SETIAWD
Kroasia Bertahan, Ghana Melawan, dan Sundulan Akhir yang Mengantar ke 32 Besar
Setianews – Kroasia memastikan tempat di babak 32 besar Piala Dunia setelah melewati pertarungan keras melawan Ghana dan menang 2-1 dalam laga yang menuntut ketenangan, daya tahan, dan keteguhan hingga menit-menit terakhir. Kemenangan itu membawa Kroasia merebut posisi kedua Grup L, sekaligus menutup satu pertandingan yang bergerak dalam gelombang emosi berbeda: dominasi awal yang menjanjikan dari Kroasia, kebangkitan penuh tenaga dari Ghana, lalu satu momen penentu yang datang di ujung laga ketika tekanan terasa paling berat.
Petar Sucic lebih dulu membawa Kroasia unggul pada babak pertama, tetapi pertandingan sama sekali tidak berjalan mudah setelah itu. Ghana bangkit, mengambil alih ritme permainan, dan terus menekan setelah jeda hingga akhirnya menyamakan kedudukan melalui Derrick Luckassen. Namun seperti yang telah beberapa kali mereka tunjukkan di panggung besar, runner-up Piala Dunia 2018 itu mampu menemukan jalan keluar saat keadaan paling menegangkan. Sundulan Nikola Vlasic di menit-menit akhir menjadi pembeda, memastikan Kroasia melangkah ke fase gugur, di mana mereka akan menghadapi tim peringkat kedua dari Grup K di Toronto pada hari Kamis.
Untuk sesaat, Kroasia bahkan sempat berada di jalur untuk menutup fase grup sebagai juara Grup L. Skenario itu bertahan sampai Jude Bellingham membawa Inggris unggul pada babak kedua melawan Panama dalam pertandingan lain di grup yang sama pada hari Sabtu. Tim asuhan Thomas Tuchel kemudian menuntaskan laga dengan kemenangan 2-0, hasil yang memastikan Inggris finis di puncak klasemen dan membuat Kroasia harus puas di posisi kedua. Meski begitu, pada malam ketika yang paling dibutuhkan adalah kelolosan, Kroasia tetap mendapatkan target utamanya.
Di sisi lain, Ghana datang ke pertandingan di Philadelphia dengan situasi yang sedikit lebih tenang. Black Stars sudah memastikan tiket ke babak 32 besar bahkan sebelum pertandingan dimulai, berkat kemenangan atas Panama dan hasil imbang melawan Inggris pada dua laga pembuka. Kepastian itu membuat laga ini bukan soal bertahan hidup bagi Ghana, melainkan soal menegaskan kualitas mereka di grup yang berjalan ketat. Lolosnya mereka juga memastikan ini akan menjadi penampilan ketiga Ghana di babak gugur Piala Dunia, sebuah catatan yang mempertegas kapasitas mereka untuk terus bersaing di level tertinggi.
Meski sama-sama membawa kepentingan besar, pertandingan dibuka dengan ritme yang cermat sebelum Kroasia mulai menemukan ruang untuk melancarkan serangan balik berbahaya. Pada menit ke-17, momen tajam pertama akhirnya hadir. Sebuah transisi cepat membawa bola ke kaki Nikola Vlasic di ruang kosong di luar kotak penalti. Ia tidak menunggu lama untuk melepaskan tembakan rendah yang mengarah tajam, tetapi upaya itu hanya membentur tiang gawang. Kroasia belum unggul, namun peluang itu memberi tanda bahwa mereka mampu melukai Ghana ketika ruang terbuka.
