SETIAWD
Bosnia Selangkah Lagi ke Babak 32 Besar setelah Menekuk Qatar 3-1
Setianews – Bosnia-Herzegovina menempatkan diri dalam posisi yang sangat menjanjikan untuk melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia setelah menundukkan Qatar dengan skor 3-1 dalam laga terakhir Grup B, Rabu. Kemenangan ini membuat Bosnia mengoleksi empat poin dan berada dalam posisi kuat untuk menjadi salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik yang berhak melaju ke fase gugur. Di sisi lain, hasil tersebut memastikan langkah Qatar terhenti di babak grup, mengakhiri perjalanan tim tuan rumah edisi 2022 itu di turnamen kali ini.
Sejak menit-menit awal, Bosnia tampil dengan niat yang jelas untuk mengejar kemenangan. Mereka langsung menekan begitu peluit kick-off dibunyikan dan tidak membiarkan Qatar mengembangkan permainan dengan nyaman. Baru empat menit pertandingan berjalan, gawang Qatar sudah dua kali berada dalam ancaman serius. Mahmoud Abunada dipaksa bekerja keras ketika ia lebih dulu menggagalkan tendangan keras Ermedin Demirovic. Tidak lama berselang, kiper Qatar itu kembali harus menunjukkan refleksnya saat menepis percobaan Ivan Sunjic. Tekanan cepat itu menjadi sinyal bahwa Bosnia datang dengan energi, keberanian, dan rasa percaya diri yang tinggi.
Dorongan tersebut segera berbuah. Bosnia mendapatkan momentum ketika Kerim Alajbegovic, pemain termuda Bosnia di Piala Dunia yang baru berusia 18 tahun, mencetak gol pembuka dengan cara yang memikat. Setelah melewati dua pemain, ia melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tidak mampu dihentikan Abunada. Gol itu bukan hanya membuka keunggulan Bosnia, tetapi juga memberi gambaran jelas tentang keberanian pemain muda tersebut dalam panggung sebesar Piala Dunia. Seusai bola masuk ke gawang, Alajbegovic langsung dikerubungi rekan-rekan setimnya. Ketika perayaan usai dan para pemain kembali ke garis tengah, ia sempat berdiri menikmati momen itu, lalu meletakkan jari di bibirnya, sebuah selebrasi yang menegaskan betapa besar arti gol tersebut.
Bosnia tidak berhenti setelah unggul. Mereka terus memanfaatkan momentum dan meningkatkan tekanan ke pertahanan lawan. Lima menit setelah gol pertama, tim Eropa itu menggandakan keunggulan lewat sebuah momen yang juga menegaskan pengaruh Edin Dzeko. Dalam penampilannya yang ke-150, Dzeko menunjukkan kelas dan pengalaman yang dimilikinya. Ia terlibat penting dalam terciptanya gol kedua Bosnia ketika upayanya membentur al-Brake, lalu mengenai Abunada, sebelum akhirnya masuk ke gawang. Gol itu tercatat sebagai gol bunuh diri Abunada, tetapi peran Dzeko dalam membangun situasi sangat menentukan. Bosnia pun tampak berada di jalur yang sepenuhnya mereka kendalikan.
Dzeko sendiri terus menghadirkan ancaman. Penyerang veteran itu seperti tidak ingin kalah bersinar dari Alajbegovic yang sedang menikmati sorotan. Beberapa menit setelah gol kedua, ia kembali lolos dari pengawalan dan melepaskan tembakan yang sudah melewati Abunada. Namun, kali ini tiang gawang menggagalkan peluang Bosnia untuk menjauh lebih cepat. Pada fase tersebut, Bosnia terlihat lebih tajam, lebih hidup, dan lebih mampu mengendalikan ritme pertandingan.
Meski demikian, keunggulan dua gol tidak serta-merta membuat laga berubah mudah. Di tengah cuaca yang panas, intensitas Bosnia sedikit meredup dan Qatar menemukan jalan untuk kembali masuk ke pertandingan. Hassan al-Haydos, gelandang berusia 35 tahun yang merupakan pemain dengan penampilan terbanyak untuk Al Annabi, membayar kepercayaan pelatih Julen Lopetegui dengan sebuah gol pada menit ke-42. Gol itu membuat pertandingan kembali terbuka dan memberi harapan bagi Qatar menjelang turun minum. Bosnia yang sebelumnya tampak sangat nyaman mendadak diingatkan bahwa mereka belum benar-benar aman.
