim. Sementara itu, David yang baru saja menyelesaikan musim bersama Juventus dipercaya menjadi tombak utama yang akan mengemban tanggung jawab mencetak gol demi gol bagi negara asalnya.
Selain kedua nama besar tersebut, Marsch juga mengandalkan sejumlah pemain kunci lain yang diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan. Stephen Eustaquio, playmaker kreatif yang bermain untuk Porto, diharapkan menjadi otak permainan di lini tengah Kanada dan mengalirkan bola dengan ritme yang cerdas. Di sampingnya, ada Ismael Kone, gelandang box-to-box energik dari Sassuolo yang dikenal dengan jangkauan larinya yang luar biasa dan kemampuannya memutus aliran permainan lawan sekaligus menginisiasi serangan. Dua nama dari Villarreal — Tajon Buchanan dan Tani Oluwaseyi — turut mewarnai komposisi skuad, membawa kecepatan dan kreativitas di sisi sayap yang bisa merepotkan pertahanan lawan mana pun. Melengkapi barisan depan, ada Cyle Larin dari Southampton yang selama ini dikenal sebagai penyerang dengan naluri mencetak gol yang tinggi.
Di bawah mistar gawang, Kanada mempercayakan tugasnya kepada tiga penjaga gawang: Maxime Crépeau, Owen Goodman, dan Dayne St. Clair. Sektor pertahanan diperkuat oleh Moïse Bombito, Derek Cornelius, Luc de Fougerolles, Alistair Johnston, Alfie Jones, Richie Laryea, Niko Sigur, dan Joel Waterman — yang bergabung dengan Davies membentuk tembok belakang yang diharapkan kokoh sepanjang turnamen. Adapun di lini tengah, nama-nama seperti Ali Ahmed, Tajon Buchanan, Mathieu Choinière, Marcelo Flores, Liam Millar, Jonathan Osorio, Nathan-Dylan Saliba, dan Jacob Shaffelburg — bersama Eustaquio dan Kone — melengkapi kedalaman skuad dan memberikan Marsch banyak pilihan taktis untuk meracik strategi terbaik.
Kanada tergabung dalam Grup B bersama tiga lawan yang tak bisa dianggap enteng. Perjalanan mereka di fase grup dimulai pada 12 Juni, ketika ribuan pasang mata akan tertuju ke Toronto menyaksikan pertandingan perdana mereka menghadapi Bosnia-Herzegovina. Setelah itu, rombongan merah putih Kanada bergeser ke Vancouver untuk menghadapi Qatar dan Swiss dalam dua laga terakhir fase penyisihan grup. Sebagai tuan rumah bersama turnamen ini — bersama Amerika Serikat dan Meksiko — Kanada menanggung tekanan dan sekaligus euforia yang luar biasa dari seluruh penjuru negeri.
Namun di balik antusiasme itu, ada catatan sejarah yang juga harus dihadapi dengan jujur. Dalam dua keikutsertaan mereka sebelumnya di Piala Dunia — yakni di Meksiko pada 1986 dan di Qatar pada 2022 — Kanada mencatatkan rekor yang sungguh berat: enam pertandingan, enam kekalahan, tanpa satu pun kemenangan. Di Meksiko, mereka tersisih tanpa mampu merobek gawang lawan sekalipun. Empat dekade kemudian, di Qatar, mereka kembali merasakan pahitnya kekalahan di setiap laga meskipun sempat menampilkan beberapa momen permainan yang menjanjikan. Statistik tanpa kemenangan itu tentu menjadi motivasi tersendiri bagi generasi pemain Kanada saat ini untuk akhirnya menorehkan sejarah baru.
Dan generasi inilah yang tampaknya paling siap untuk melakukannya. Dalam beberapa tahun terakhir, Kanada telah melesat naik dalam peringkat FIFA dengan kecepatan yang mengejutkan — sebuah lompatan yang mencerminkan perkembangan pesat ekosistem sepak bola di negara tersebut, mulai dari akademi junior hingga kompetisi profesional. Dengan menjadi tuan rumah, mereka juga mendapatkan keuntungan dukungan suporter kandang yang bisa menjadi energi tambahan di setiap pertandingan. Kini, dengan Davies yang berjuang keras untuk pulih dan tampil, David yang haus gol, serta sederet nama yang matang di liga-liga top Eropa, Kanada datang bukan sekadar untuk berpartisipasi — mereka datang untuk, pertama kalinya dalam sejarah, pulang membawa kemenangan.
