SETIANEWS Berita Bola Terkini Situs Setiawd

SETIAWD

Al Taawoun Disanksi Dua Laga Tanpa Penonton Setelah Sorakan Nama Diogo Jota

 

Setianews – Klub Saudi Pro League, Al Taawoun, dijatuhi sanksi oleh Komite Disiplin dan Etika Federasi Sepak Bola Arab Saudi menyusul sorakan nama mendiang penyerang Portugal, Diogo Jota, dalam pertandingan melawan Al Hilal. Keputusan itu diumumkan pada Selasa, dengan Al Taawoun diperintahkan menggelar dua pertandingan kandang Saudi Pro League berikutnya secara tertutup atau tanpa penonton.

Selain hukuman pertandingan kandang tanpa kehadiran penonton, Al Taawoun juga dikenai denda sebesar 100.000 riyal. Nilai tersebut setara dengan US$26.660. Sanksi ini berkaitan dengan kejadian pada laga Sabtu ketika Al Taawoun menghadapi Al Hilal, pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 6-0 untuk Al Hilal.

Perkara tersebut berawal dari tindakan sebagian penonton yang meneriakkan nama “Jota” saat pertandingan berlangsung. Sorakan itu menjadi perhatian karena berkaitan dengan Ruben Neves, gelandang Al Hilal yang merupakan teman dekat sekaligus mantan rekan setim Diogo Jota. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sebagian penonton melantunkan nama mendiang penyerang tersebut di tengah laga.

Diogo Jota meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di Spanyol tahun lalu. Dalam kecelakaan itu, Jota meninggal bersama saudaranya, Andre Silva. Peristiwa tersebut menjadi latar yang membuat sorakan nama Jota dalam pertandingan Al Taawoun melawan Al Hilal dipandang sangat sensitif.

Kedekatan Ruben Neves dengan Jota turut menjadi bagian penting dalam insiden ini. Neves bukan hanya pernah bermain bersama Jota, tetapi juga dikenal sebagai teman dekatnya. Ia termasuk salah satu orang yang mengusung peti jenazah Jota pada saat pemakaman. Karena itu, sorakan yang terdengar di pertandingan tersebut dikaitkan langsung dengan situasi personal yang menyentuh Neves.

Di lapangan, Neves memberikan reaksi ketika mendengar sorakan tersebut. Gelandang Al Hilal itu menunjuk ke arah matanya, lalu ke langit. Seusai pertandingan, ia menyampaikan tanggapannya dengan kalimat, “Saya harap mereka tidak pergi berdoa setelah ini.” Reaksi Neves menjadi salah satu bagian yang paling disorot dari kejadian tersebut, seiring beredarnya rekaman video dari laga itu di media sosial.

Kemenangan besar Al Hilal dengan skor 6-0 atas Al Taawoun kemudian tidak terlepas dari perhatian terhadap insiden di tribun. Fokus publik bergeser pada sorakan yang menyebut nama Jota dan dampaknya terhadap Neves, yang memiliki hubungan dekat dengan mendiang pemain asal Portugal itu. Dalam konteks duka atas meninggalnya Jota dan Andre Silva, insiden tersebut memicu kecaman luas.

Salah satu kecaman datang dari kapten Al Nassr, Cristiano Ronaldo. Ronaldo mendesak pihak berwenang untuk mengambil tindakan tegas terhadap kejadian tersebut. Desakan itu menambah tekanan agar insiden yang berlangsung dalam pertandingan Saudi Pro League itu ditangani secara serius oleh otoritas sepak bola Arab Saudi.

Al Hilal juga mengambil langkah resmi dengan mengajukan pengaduan kepada Federasi Sepak Bola Arab Saudi. Dalam pengaduannya, Al Hilal menyebut sorakan tersebut sebagai tindakan yang menyinggung dan tidak dapat diterima. Sikap klub itu menegaskan keberatan terhadap perilaku sebagian penonton yang meneriakkan nama Jota dalam pertandingan melawan Al Taawoun.