Tekanan dan kesabaran Kroasia kemudian membuahkan hasil setelah laga melewati setengah jam. Petar Sucic mencetak gol pembuka melalui sebuah tembakan spekulatif dari jarak sekitar 30 yard. Bola meluncur rendah, melewati kaki bek tengah Ghana, Derrick Luckassen, lalu terus melaju melewati Benjamin Asare yang sedikit kehilangan pandangan. Gol itu memberi Kroasia keunggulan yang sangat penting dalam pertandingan yang sejak awal diperkirakan akan berjalan ketat. Bagi Sucic sendiri, gol tersebut memiliki arti khusus karena itu merupakan gol internasional keduanya bersama tim nasional Kroasia, sebuah kontribusi besar dari gelandang Inter Milan dalam momen yang sangat menentukan.
Keunggulan itu tidak membuat pertandingan menjadi nyaman bagi Kroasia. Justru setelah tertinggal, Ghana mulai terdorong keluar dari pendekatan yang lebih hati-hati dan tampil lebih berani. Mereka mulai meningkatkan intensitas, memainkan bola dengan keyakinan lebih besar, dan berusaha menyerang area pertahanan Kroasia dengan kecepatan yang lebih tinggi. Pada menit ke-40, Antoine Semenyo menerobos masuk ke kotak penalti lawan dan mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan. Upayanya melenceng tipis dari tiang jauh, namun percobaan itu menunjukkan bahwa Ghana semakin hidup dan mulai menguji ketahanan Kroasia.
Pelatih Ghana, Carlos Queiroz, merespons kebutuhan timnya dengan melakukan beberapa perubahan pada babak pertama. Salah satu perubahan yang segera memberi warna baru adalah masuknya pemain sayap Abdul Fatawu menggantikan Elisha Owusu yang lebih defensif. Kehadiran Fatawu langsung mengirim pesan yang jelas: Ghana ingin menyerang. Tak lama setelah masuk, ia memperlihatkan niat tersebut dengan sebuah tembakan yang melambung di atas mistar gawang. Meski belum menghasilkan gol, perubahan itu membantu Ghana meningkatkan dorongan ke depan dan membuat pertandingan bergeser ke arah yang lebih menguntungkan mereka.
Memasuki babak kedua, tekanan Ghana menjadi semakin nyata. Black Stars mulai menguasai permainan dan memaksa Kroasia lebih sering bertahan. Serangan mereka datang dengan frekuensi lebih tinggi, dengan dorongan dari sisi lapangan dan ancaman di area tiang dekat yang terus merepotkan. Pada menit ke-50, Semenyo, penyerang Manchester City, menerjang umpan silang Fatawu. Gerakannya tepat waktu, tetapi ia gagal menyentuh bola di tiang dekat. Itu menjadi salah satu momen yang menggambarkan betapa Ghana semakin dekat dengan gol penyama, sementara Kroasia dipaksa bertahan semakin dalam.
Gelombang tekanan Ghana pada akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-73. Derrick Luckassen, yang sebelumnya tanpa sengaja ikut terlibat dalam proses gol Kroasia, menebusnya dengan penyelesaian kaki kiri dari situasi tendangan bebas. Gol itu sempat tertahan dalam penantian panjang selama empat menit sebelum akhirnya disahkan. Penantian tersebut menambah ketegangan di stadion, tetapi ketika keputusan keluar, Ghana mendapatkan gol yang selama itu mereka kejar. Kedudukan menjadi 1-1, dan arah pertandingan kembali terbuka.
Gol tersebut juga membawa makna tersendiri bagi Luckassen. Itu merupakan gol internasional pertamanya untuk Ghana, sekaligus menjadikannya penyumbang gol keempat dari keluarganya di turnamen ini. Ia mengikuti jejak saudaranya, Brian Brobbey, yang sudah mencetak tiga gol untuk Belanda pada babak penyisihan grup. Dalam pertandingan yang penuh tekanan, kisah pribadi seperti itu menambah lapisan emosi tersendiri, terutama karena gol Luckassen datang saat Ghana sedang mendorong keras untuk mengubah momentum sepenuhnya.
