SETIANEWS Berita Bola Terkini Situs Setiawd

SETIAWD

Tuchel: Inggris Tak Anggap Laga di Praha sebagai “Wajib Menang”

 

Setianews – Thomas Tuchel menegaskan bahwa pertandingan Inggris melawan Republik Ceko di Praha pada Selasa belum dapat disebut sebagai laga wajib menang. Pernyataan pelatih Inggris itu disampaikan pada Senin, setelah timnya kalah 3-2 dari Spanyol dalam pertandingan pembuka Grup A3 Nations League di Wembley pada Sabtu. Hasil tersebut membuat Inggris perlu segera merespons, tetapi Tuchel mengatakan fase grup masih terlalu dini untuk memberi label yang lebih menentukan pada laga berikutnya.

“Masih terlalu dini dalam fase grup untuk menyebutnya sebagai laga wajib menang,” ujar Tuchel kepada para wartawan di Praha. Ia tidak mengubah sasaran Inggris untuk pertandingan itu: tim tetap akan memasuki setiap laga dengan persiapan dan tujuan meraih kemenangan. “Pada umumnya, kami selalu menghadapi setiap pertandingan dan mempersiapkan tim dengan target untuk menang… itu adalah target saat melawan Spanyol dan itu pula target kami besok,” katanya.

Inggris sempat berada dalam posisi unggul 2-1 saat menghadapi Spanyol, tetapi sang juara dunia bertahan bangkit dan menutup laga dengan kemenangan 3-2. Pertandingan pembuka Grup A3 itu berlangsung sengit di Wembley pada Sabtu. Kekalahan tersebut sekaligus menghambat harapan Inggris untuk mencapai semifinal Nations League untuk kedua kalinya. Karena itu, laga di Praha menjadi kesempatan berikutnya bagi tim Tuchel untuk memperoleh hasil positif setelah awal yang mengecewakan.

Tuchel mengaitkan pentingnya hasil tersebut dengan kepercayaan diri dan keyakinan tim, tanpa menyebut pertandingan itu sebagai penentu nasib Inggris di fase grup. “Dalam sepak bola, Anda selalu membutuhkan hasil positif untuk membangun kepercayaan diri, mendapatkan dukungan, serta menumbuhkan keyakinan yang selalu Anda butuhkan. Terutama setelah mengalami kekalahan,” ucapnya. Pernyataan itu menggambarkan kebutuhan Inggris untuk kembali meraih hasil baik, sementara Tuchel tetap menahan diri dari anggapan bahwa laga melawan Ceko sudah menjadi pertandingan yang harus dimenangi.

Dengan kata lain, Tuchel membedakan antara keinginan untuk menang dan penilaian bahwa kemenangan sudah menjadi kewajiban mutlak pada titik ini. Inggris tetap membawa sasaran yang sama seperti saat melawan Spanyol, tetapi pelatihnya menempatkan hasil pertandingan dalam konteks fase grup yang masih berjalan. Setelah kekalahan di Wembley, hasil positif dipandang penting untuk mendukung kepercayaan diri dan keyakinan tim, bukan sebagai alasan untuk mengubah penilaiannya bahwa belum waktunya menyebut laga di Praha sebagai wajib menang.

Lawan Inggris juga datang ke pertandingan ini setelah menelan kekalahan pada laga pertama mereka di Grup A3. Republik Ceko kalah 1-2 dari Kroasia di kandang sendiri pada Sabtu, meskipun mereka sempat memperlihatkan tanda-tanda peningkatan performa. Dengan demikian, kedua tim sama-sama memulai rangkaian pertandingan grup dengan hasil yang tidak diharapkan. Inggris kalah dari Spanyol setelah sempat memimpin, sedangkan Ceko harus menerima kekalahan di kandang dari Kroasia.

Tuchel mengatakan dirinya memperkirakan pertandingan yang sengit. Ia juga menekankan bahwa Inggris menghormati kualitas lawan serta tantangan bermain di Praha. “Kami menghormati lawan, kami menghormati kualitas mereka, dan kami menghormati tantangan yang muncul saat bermain di Praha melawan Ceko,” kata mantan manajer Chelsea tersebut. Nada itu sejalan dengan catatan pertemuan kedua tim di kandang Republik Ceko: tuan rumah tidak pernah kalah dalam empat pertandingan kandang terakhir melawan Inggris.