Sementara itu, Al Taawoun menyampaikan kecaman terhadap perilaku tersebut. Klub itu menegaskan bahwa tindakan yang terjadi tidak mencerminkan sikap Al Taawoun maupun para pendukungnya. Pernyataan ini disampaikan di tengah perhatian yang tertuju pada tanggung jawab klub setelah insiden di pertandingan kandang tersebut.

Keputusan Komite Disiplin dan Etika Federasi Sepak Bola Arab Saudi pada Selasa menjadi tindak lanjut atas insiden itu. Dua pertandingan kandang Saudi Pro League berikutnya yang harus dijalani Al Taawoun akan berlangsung secara tertutup atau tanpa penonton. Di samping itu, denda 100.000 riyal, yang setara dengan US$26.660, turut dijatuhkan kepada klub tersebut.

Sanksi itu menempatkan Al Taawoun dalam situasi yang tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan melawan Al Hilal, tetapi juga dengan konsekuensi atas perilaku yang terjadi di tribun. Pertandingan Sabtu tersebut sendiri berakhir 6-0 untuk Al Hilal, namun peristiwa di luar jalannya permainan menjadi perhatian utama setelah nama Jota diteriakkan oleh sebagian penonton.

Kasus ini juga menyoroti dampak sebuah tindakan di stadion ketika tindakan tersebut berkaitan dengan kehilangan pribadi seorang pemain. Bagi Neves, nama Jota memiliki makna yang tidak dapat dipisahkan dari hubungan pertemanan dan pengalaman bersama sebagai mantan rekan setim. Kehadirannya sebagai salah satu pengusung peti jenazah Jota pada pemakaman memperlihatkan kedekatan tersebut.

Diogo Jota dan Andre Silva meninggal dalam kecelakaan mobil di Spanyol tahun lalu. Dengan latar tersebut, sorakan yang terekam dalam video di media sosial tidak hanya memicu reaksi dari Neves, tetapi juga kecaman dari berbagai pihak. Ronaldo meminta otoritas bertindak tegas, sedangkan Al Hilal memilih jalur resmi melalui pengaduan kepada Federasi Sepak Bola Arab Saudi.

Dalam pernyataannya, Al Hilal menilai sorakan itu menyinggung dan tidak dapat diterima. Al Taawoun, di sisi lain, mengecam perilaku yang terjadi serta menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak merepresentasikan klub atau para pendukungnya. Pernyataan dari kedua klub itu muncul sebelum keputusan disiplin yang kemudian menetapkan hukuman bagi Al Taawoun.

Dengan keputusan tersebut, Federasi Sepak Bola Arab Saudi melalui Komite Disiplin dan Etikanya telah menjatuhkan dua bentuk sanksi: dua laga kandang Saudi Pro League tanpa penonton dan denda 100.000 riyal. Hukuman itu merupakan respons terhadap insiden sorakan nama Diogo Jota dalam pertandingan Al Taawoun melawan Al Hilal.

Perkembangan ini berlangsung dalam suasana duka yang menyertai meninggalnya Jota dan saudaranya, Andre Silva, tahun lalu. Di tengah pertandingan yang dimenangi Al Hilal dengan skor 6-0, tindakan sebagian penonton memunculkan reaksi keras, pengaduan resmi, serta akhirnya sanksi dari otoritas sepak bola Arab Saudi. Al Taawoun kini harus menjalani dua pertandingan kandang berikutnya tanpa penonton, selain membayar denda yang telah ditetapkan.

HOT NEWS

TRENDING

Manchester United Dipermalukan Bournemouth 0-3 di Old Trafford, Kursi Michael Carrick Makin…

Manchester City Libas AEK Athens 5-1 dan Bangkit di Liga Champions

Manchester United Gagal Bangkit! Leeds Comeback

Andy Burnham Siap Buka-bukaan soal Hubungannya dengan Manchester City

Arsenal Tunjukkan Mental Juara! Tekuk Leeds 2-1, The Gunners Tempel Ketat Manchester…

Scroll to Top