SETIAWD
Maroko Libas Nigeria Lewat Drama Adu Penalti untuk Tembus Final Piala Afrika
Setianews – Tuan rumah Maroko memastikan tempat di final Piala Afrika setelah menyingkirkan Nigeria melalui adu penalti 4-2 seusai bermain imbang 0-0 selama 120 menit di Rabat, Rabu malam waktu setempat. Kiper Yassine Bounou menjadi bintang dengan dua penyelamatan krusial dalam babak tos-tosan, sebelum Youssef En-Nesyri melangkah mantap mengeksekusi penalti penentu yang mengirim “Singa Atlas” melaju menantang Senegal pada partai puncak, Minggu di ibu kota. Nigeria, yang tampil di bawah standar meski datang dengan rekor ofensif terbaik di turnamen hingga semifinal, harus puas berebut tempat ketiga melawan Mesir sehari sebelumnya.
Pertandingan berlangsung dalam ketegangan tinggi sejak menit awal. Dengan dukungan suporter tuan rumah yang memadati stadion, Maroko mengambil inisiatif untuk mengontrol tempo, mengalirkan bola sabar dari belakang, dan menguji konsentrasi Nigeria lewat pergerakan di sayap serta bola mati. Peluang bersih pertama baru hadir setelah setengah jam ketika sepak pojok Achraf Hakimi mengarah tepat pada Ayoub El Kaabi di muka gawang. Namun momen yang menuntut keputusan cepat itu justru membuat El Kaabi ragu antara memutar badan untuk menembak atau mencoba tendangan salto; keraguan sepersekian detik cukup untuk menggugurkan kesempatan emas tersebut.
Maroko terus menekan lewat kombinasi sabar dan pergeseran ritme yang memaksa lini belakang Nigeria tetap siaga. Ismael Saibari sempat mengoyak organisasi pertahanan lawan dengan kontrol rapat dan aksi individunya yang memecah kepungan, memaksa Stanley Nwabali melakukan penyelamatan reaksi yang menegaskan statusnya sebagai tembok Super Eagles malam itu. Kiper Nigeria itu berkali-kali tampil sigap membaca arah tembakan jarak menengah Maroko, menutup sudut, dan menenangkan rekan-rekannya saat momen genting.
Sebaliknya, Nigeria yang sepanjang turnamen dikenal tajam justru kesulitan keluar dari tekanan. Pergerakan lini depan mereka sering terisolasi, suplai bola terputus, dan build-up kerap terhenti oleh blok kompak Maroko. Saat sebuah umpan akhirnya menemui Victor Osimhen di kotak penalti, sentuhan pertamanya terlalu panjang sehingga peluang langka itu menguap. Benteng Maroko yang dipimpin Nayef Aguerd terlihat kokoh, memenangi duel udara, dan meredam ancaman sebelum berkembang menjadi bahaya serius. Bahkan Aguerd hampir membuka skor ketika sundulannya dari situasi sepak pojok membentur sisi luar tiang, menambah desah kolektif dari tribun Rabat yang sudah menyiapkan selebrasi.
Memasuki babak kedua dan kemudian perpanjangan waktu, tensi tak juga mereda. Maroko tetap lebih banyak menggenggam inisiatif, mencoba menguraikan pertahanan Nigeria melalui umpan-umpan diagonal dan pergerakan tanpa bola yang rapi. Namun akurasi sentuhan akhir belum berpihak kepada tuan rumah. Nwabali berkali-kali menggagalkan tembakan yang mengarah ke gawang, sementara organisasi lini belakang Nigeria menjaga area berbahaya tetap rapat. Di sisi lain, Super Eagles jarang menampilkan pola serangan yang mengancam; beberapa transisi cepat gagal karena keputusan akhir yang terlambat atau eksekusi yang tidak bersih. Kelelahan makin terasa di babak tambahan, dengan kedua kubu melakukan pergantian untuk menyuntik energi baru tanpa ingin membuka celah yang bisa berujung fatal.