Peringatan itu bahkan nyaris berubah menjadi pukulan yang lebih besar bagi Bosnia pada masa tambahan waktu babak pertama. Pertahanan mereka gagal belajar dari situasi sebelumnya, dan Qatar hampir menyamakan kedudukan ketika tembakan Pedro Miguel menghantam tiang jauh. Bosnia berutang kepada mistar dan keberuntungan karena tetap bisa menutup babak pertama dalam posisi unggul. Jika peluang itu berbuah gol, arah pertandingan mungkin akan berubah sepenuhnya.
Memasuki babak kedua, pertandingan tidak lagi seintens saat awal laga. Peluang-peluang bersih menjadi lebih jarang tercipta, dan duel berkembang menjadi pertarungan kesabaran, disiplin, serta kemampuan memanfaatkan celah kecil. Bosnia tetap berusaha menjaga kendali, tetapi Qatar juga menunjukkan bahwa mereka belum menyerah. Dalam situasi seperti itu, setiap kesalahan kecil menjadi sangat berharga.
Salah satu momen penting di babak kedua lahir ketika Esmir mencuri bola dari sisi kanan dan bergerak maju, hampir meniru aksi Alajbegovic yang sebelumnya menghasilkan gol indah. Namun, kali ini Abunada masih mampu melakukan penyelamatan dan menghalau bola keluar, menghadirkan tendangan sudut untuk Bosnia. Itu menjadi salah satu sedikit peluang yang benar-benar menguji pertahanan Qatar pada fase laga yang lebih ketat.
Ketegangan akhirnya pecah pada menit ke-80. Frustrasi Bosnia yang sempat tumbuh karena keunggulan tipis dan permainan yang semakin alot berubah menjadi kegembiraan ketika Ermin Mahmic mencetak gol ketiga. Gol itu memastikan kemenangan Bosnia sekaligus menjadi gol keduanya secara beruntun. Selebrasi Mahmic mencerminkan besarnya beban yang terlepas dari pundak timnya: ia merobek bajunya dalam luapan emosi, dan pemain 21 tahun itu sama sekali tidak memedulikan kartu kuning yang ia terima setelahnya. Yang penting bagi Bosnia adalah skor kembali menjauh dan tiket kemenangan nyaris sepenuhnya berada dalam genggaman.
Sisa pertandingan kemudian mengarah pada satu kesimpulan yang semakin jelas. Bosnia mampu menjaga keunggulan mereka hingga peluit akhir berbunyi dan menutup laga dengan kemenangan 3-1 yang sangat berarti. Hasil itu tidak hanya memberi mereka tiga poin penting, tetapi juga menempatkan mereka di ambang pencapaian bersejarah: peluang untuk mencapai babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya. Dengan empat poin di tangan, Bosnia kini berada dalam posisi kuat untuk lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik menuju babak 32 besar.
Bagi Qatar, hasil ini menegaskan akhir perjalanan mereka di fase grup. Sempat memberi perlawanan dan membuat pertandingan hidup kembali lewat gol al-Haydos, mereka tetap tidak mampu membalikkan keadaan setelah awal laga yang sulit dan akhirnya harus menerima kenyataan tersingkir dari turnamen. Sementara Qatar menutup langkah mereka dengan kekecewaan, Bosnia meninggalkan lapangan dengan keyakinan bahwa kerja keras mereka pada malam itu bisa menjadi pintu masuk menuju babak baru dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
-
01 Jul 2026Grimaldo Wujudkan Mimpi ke Atletico, Siap Bawa Pengaruh Besar dari Leverkusen
-
30 Jun 2026Lewandowski Resmi ke Chicago Fire, MLS Sambut Salah Satu Predator Gol Terhebat Era Modern
-
30 Jun 2026Kroasia Bertahan, Ghana Melawan, dan Sundulan Akhir yang Mengantar ke 32 Besar
