SETIANEWS Berita Bola Terkini Situs Setiawd

SETIAWD

Doku Membakar Etihad: Manchester City Lumat Brentford 3-0 dan Kembali Memperketat Persaingan Gelar dengan Arsenal

 

Setianews Manchester City membuktikan bahwa perjuangan mereka untuk mempertahankan mahkota Liga Premier belum berakhir. Lewat kemenangan meyakinkan 3-0 atas Brentford di Stadion Etihad pada Sabtu malam, pasukan Pep Guardiola berhasil memperpendek jarak dengan Arsenal yang bertengger di puncak klasemen menjadi hanya dua poin. Kemenangan ini datang di saat yang tepat, menyusul kekecewaan hasil imbang 3-3 yang diraih City di markas Everton pada hari Senin — sebuah hasil yang sempat membuat kendali nasib gelar berpindah sepenuhnya ke tangan The Gunners.

Kemenangan malam ini tidak datang dengan mudah. Selama hampir satu jam penuh, Brentford tampil disiplin dan kompak, menutup ruang-ruang yang biasa menjadi celah bagi permainan cepat City. Para pemain Guardiola terlihat kikuk, gagal menemukan ritme yang dibutuhkan untuk merobek pertahanan tamu. Erling Haaland, yang biasanya begitu mematikan di depan gawang, tampak frustrasi. Pada satu momen awal, ia menyia-nyiakan peluang emas ketika umpan silang Jeremy Doku menempatkannya hanya enam yard dari gawang, namun sundulannya melambung jauh melewati mistar. Beberapa menit berselang, Haaland kembali menyambut umpan silang Doku dengan tembakan jarak dekat, kali ini berhasil ditepis oleh kiper Brentford, Caoimhin Kelleher — dan bola rebound pun gagal dimanfaatkan oleh Nathan Ake, membuat tribune Etihad riuh oleh erangan kekecewaan ribuan pendukung tuan rumah.

Di sisi lain, kiper City Gianluigi Donnarumma juga nyaris memberi hadiah kepada Brentford. Lemparan jauh Michael Kayode hampir berbuah bencana ketika Donnarumma gagal menangkap bola, namun bola tersebut berhasil dihalau dari garis gawang sebelum masuk ke dalam jaring. Penampilan kiper internasional Italia itu memang terlihat kurang meyakinkan sepanjang babak pertama, sejalan dengan keseluruhan performa City yang lamban dan tidak tajam. Sebelum jeda, Bernardo Silva pun mendapatkan kartu kuning setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Nathan Collins — sebuah momen yang mewakili betapa tegangnya suasana di lapangan.

Babak kedua dibuka tanpa tanda-tanda perbaikan yang signifikan. Brentford bahkan sempat mengancam ketika Igor Thiago melepaskan tendangan rendah yang memaksa Donnarumma melakukan penyelamatan penting. Di tengah kegelisahan yang mulai merambati Etihad, Guardiola mengambil langkah berani: memasukkan Omar Marmoush dan Phil Foden untuk menyuntikkan energi baru ke dalam permainan City. Keputusan itu terbukti brilian.

Hanya berselang beberapa menit setelah kedua pemain itu masuk, Doku mengubah jalannya pertandingan secara dramatis. Pemain sayap asal Belgia ini memang sedang dalam performa terbaiknya — ia telah mencetak dua gol dengan tendangan melengkung yang memukau saat melawan Everton, dan pada menit ke-60, ia mengulangi sihirnya itu. Setelah upaya pertamanya diblokir, Doku tidak panik. Ia dengan tenang memanfaatkan bola rebound, lalu melepaskan tembakan melengkung yang spektakuler ke sudut atas gawang dari sisi kiri kotak penalti — sebuah gol yang pantas disambut dengan gemuruh pujian. Itulah gol keempat Doku dalam tiga pertandingan terakhirnya, menjadikannya sosok yang paling menentukan bagi City dalam fase krusial musim ini.

Gairah Etihad langsung berubah. Tidak lama setelah gol tersebut, Foden nyaris menggandakan keunggulan City, namun Kelleher kembali tampil sigap menepis tembakan jarak dekatnya. Pertahanan City sendiri belum sepenuhnya kokoh — Kevin Schade sempat mengajukan protes kepada wasit meminta penalti setelah terjadi kontak dengan Matheus Nunes, meski banding tersebut tidak dikabulkan.

Pada menit ke-75, giliran Haaland yang berbicara. Striker Norwegia yang telah mencetak 25 gol liga sebelum laga ini akhirnya menemukan caranya untuk merobek gawang Kelleher. Dari umpan silang Antoine Semenyo, upaya pertamanya diblokir, namun Haaland tidak menyerah. Dengan refleks instingtif khas seorang predator kotak penalti, ia menyelesaikan bola dengan tumit dari jarak dekat — gol ke-26-nya di Liga Premier musim ini, menegaskan statusnya sebagai salah satu mesin gol paling konsisten di Eropa.

Marmoush menutup malam yang memuaskan bagi City dengan gol ketiga di masa injury time. Penyelesaian tenang dari dalam kotak penalti itu bukan sekadar pemanis semata — ia juga memiliki makna statistik penting. Dengan tambahan gol tersebut, selisih gol City kini hanya tertinggal satu dari Arsenal, sebuah detail kecil yang bisa menjadi sangat berharga jika persaingan gelar ini berakhir dengan kedua tim mengoleksi poin yang sama.

Dengan kemenangan ini, City kini berada dua poin di belakang Arsenal, dan tekanan kini berpindah ke pundak tim besutan Mikel Arteta. The Gunners dijadwalkan menghadapi West Ham — yang kini terpuruk di zona degradasi — pada hari Minggu. Jika Arsenal mampu memenangkan tiga pertandingan sisa mereka melawan West Ham, Burnley, dan Crystal Palace, gelar Liga Premier yang sudah 22 tahun absen akan kembali ke tangan mereka. Namun, City jelas tidak berniat mengakhiri musim ini dengan menyerah begitu saja.

Guardiola dan anak asuhnya masih menyimpan agenda padat. City akan menjamu Crystal Palace pada hari Rabu sebelum perhatian mereka beralih ke final Piala FA melawan Chelsea pada 16 Mei — sebuah kesempatan untuk mengakhiri musim dengan setidaknya satu trofi bergengsi, seandainya gelar liga akhirnya lepas dari genggaman. Namun untuk saat ini, kemenangan atas Brentford ini adalah bukti bahwa Manchester City belum selesai berjuang. Selama matematika masih memungkinkan, mereka akan terus mengejar.

HOT NEWS

TRENDING

West Ham Terjun ke Championship, Spurs Lolos dari Jurang Degradasi

Setiawd : Dari Divisi Empat ke Bundesliga, Kota Kecil Elversberg Ciptakan Sejarah…

Setiawd : Tendangan Bebas Keras Modiba Jadikan Sundowns Tuan Rumah yang Menang…

Setiawd : Vinicius Bawa Madrid Menang, tapi Sevilla Tetap Bertahan Berkat Keajaiban…

Setiawd : Pesta Trofi Ternod PSG Rayakan Gelar Ligue 1 Kelima Beruntun,…

Scroll to Top