-
06 Jun 2026Tuchel Santai Hadapi Lapangan Tambal Sulam dan Cuaca Aneh, Inggris Tetap Jalan dengan Rencana Piala Dunia
-
04 Jun 2026Tanpa Tergesa-gesa, Ancelotti Tenang Tangani Cedera Neymar Saat Brasil Bersiap Guncang Piala Dunia
-
04 Jun 2026Iran Gelar Laga Tertutup Terakhir di Turki, Skuad Piala Dunia Bersiap Terbang ke Meksiko di Tengah Ketidakpastian Visa AS
-
04 Jun 2026Tajam di Bundesliga, Schick Ditunjuk Jadi Ujung Tombak Ceko untuk Tantang Dunia
-
04 Jun 2026Malam yang Sempurna di Mainz: Undav Bersinar Dua Gol, Musiala Kembali Mempesona saat Jerman Hajar Finlandia 4-0
-
01 Jun 2026Dari Nol Kemenangan Menuju Panggung Dunia: Kanada Umumkan 26 Pemain Andalannya untuk Piala Dunia FIFA 2026
-
01 Jun 2026Messi Tegaskan Warisan Abadi: Sang Legenda Kembali Pimpin Argentina Menuju Piala Dunia Keenamnya
-
28 May 2026Satu Pemain Haiti di Tanah Krisis, Menunggu Visa demi Panggung Dunia
-
27 May 2026Messi Tertatih dan Argentina Menahan Napas: Drama Cedera sang Kapten di Ambang Piala Dunia 2026
-
27 May 2026Pochettino Umumkan 26 Nama Pilihan Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026, Pulisic dan Reyna Masuk, Spekulasi Panjang Pun Berakhir
HOT NEWS
TRENDING
SETIAWD West Ham Terjun ke Championship, Spurs Lolos dari Jurang Degradasi Setianews – West Ham United resmi terdegradasi dari Liga…
#setiawd Dari Divisi Empat ke Bundesliga, Kota Kecil Elversberg Ciptakan Sejarah yang Tak Terbayangkan SV Elversberg akhirnya meraih mimpi…
#setiawd Tendangan Bebas Keras Modiba Jadikan Sundowns Tuan Rumah yang Menang Tipis, FAR Rabat Masih Simpan Asa Mamelodi Sundowns…
#setiawd Vinicius Bawa Madrid Menang, tapi Sevilla Tetap Bertahan Berkat Keajaiban dari Tempat Lain Real Madrid mengakhiri laga kandang…
#setiawd Pesta Trofi Ternoda: PSG Rayakan Gelar Ligue 1 Kelima Beruntun, tapi Dipermalukan Paris FC di Laga Pamungkas Paris…
-
Chevalier Bersinar, PSG Tumbangkan Marseille untuk Angkat Trofi Champions Prancis
-
Fulham Tundukkan Chelsea 10 Pemain di Craven Cottage: Era Rosenior Dimulai dengan Pahit dari Tribun Penonton
-
Dua Gol Sesko Tak Selamatkan United: Era Pascapemecatan Amorim Dimulai dengan Hasil Imbang Pahit di Markas Burnley
-
Diallo Menyala, Gajah Perkasa: Pantai Gading Libas Burkina Faso 3-0 dan Tantang Mesir di Perempat Final
-
Torino Tikam Roma di Menit 90, Giallorossi Tersingkir 2-3 dari Coppa Italia
-
Ikone Membungkam Parc des Princes: Paris FC Singkirkan PSG, Derby Paris Hadirkan Kejutan Besar di Coupe de France
-
Maroko Libas Nigeria Lewat Drama Adu Penalti untuk Tembus Final Piala Afrika
-
City Dekati Marc Guehi: Kesepakatan Prinsip Disepakati di Tengah Krisis Pertahanan
-
Kembali ke Oranje: Van Nistelrooy Siap Asah Tajam Belanda Menuju Piala Dunia 2026
-
Kane Pimpin Kebangkitan: Bayern Lumat Leipzig 5-1, Rekor Menggunung dan Jarak 11 Poin Terjaga
-
Finalissima 2026 di Lusail: Tiket Spanyol vs Argentina Mulai Dijual 25 Februari, Qatar Gelar Pesta Sepak Bola Sepekan
-
Ulangan Final yang Membara: Chelsea Menjamu Manchester United di Babak Kelima Piala FA Wanita
-
Salah Kembali, Liverpool Lumat Marseille 3-0
-
Tiga Menit Ajaib Kane, Bayern 10 Pemain Melaju ke 16 Besar Liga Champions
-
Drama di Emirates: Roket Cunha Guncang Arsenal, Perebutan Gelar Kian Memanas
-
Carrick Tetap Membumi: Euforia Derby Diredam, United Menatap Ujian Berat di Markas Arsenal
-
City Bangkit di Etihad: Marmoush–Semenyo Antar Kemenangan, Tekanan ke Arsenal Meningkat
-
Blatter Dukung Seruan Fans Hindari Piala Dunia di AS, Isu Keamanan Memanas
-
Delapan Sempurna: Arsenal Sapu Bersih Fase Liga Champions, Kunci Puncak Klasemen Usai Tundukkan Kairat 3-2
-
Trubin Menanduk Mimpi Madrid: Benfica Libas 4-2, Arbeloa Didorong ke Jalur Play-off Liga Champions