-
30 Jun 2026Bellingham dan Kane Antar Inggris Melaju, Tapi Panama Sempat Bikin The Three Lions Bekerja Keras
-
26 Jun 2026Swiss Taklukkan Kanada dan Rebut Puncak Grup B dalam Laga Menegangkan di Vancouver
-
26 Jun 2026Bosnia Selangkah Lagi ke Babak 32 Besar setelah Menekuk Qatar 3-1
-
25 Jun 2026Kolombia Menang Susah Payah atas DR Congo, Munoz Antar Los Cafeteros ke Babak Gugur
-
24 Jun 2026Brasil Bidik Puncak Grup C, Skotlandia Datang Membawa Mimpi Besar
-
24 Jun 2026Mbappe Bersinar dalam Laga yang Tertahan Badai, Prancis Tundukkan Irak 3-0 dan Segel Tiket ke 32 Besar
-
22 Jun 2026Laga ke-1000 Piala Dunia Jadi Panggung Jepang Menggulung Tunisia dan Mendekat ke Babak 32 Besar
HOT NEWS
TRENDING
SETIAWD West Ham Terjun ke Championship, Spurs Lolos dari Jurang Degradasi Setianews – West Ham United resmi terdegradasi dari Liga…
#setiawd Dari Divisi Empat ke Bundesliga, Kota Kecil Elversberg Ciptakan Sejarah yang Tak Terbayangkan SV Elversberg akhirnya meraih mimpi…
#setiawd Tendangan Bebas Keras Modiba Jadikan Sundowns Tuan Rumah yang Menang Tipis, FAR Rabat Masih Simpan Asa Mamelodi Sundowns…
#setiawd Vinicius Bawa Madrid Menang, tapi Sevilla Tetap Bertahan Berkat Keajaiban dari Tempat Lain Real Madrid mengakhiri laga kandang…
#setiawd Pesta Trofi Ternoda: PSG Rayakan Gelar Ligue 1 Kelima Beruntun, tapi Dipermalukan Paris FC di Laga Pamungkas Paris…
-
Chevalier Bersinar, PSG Tumbangkan Marseille untuk Angkat Trofi Champions Prancis
-
Fulham Tundukkan Chelsea 10 Pemain di Craven Cottage: Era Rosenior Dimulai dengan Pahit dari Tribun Penonton
-
Dua Gol Sesko Tak Selamatkan United: Era Pascapemecatan Amorim Dimulai dengan Hasil Imbang Pahit di Markas Burnley
-
Diallo Menyala, Gajah Perkasa: Pantai Gading Libas Burkina Faso 3-0 dan Tantang Mesir di Perempat Final
-
Torino Tikam Roma di Menit 90, Giallorossi Tersingkir 2-3 dari Coppa Italia
-
Ikone Membungkam Parc des Princes: Paris FC Singkirkan PSG, Derby Paris Hadirkan Kejutan Besar di Coupe de France
-
Maroko Libas Nigeria Lewat Drama Adu Penalti untuk Tembus Final Piala Afrika
-
City Dekati Marc Guehi: Kesepakatan Prinsip Disepakati di Tengah Krisis Pertahanan
-
Kane Pimpin Kebangkitan: Bayern Lumat Leipzig 5-1, Rekor Menggunung dan Jarak 11 Poin Terjaga
-
Kembali ke Oranje: Van Nistelrooy Siap Asah Tajam Belanda Menuju Piala Dunia 2026
-
Finalissima 2026 di Lusail: Tiket Spanyol vs Argentina Mulai Dijual 25 Februari, Qatar Gelar Pesta Sepak Bola Sepekan
-
Ulangan Final yang Membara: Chelsea Menjamu Manchester United di Babak Kelima Piala FA Wanita
-
Salah Kembali, Liverpool Lumat Marseille 3-0
-
Tiga Menit Ajaib Kane, Bayern 10 Pemain Melaju ke 16 Besar Liga Champions
-
Drama di Emirates: Roket Cunha Guncang Arsenal, Perebutan Gelar Kian Memanas
-
Carrick Tetap Membumi: Euforia Derby Diredam, United Menatap Ujian Berat di Markas Arsenal
-
City Bangkit di Etihad: Marmoush–Semenyo Antar Kemenangan, Tekanan ke Arsenal Meningkat
-
Blatter Dukung Seruan Fans Hindari Piala Dunia di AS, Isu Keamanan Memanas
-
Delapan Sempurna: Arsenal Sapu Bersih Fase Liga Champions, Kunci Puncak Klasemen Usai Tundukkan Kairat 3-2
-
Trubin Menanduk Mimpi Madrid: Benfica Libas 4-2, Arbeloa Didorong ke Jalur Play-off Liga Champions