SETIANEWS Berita Bola Terkini Situs Setiawd

SETIAWD

Aksi Antisemit Suporter Hajduk Split Picu Kecaman, 12 Orang Ditangkap Usai Laga Kontra Ajax

Setianews – Kepolisian Kroasia menangkap sedikitnya 12 suporter HNK Hajduk Split setelah aksi antisemit, pujian terhadap Adolf Hitler, dan kericuhan mewarnai pertandingan melawan Ajax di ajang UEFA Conference League. Insiden yang terjadi menjelang dan selama pertandingan pada Kamis malam itu memicu kecaman luas dari berbagai kalangan, termasuk Presiden Kroasia Zoran Milanovic, pemerintah, serta sejumlah organisasi sepak bola.

Sebelum pertandingan dimulai, ribuan pendukung Hajduk Split dilaporkan melakukan pawai di Kota Split sambil meneriakkan hinaan terhadap komunitas Yahudi dan mengagungkan pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler. Dalam aksi tersebut, mereka juga membawa sebuah mobil yang mengangkut replika peti mati bertuliskan nama Ajax, klub Belanda yang memiliki sejarah panjang dan identitas kuat dengan komunitas Yahudi di Amsterdam.

Aksi tersebut menuai kemarahan publik karena mengandung unsur kebencian dan simbolisme ekstremis. Kepolisian setempat kemudian melakukan penangkapan pada Jumat terhadap 12 orang yang diduga terlibat dalam tindakan menghasut kekerasan dan kebencian. Pihak berwenang juga membuka kemungkinan adanya penangkapan tambahan seiring berlanjutnya penyelidikan.

Kericuhan berlanjut ketika pertandingan berlangsung. Sejumlah suporter Hajduk Split melemparkan suar dan benda-benda lainnya ke lapangan hingga memaksa wasit menghentikan pertandingan selama sekitar 12 menit. Meski diwarnai gangguan, pertandingan akhirnya dapat diselesaikan dengan kemenangan Hajduk Split 2-1 atas Ajax. Laga tersebut menjadi momen penting bagi Hajduk karena merupakan penampilan besar mereka di kompetisi Eropa setelah penantian selama 16 tahun.

Meski meraih kemenangan di lapangan, aksi sebagian pendukung justru membuat klub berada dalam sorotan negatif. Federasi Sepak Bola Kroasia mengecam keras kejadian tersebut dan menyebutnya sebagai noda bagi citra sepak bola nasional. Federasi menegaskan bahwa tindakan antisemit dan glorifikasi Nazisme bertentangan dengan prinsip dasar olahraga, seperti penghormatan, toleransi, dan persatuan.

Presiden Kroasia Zoran Milanovic turut menyampaikan kecaman dan mendesak penerapan hukuman tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat. Ia menegaskan perlunya langkah nyata untuk menunjukkan bahwa pemujaan terhadap Nazisme tidak memiliki tempat di Kroasia.

Hajduk Split juga menghadapi potensi sanksi disipliner dari UEFA akibat perilaku suporternya dan gangguan yang terjadi selama pertandingan. Pihak klub telah menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut, tetapi menegaskan bahwa tindakan para pelaku tidak mewakili keseluruhan basis pendukung mereka.

Dalam pernyataan resminya, klub mengakui bahwa kejadian tersebut merupakan sesuatu yang memalukan dan tidak mencerminkan nilai-nilai yang ingin mereka junjung. Hajduk Split juga menyatakan kesediaannya untuk menerima konsekuensi atas insiden tersebut.

Peristiwa ini kembali memunculkan perdebatan mengenai perkembangan nasionalisme ekstrem di Kroasia. Pemerintah negara itu selama ini menghadapi kritik dari sejumlah pihak yang menilai respons terhadap meningkatnya sentimen ekstremis belum memadai. Kritik tersebut berkaitan dengan warisan sejarah Perang Dunia II, ketika rezim Ustasha yang berkuasa di wilayah Kroasia saat itu berkolaborasi dengan Nazi Jerman. Pemerintah Kroasia sendiri telah membantah tuduhan bahwa mereka membiarkan perkembangan ekstremisme tersebut.

Milorad Pupovac, tokoh politik yang mewakili komunitas etnis Serbia di Kroasia, turut memperingatkan bahwa insiden di Split bukanlah sesuatu yang muncul tanpa tanda-tanda sebelumnya. Ia menilai bahwa situasi tersebut merupakan perkembangan yang telah lama dikhawatirkan, terutama mengingat sejarah kekerasan yang dialami berbagai kelompok selama Perang Dunia II.

Pada masa itu, puluhan ribu orang Serbia, Yahudi, Roma, serta warga Kroasia yang menentang fasisme menjadi korban pembunuhan dan kekejaman di kamp-kamp konsentrasi yang dioperasikan rezim Ustasha. Namun, sejumlah kelompok nasionalis Kroasia masih menggunakan slogan dari era tersebut sebagai simbol perjuangan kemerdekaan Kroasia dari Yugoslavia, sehingga memicu kontroversi berkepanjangan mengenai batas antara identitas nasional dan glorifikasi rezim ekstremis.

Kedutaan Besar Israel di Zagreb juga mengecam insiden tersebut dan menyatakan keterkejutannya atas aksi antisemit yang terjadi. Mereka mendesak pemerintah Kroasia mengambil tindakan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Kasus ini kini menjadi perhatian luas, bukan hanya karena potensi hukuman yang menanti Hajduk Split dari UEFA, tetapi juga karena menyangkut persoalan antisemitisme, ekstremisme, dan tanggung jawab klub dalam menjaga perilaku suporternya. Penangkapan para pelaku menjadi langkah awal penegakan hukum, sementara kecaman dari berbagai pihak mempertegas tuntutan agar tindakan kebencian tidak mendapat ruang dalam sepak bola maupun kehidupan masyarakat.

HOT NEWS

TRENDING

Manchester United Dipermalukan Bournemouth 0-3 di Old Trafford, Kursi Michael Carrick Makin…

Manchester City Libas AEK Athens 5-1 dan Bangkit di Liga Champions

Manchester United Gagal Bangkit! Leeds Comeback

Andy Burnham Siap Buka-bukaan soal Hubungannya dengan Manchester City

Arsenal Tunjukkan Mental Juara! Tekuk Leeds 2-1, The Gunners Tempel Ketat Manchester…

Scroll to Top