Akan tetapi, justru pada saat Ghana tampak berhasil menguasai arah laga, Kroasia menunjukkan ketangguhan yang menjadi ciri mereka. Mereka tidak larut dalam tekanan setelah kebobolan, tidak kehilangan bentuk, dan tidak menyerahkan pertandingan begitu saja. Momentum yang sempat condong kepada Ghana berbalik lagi ketika Kroasia mulai melangkah ke depan dengan keyakinan baru. Pada menit ke-82, mereka nyaris kembali unggul melalui Mario Pasalic, tetapi peluang itu digagalkan oleh penyelamatan gemilang Benjamin Asare. Reaksi sang penjaga gawang menjaga Ghana tetap hidup, setidaknya untuk beberapa saat lagi.
Dari tendangan sudut yang dihasilkan oleh peluang tersebut, Kroasia akhirnya menemukan momen yang mereka cari. Dalam situasi bola mati yang sarat ketegangan, Nikola Vlasic dibiarkan terlalu leluasa. Luka Modric menyundul bola ke arahnya, dan Vlasic menyambut kesempatan itu untuk mengubah skor kembali berpihak kepada Kroasia. Gol itu bukan hanya memecah kebuntuan kedua kalinya bagi tim Eropa tersebut, melainkan juga menjadi pukulan telak bagi Ghana yang sebelumnya telah bekerja keras untuk menyamakan kedudukan.
Sundulan Vlasic menutup sebuah pertandingan yang memperlihatkan dua wajah Kroasia sekaligus: kemampuan mereka memulai laga dengan efisien dan daya tahan mental mereka saat menghadapi tekanan besar. Di sisi lain, Ghana juga meninggalkan kesan kuat lewat kebangkitan mereka pada babak kedua, keberanian melakukan perubahan, dan cara mereka memaksa Kroasia berjuang hingga akhir. Namun dalam duel yang ditentukan oleh detail kecil dan ketenangan di momen penentu, Kroasia mampu mengambil langkah terakhir dengan lebih baik.
Pada akhirnya, kemenangan 2-1 itu memastikan Kroasia melaju ke babak 32 besar sebagai peringkat kedua Grup L. Mereka sempat membayangkan posisi puncak grup, tetapi hasil pertandingan Inggris melawan Panama menutup kemungkinan tersebut. Meski begitu, tidak ada yang akan mengurangi arti kemenangan ini bagi Kroasia. Mereka datang dengan kebutuhan untuk memastikan nasib sendiri, menghadapi lawan yang sudah lolos tetapi tetap berbahaya, lalu menyelesaikan pekerjaan dengan cara yang menggambarkan karakter mereka: bertahan ketika digempur, tetap percaya ketika keadaan berubah, dan memukul pada saat yang paling menentukan.
-
30 Aug 2026Chelsea Datangkan Emiliano Martinez dari Aston Villa dengan Kontrak Tiga Tahun
-
30 Aug 2026Messi Menggila dengan Empat Gol, Inter Miami Hancurkan Montreal 7-1
-
29 Aug 2026Omar Marmoush Resmi Menjadi Senjata Baru Tottenham dalam Proyek Roberto De Zerbi
-
29 Aug 2026Raphinha dan Fermin Lopez Antar Barcelona Menang 2-0 di Camp Nou
-
21 Aug 2026Bruno Guimaraes Diragukan Tampil saat Arsenal Buka Liga Premier Kontra Coventry City
-
20 Aug 2026Menang 2-0 atas Málaga, Atlético Masih Mencari Jawaban di Tengah Absennya Álvarez
-
20 Aug 2026Richard Masters Dorong Kandidat Pemersatu di Tengah Ujian Tata Kelola FIFA