Dengan skor tetap kacamata hingga 120 menit, adu penalti menjadi penentu. Pada momen ini, ketenangan dan pengalaman Bounou tampil dominan. Kiper Maroko itu membaca arah dua eksekusi Nigeria dan menepisnya, membuat para pendukung tuan rumah bergemuruh. Nigeria, yang sebelumnya begitu subur, tiba-tiba terlihat gamang dari titik 12 pas; penalti Samuel Chukwueze dan Bruno Onyemaechi yang kurang bertenaga berhasil dibaca Bounou, sementara dua eksekutor lain hanya bisa menyaksikan momentum beralih. Maroko mengeksekusi dengan lebih klinis, dan ketika giliran En-Nesyri tiba, penyerang itu menjaga syarafnya tetap dingin untuk mengunci kemenangan 4-2 dan meledakkan stadion dalam sukacita.
Kemenangan ini menegaskan konsistensi Maroko sepanjang turnamen: tidak selalu mewah, tetapi gigih, efisien, dan matang secara taktik. Mereka mungkin belum mencapai performa puncak dalam hal produktivitas, namun struktur permainan, kedisiplinan defensif, serta ketenangan di momen besar membuat mereka selangkah lagi dari mahkota yang sudah setengah abad dinantikan—gelar kontinental pertama sejak 1976. Perjalanan ini juga mencerminkan keseimbangan antara pragmatisme dan ambisi; ketika peluang besar tidak datang bertubi-tubi, mereka sabar menunggu momen, memastikan pintu di belakang nyaris selalu tertutup.
Tantangan terakhir menanti dalam diri Senegal, juara edisi 2021, yang lebih dulu memastikan tiket final usai menundukkan Mesir 1-0 di Tangier berkat gol Sadio Mane. Partai puncak di Rabat menjanjikan duel intens antara dua tim dengan identitas kuat: Maroko dengan organisasi yang rapi dan mental baja, Senegal dengan kualitas individu dan kedalaman skuat yang mengesankan. Ini bukan sekadar final; ini adalah pertarungan antara sejarah yang ingin ditulis ulang dan status juara bertahan yang ingin ditegaskan kembali.
Bagi Nigeria, kekecewaan tentu terasa, terutama karena mereka datang ke semifinal dengan reputasi tajam di depan gawang. Namun sepak bola pada tingkat tertinggi sering ditentukan detail: satu sentuhan, satu keputusan, atau satu penyelamatan. Malam di Rabat ini milik Maroko dan Yassine Bounou, yang ketenangannya dari titik putih menjadi pembeda. Super Eagles masih punya kesempatan menutup kampanye dengan kepala tegak saat menghadapi Mesir dalam perebutan tempat ketiga, tetapi sorotan terbesar kini tertuju pada Minggu malam, ketika seluruh Afrika—dan sebagian besar dunia—akan mengarahkan pandang ke Rabat untuk menyaksikan apakah Singa Atlas akhirnya mengakhiri penantian puluhan tahun, atau justru Senegal mempertahankan takhta yang mereka rebut dengan gemilang.
