SETIANEWS Berita Bola Terkini Situs Setiawd

SETIAWD

Demi Perpisahan yang Layak, Liverpool Pastikan Salah Akan Kembali Sebelum Musim Usai

 

Setianews Liverpool akhirnya memberikan kabar yang dinantikan jutaan penggemarnya di seluruh dunia: Mohamed Salah diperkirakan akan pulih dan kembali bermain sebelum musim 2025-26 resmi berakhir. Konfirmasi itu disampaikan melalui pernyataan resmi klub pada hari Rabu, meredakan kekhawatiran yang sempat mencengkeram Anfield sejak sang bintang terpaksa ditarik keluar lapangan dalam kemenangan 3-1 atas Crystal Palace pada hari Sabtu lalu.

Kekhawatiran itu beralasan. Dengan hanya empat pertandingan tersisa di musim ini, setiap menit yang hilang terasa begitu berharga — bukan sekadar soal poin atau posisi di klasemen, melainkan soal kesempatan yang mungkin tak akan pernah datang lagi. Musim panas ini, Salah akan meninggalkan Liverpool setelah sembilan tahun penuh kenangan, prestasi, dan momen-momen bersejarah yang melekat erat dalam ingatan para pendukung The Reds. Bayangan bahwa ia mungkin tidak sempat melambai perpisahan di hadapan para penggemarnya sendiri adalah skenario yang terlalu menyedihkan untuk dibayangkan.

Namun klub segera menenangkan kegelisahan itu. “Liverpool FC dapat mengkonfirmasi bahwa Mohamed Salah diharapkan siap bermain lagi sebelum akhir musim ini,” bunyi pernyataan resmi tersebut. Lebih lanjut, pihak klub menegaskan bahwa cedera yang memaksanya meninggalkan lapangan di pertandingan melawan Crystal Palace hanyalah cedera otot ringan — bukan robekan hamstring serius seperti yang sempat dikhawatirkan banyak pihak sebelum hasil pemindaian keluar. “Masalah yang menyebabkan penarikan dirinya kini telah dikonfirmasi sebagai cedera otot ringan. Diperkirakan Salah akan kembali beraksi menjelang akhir musim 2025-26 dan kepergiannya dari The Reds musim panas ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Bagi seorang pemain yang telah memberikan segalanya selama hampir satu dekade, kepulihan ini bukan hanya soal fisik — ini soal kehormatan dan penutup kisah yang sepantasnya. Salah pertama kali menginjakkan kaki di Anfield pada tahun 2017, datang dari AS Roma dengan status sebagai pemain berbakat yang masih perlu membuktikan diri di liga paling kompetitif di dunia. Yang terjadi kemudian melampaui semua ekspektasi. Pemain internasional Mesir berusia 33 tahun itu menjelma menjadi salah satu penyerang paling mematikan dalam sejarah sepak bola modern, mencatatkan 257 gol dari lebih dari 400 penampilan bersama Liverpool — angka yang menempatkannya di posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub, di belakang legenda abadi Ian Rush dengan 346 gol dan Roger Hunt dengan 285 gol.

Jejak trofi yang ia tinggalkan pun tak kalah megah. Salah menjadi pilar utama saat Liverpool merebut gelar Liga Champions pada 2019, menjadi pahlawan dalam perayaan gelar Liga Premier pertama mereka dalam tiga dekade di musim 2019/20, dan kembali menjadi andalan saat The Reds kembali berpesta juara di musim 2024/25 ini. Di luar dua gelar paling bergengsi itu, Salah juga turut mengangkat trofi Piala Dunia Antarklub, Piala Super UEFA, Piala FA, dan dua Piala Liga — koleksi yang lebih dari cukup untuk mengukuhkan namanya dalam sejarah emas Anfield. Tak berhenti di sana, empat gelar Sepatu Emas Liga Premier menjadi bukti betapa konsisten ia mendominasi mesin gol Liverpool musim demi musim.

Namun jalan menuju perpisahan ini tidaklah mulus. Musim ini diwarnai oleh badai dramatis yang sempat mengguncang hubungan antara Salah dan Liverpool. Pada bulan Desember lalu, setelah ia dicadangkan dalam tiga pertandingan berturut-turut, Salah angkat bicara secara terbuka dengan nada yang jarang terdengar dari seorang pemain bintang: ia menuduh Liverpool telah “mengorbankannya” dan mengaku tidak memiliki hubungan yang baik dengan pelatih asal Belanda, Arne Slot. Pernyataan itu mengguncang internal klub dan memicu perdebatan panjang di kalangan penggemar maupun media. Meski konflik itu tampaknya telah mereda, luka kecil yang ditinggalkannya menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi perjalanan akhir Salah bersama The Reds.

Kini, dengan musim memasuki babak finalnya, Liverpool sendiri berada dalam situasi yang tak kalah krusial. Tim asuhan Arne Slot saat ini bertengger di posisi keempat klasemen Liga Premier — posisi yang cukup untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan, namun belum sepenuhnya aman. Minggu ini, mereka akan menghadapi salah satu laga paling bermuatan emosi dalam kalender sepak bola Inggris: derby abadi melawan Manchester United di Old Trafford. Kemenangan di sana bukan hanya akan memperkuat posisi Liverpool di klasemen, tetapi juga akan menjadi pernyataan keras di sisa musim yang masih menyimpan banyak kemungkinan.

Dan di tengah semua itu, satu harapan menggelayut di benak para pendukung Liverpool: bahwa Mohamed Salah akan kembali berdiri di atas rumput Anfield satu kali lagi, mengenakan seragam merah yang telah ia jadikan ikonik, sebelum babak terakhir dari petualangan luar biasanya ini benar-benar menutup tirai.

HOT NEWS

TRENDING

Gol Saka di Ujung Babak Pertama Membawa Arsenal ke Final Liga Champions,…

Perpisahan yang Belum Tiba: Glasner Ingin Tinggalkan Crystal Palace dengan Trofi Eropa…

Luis Enrique Kirim Pesan Tegas ke Bayern: PSG Datang ke Munich Bukan…

Dramatis di Old Trafford: Gol Mainoo Bawa Manchester United Kembali ke Panggung…

Demi Perpisahan yang Layak, Liverpool Pastikan Salah Akan Kembali Sebelum Musim Usai

Scroll to Top