-
13 Aug 2026Romelu Lukaku Resmi Berlabuh di Fenerbahce, Siap Menghidupkan Ambisi Istanbul
-
13 Aug 2026Xavi Memimpin Oranje: Ikatan Sepak Bola Belanda Membawanya ke Timnas
-
13 Aug 2026Arsenal Datangkan Bruno Guimaraes dari Newcastle dalam Transfer Senilai Dilaporkan £75 Juta
HOT NEWS
TRENDING
SETIAWD Chelsea Datangkan Emiliano Martinez dari Aston Villa dengan Kontrak Tiga Tahun Setianews – Chelsea resmi merekrut kiper Emiliano “Dibu”…
SETIAWD Bruno Guimaraes Diragukan Tampil saat Arsenal Buka Liga Premier Kontra Coventry City Setianews – Arsenal bersiap mengawali Liga…
SETIAWD Arsenal Datangkan Bruno Guimaraes dari Newcastle dalam Transfer Senilai Dilaporkan £75 Juta Setianews – Juara Liga Premier Arsenal…
SETIAWD Chelsea Resmi Rekrut Valentin Barco hingga 2033, Tambah Kekuatan Baru Jelang Musim Baru Setianews – Chelsea resmi merekrut…
SETIAWD Iraola Redakan Kekhawatiran Cedera Frimpong usai Liverpool Tumbang dari Leeds Setianews – Manajer Liverpool Andoni Iraola berupaya meredakan…
-
Chevalier Bersinar, PSG Tumbangkan Marseille untuk Angkat Trofi Champions Prancis
-
Fulham Tundukkan Chelsea 10 Pemain di Craven Cottage: Era Rosenior Dimulai dengan Pahit dari Tribun Penonton
-
Dua Gol Sesko Tak Selamatkan United: Era Pascapemecatan Amorim Dimulai dengan Hasil Imbang Pahit di Markas Burnley
-
Diallo Menyala, Gajah Perkasa: Pantai Gading Libas Burkina Faso 3-0 dan Tantang Mesir di Perempat Final
-
Ikone Membungkam Parc des Princes: Paris FC Singkirkan PSG, Derby Paris Hadirkan Kejutan Besar di Coupe de France
-
Torino Tikam Roma di Menit 90, Giallorossi Tersingkir 2-3 dari Coppa Italia
-
Maroko Libas Nigeria Lewat Drama Adu Penalti untuk Tembus Final Piala Afrika
-
City Dekati Marc Guehi: Kesepakatan Prinsip Disepakati di Tengah Krisis Pertahanan
-
Kembali ke Oranje: Van Nistelrooy Siap Asah Tajam Belanda Menuju Piala Dunia 2026
-
Kane Pimpin Kebangkitan: Bayern Lumat Leipzig 5-1, Rekor Menggunung dan Jarak 11 Poin Terjaga
-
Ulangan Final yang Membara: Chelsea Menjamu Manchester United di Babak Kelima Piala FA Wanita
-
Finalissima 2026 di Lusail: Tiket Spanyol vs Argentina Mulai Dijual 25 Februari, Qatar Gelar Pesta Sepak Bola Sepekan
-
Salah Kembali, Liverpool Lumat Marseille 3-0
-
Tiga Menit Ajaib Kane, Bayern 10 Pemain Melaju ke 16 Besar Liga Champions
-
Carrick Tetap Membumi: Euforia Derby Diredam, United Menatap Ujian Berat di Markas Arsenal
-
Drama di Emirates: Roket Cunha Guncang Arsenal, Perebutan Gelar Kian Memanas
-
Delapan Sempurna: Arsenal Sapu Bersih Fase Liga Champions, Kunci Puncak Klasemen Usai Tundukkan Kairat 3-2
-
City Bangkit di Etihad: Marmoush–Semenyo Antar Kemenangan, Tekanan ke Arsenal Meningkat
-
Trubin Menanduk Mimpi Madrid: Benfica Libas 4-2, Arbeloa Didorong ke Jalur Play-off Liga Champions
-
Blatter Dukung Seruan Fans Hindari Piala Dunia di AS, Isu Keamanan Memanas