-
26 Oct 2026Manchester United Dipermalukan Bournemouth 0-3 di Old Trafford, Kursi Michael Carrick Makin Panas!
-
23 Oct 2026Aston Villa Menggila di Liga Champions! Viking Dibungkam 3-1, Unai Emery Selangkah Lebih Dekat ke 16 Besar
-
23 Oct 2026Wayne Rooney Murka! Sebut Pemain Manchester United Egois Usai Bruno Fernandes Kritik Staf Pelatih
-
21 Oct 2026Liverpool Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol, Hajar Villarreal 4-3 dalam Drama Tujuh Gol di Anfield
-
21 Oct 2026Manchester City Libas AEK Athens 5-1 dan Bangkit di Liga Champions
-
19 Oct 2026Manchester United Gagal Bangkit! Leeds Comeback
-
18 Oct 2026Messi Menggila! Cetak Dua Gol dalam Empat Menit, Inter Miami Tundukkan Atlanta United 3-1
-
18 Oct 2026Pedro Neto Bersinar dengan Brace, Chelsea Taklukkan Everton 2-0 di Tengah Insiden Cedera Kepala Martinez
-
17 Oct 2026Aksi Antisemit Suporter Hajduk Split Picu Kecaman, 12 Orang Ditangkap Usai Laga Kontra Ajax
-
17 Oct 2026Real Madrid Murka! Javier Tebas Didesak Mundur Usai Samakan Taktik Klub dengan Propaganda Nazi
HOT NEWS
TRENDING
SETIAWD Manchester United Dipermalukan Bournemouth 0-3 di Old Trafford, Kursi Michael Carrick Makin Panas! Setianews – Manchester United kembali menelan…
SETIAWD Manchester City Libas AEK Athens 5-1 dan Bangkit di Liga Champions Setianews – Manchester City menunjukkan mentalitas kuat dengan…
SETIAWD Manchester United Gagal Bangkit! Leeds Comeback Setianews – Manchester United kembali gagal menunjukkan kebangkitan yang diharapkan setelah ditahan…
SETIAWD Andy Burnham Siap Buka-bukaan soal Hubungannya dengan Manchester City Setianews – Andy Burnham berjanji akan mengungkap secara terbuka…
SETIAWD Arsenal Tunjukkan Mental Juara! Tekuk Leeds 2-1, The Gunners Tempel Ketat Manchester City di Puncak Liga Premier Setianews –…
-
Dua Gol Sesko Tak Selamatkan United: Era Pascapemecatan Amorim Dimulai dengan Hasil Imbang Pahit di Markas Burnley
-
Fulham Tundukkan Chelsea 10 Pemain di Craven Cottage: Era Rosenior Dimulai dengan Pahit dari Tribun Penonton
-
Chevalier Bersinar, PSG Tumbangkan Marseille untuk Angkat Trofi Champions Prancis
-
Diallo Menyala, Gajah Perkasa: Pantai Gading Libas Burkina Faso 3-0 dan Tantang Mesir di Perempat Final
-
Torino Tikam Roma di Menit 90, Giallorossi Tersingkir 2-3 dari Coppa Italia
-
Ikone Membungkam Parc des Princes: Paris FC Singkirkan PSG, Derby Paris Hadirkan Kejutan Besar di Coupe de France
-
Maroko Libas Nigeria Lewat Drama Adu Penalti untuk Tembus Final Piala Afrika
-
Kane Pimpin Kebangkitan: Bayern Lumat Leipzig 5-1, Rekor Menggunung dan Jarak 11 Poin Terjaga
-
Kembali ke Oranje: Van Nistelrooy Siap Asah Tajam Belanda Menuju Piala Dunia 2026
-
City Dekati Marc Guehi: Kesepakatan Prinsip Disepakati di Tengah Krisis Pertahanan
-
Ulangan Final yang Membara: Chelsea Menjamu Manchester United di Babak Kelima Piala FA Wanita
-
Tiga Menit Ajaib Kane, Bayern 10 Pemain Melaju ke 16 Besar Liga Champions
-
Finalissima 2026 di Lusail: Tiket Spanyol vs Argentina Mulai Dijual 25 Februari, Qatar Gelar Pesta Sepak Bola Sepekan
-
Carrick Tetap Membumi: Euforia Derby Diredam, United Menatap Ujian Berat di Markas Arsenal
-
Delapan Sempurna: Arsenal Sapu Bersih Fase Liga Champions, Kunci Puncak Klasemen Usai Tundukkan Kairat 3-2
-
Salah Kembali, Liverpool Lumat Marseille 3-0
-
City Bangkit di Etihad: Marmoush–Semenyo Antar Kemenangan, Tekanan ke Arsenal Meningkat
-
Drama di Emirates: Roket Cunha Guncang Arsenal, Perebutan Gelar Kian Memanas
-
Trubin Menanduk Mimpi Madrid: Benfica Libas 4-2, Arbeloa Didorong ke Jalur Play-off Liga Champions
-
Blatter Dukung Seruan Fans Hindari Piala Dunia di AS, Isu Keamanan Memanas