Pertemuan terakhir mereka berlangsung di Praha pada 2019, dalam kualifikasi Euro 2020. Republik Ceko memenangi pertandingan itu dengan skor 2-1. Catatan tersebut menjadi latar bagi laga mendatang, tetapi Inggris kini datang dengan situasi dan susunan tim yang berbeda. Materi yang tersedia juga menunjukkan bahwa Ceko berada dalam tahap pembentukan di bawah pelatih baru, sehingga pertandingan ini mempertemukan tim yang hendak pulih dari kekalahan dengan tuan rumah yang masih membangun performa.

Republik Ceko menunjuk Santi Denia, pelatih asal Spanyol, sebagai pelatih asing pertama mereka pada musim panas lalu. Penunjukan itu dilakukan setelah Ceko finis di posisi juru kunci grup Piala Dunia mereka. Denia sebelumnya sukses membawa Spanyol meraih medali emas Olimpiade 2024. Kini ia memimpin proses pembentukan tim Ceko, yang meskipun kalah dari Kroasia, telah menunjukkan tanda-tanda peningkatan dalam laga pembuka Grup A3.

Denia menyebut Inggris sebagai “salah satu tim terbaik di dunia”, tetapi menegaskan bahwa tim tuan rumah akan tetap berkonsentrasi pada permainan mereka sendiri. “Kami fokus pada pengembangan diri untuk meningkatkan performa serta membenahi detail-detail permainan tim kami,” ujar Denia. Komentarnya menempatkan perhatian Ceko pada proses perbaikan tim, sementara laga melawan Inggris menuntut mereka menghadapi lawan yang dihormati dan memiliki target kemenangan.

Di sisi Inggris, persoalan kebugaran juga menjadi pertimbangan menjelang pertandingan Selasa. Ezri Konsa dan Nico O’Reilly, yang sama-sama menjadi starter saat melawan Spanyol, mengalami “masalah ringan” yang mungkin membuat mereka absen. Tuchel mengatakan bahwa ia ingin terlebih dahulu berbicara dengan tim dokter, fisioterapis, serta para pemain itu sendiri sebelum menentukan langkah. Ia menyampaikan bahwa susunan pemain yang sama akan menjadi pilihan ideal, tetapi keputusan akhir harus memperhitungkan kondisi mereka.

“Idealnya, saya ingin menurunkan susunan pemain yang sama, tetapi saya perlu berbicara dengan tim dokter, fisioterapis, dan para pemain itu sendiri,” kata Tuchel. Sebelum pemusatan latihan ini, pola pikirnya adalah menghindari terlalu banyak rotasi. Namun, ia menambahkan bahwa kesehatan pemain akan selalu menjadi perhatian utama. Dengan demikian, kemungkinan perubahan susunan pemain tidak semata-mata didasarkan pada hasil melawan Spanyol, melainkan juga pada penilaian terhadap kondisi Konsa dan O’Reilly menjelang laga di Praha.

Inggris memiliki catatan terbatas dalam perjalanan Nations League. Dari tiga edisi yang telah digelar, Three Lions baru sekali mencapai semifinal. Mereka bahkan sempat terdegradasi ke kasta kedua pada musim 2022/23. Catatan itu memberi konteks pada harapan Inggris untuk kembali melangkah ke semifinal, yang kini sudah terhambat oleh kekalahan dari Spanyol di laga pembuka. Meski demikian, Tuchel tidak menggambarkan pertandingan berikutnya sebagai kesempatan terakhir, dan menekankan bahwa masih terlalu dini untuk menyebutnya wajib menang.

Bagi Inggris, sasaran untuk meraih kemenangan di Praha tetap jelas, sebagaimana sasaran mereka ketika menghadapi Spanyol. Namun, Tuchel memadukan target itu dengan kehati-hatian: tim perlu membangun kembali kepercayaan diri setelah kalah, menghormati kualitas Ceko, dan menilai kondisi para pemain sebelum menyusun tim. Sementara itu, tuan rumah memasuki laga setelah kalah dari Kroasia dan sedang berupaya mengembangkan permainan di bawah Denia. Pertemuan Selasa itu pun menjadi ujian berikutnya bagi kedua tim di Grup A3, dengan Inggris berusaha memberi respons dan Ceko berfokus pada peningkatan performa mereka sendiri.

HOT NEWS

TRENDING

Manchester United Dipermalukan Bournemouth 0-3 di Old Trafford, Kursi Michael Carrick Makin…

Manchester City Libas AEK Athens 5-1 dan Bangkit di Liga Champions

Manchester United Gagal Bangkit! Leeds Comeback

Andy Burnham Siap Buka-bukaan soal Hubungannya dengan Manchester City

Arsenal Tunjukkan Mental Juara! Tekuk Leeds 2-1, The Gunners Tempel Ketat Manchester…

Scroll to Top