SETIANEWS Berita Bola Terkini Situs Setiawd

SETIAWD

Dembélé Tegaskan Tak Ada Keretakan dengan Mbappé di Tengah Sorotan Ballon d’Or

 

Setianews – Ousmane Dembélé menepis spekulasi mengenai adanya keretakan hubungan dengan Kylian Mbappé di tengah persaingan keduanya untuk meraih Ballon d’Or. Penyerang tim nasional Prancis itu menegaskan bahwa pembicaraan dan perdebatan mengenai penghargaan individu tidak mengganggunya, meski komentar Mbappé dalam sebuah wawancara baru-baru ini sempat memicu berbagai tafsir.

Dembélé dan Mbappé sama-sama menjadi perhatian menjelang pengumuman pemenang Ballon d’Or dalam upacara di London pada 26 Oktober. Dembélé berupaya memenangkan penghargaan bergengsi itu untuk tahun kedua berturut-turut, sementara Mbappé belum pernah meraihnya. Pertemuan dua pemain Prancis dalam persaingan tersebut kemudian memunculkan sorotan, terutama setelah muncul komentar yang dianggap sebagian pihak dapat menimbulkan ketegangan.

Spekulasi bermula dari wawancara Mbappé dengan majalah France Football. Dalam wawancara itu, Mbappé diberi tahu bahwa 10 tahun lalu hanya sedikit pengamat yang memprediksi Dembélé akan memenangkan Ballon d’Or lebih dahulu daripada dirinya. Mbappé mengatakan bahwa dirinya “selalu dipandang sebagai sosok yang terpilih”, sedangkan Dembélé “berhasil mengejar ketertinggalan dengan sangat baik.”

Komentar tersebut memunculkan pembahasan di media sosial dan melahirkan dugaan tentang hubungan dua pemain yang sama-sama menjadi figur penting bagi Prancis. Namun, Dembélé memilih untuk tidak memperbesar isu tersebut. Ia menyatakan tidak tertarik menanggapi cerita-cerita yang berkembang di luar lapangan.

“Tidak, tidak ada apa-apa. Saya tidak menanggapi semua cerita seperti itu,” ujar Dembélé menjelang pertandingan Prancis melawan Italia di Nations League. “Saya tidak mengomentari perdebatan kecil di media sosial. Di usia 29 tahun, saya tidak terlalu memikirkan hal semacam itu.”

Pernyataan Dembélé menjadi penegasan bahwa persaingan Ballon d’Or tidak mengubah relasinya dengan Mbappé. Ia mengakui bahwa keduanya sempat membahas isu tersebut, tetapi percakapan itu terjadi secara santai ketika mereka duduk bersebelahan di meja makan saat bergabung bersama tim nasional Prancis.

Dembélé tidak menggambarkan pembicaraan itu sebagai sesuatu yang serius atau penuh ketegangan. Sebaliknya, ia menempatkannya sebagai bagian biasa dari interaksi dua rekan setim yang berada dalam skuad yang sama. Mbappé pun sebelumnya telah menepis spekulasi dengan menyatakan bahwa menurutnya tidak ada masalah apa pun.

Fokus Prancis kini beralih ke pertandingan Nations League melawan Italia di Stade de France. Dalam laga tersebut, Mbappé dipastikan absen karena cedera lutut. Absennya sang penyerang membuka jalan bagi Dembélé untuk memimpin tim sebagai kapten.

Dembélé merupakan salah satu wakil kapten yang baru ditunjuk oleh pelatih Zinedine Zidane. Ia menyebut kesempatan mengenakan ban kapten sebagai sebuah kehormatan. Tanggung jawab itu akan menjadi sorotan tersendiri, terutama karena Prancis harus bermain tanpa salah satu pemain paling produktif dalam sejarah tim nasional.

Meski demikian, Dembélé tidak meremehkan arti kehadiran Mbappé di dalam skuad. Ia memberikan pujian kepada rekannya itu yang memiliki catatan 67 gol untuk Prancis dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan 22 gol. Menurut Dembélé, Mbappé membawa nilai tambah besar ketika berada bersama tim.

“Dia telah mencetak begitu banyak gol. Kami sangat senang saat dia ada di sini karena dia memberikan nilai tambah,” ujar Dembélé.

Dembélé lalu menekankan bahwa kekuatan Prancis tidak hanya bergantung pada satu nama. Baginya, tim nasional membutuhkan kontribusi dari seluruh pemain, terutama dalam pertandingan kompetitif seperti Nations League. Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak dibangun oleh satu, dua, atau tiga pemain saja.

“Namun, kami adalah sebuah tim dan ke-23 pemain yang terlibat itu penting. Kami tidak menang hanya berkat satu, dua, atau tiga pemain saja,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan upaya Dembélé untuk menjaga perhatian tetap pada kepentingan tim. Ballon d’Or mungkin menjadi penghargaan individu yang sangat bergengsi, tetapi agenda Prancis di lapangan tetap membutuhkan kerja kolektif. Dengan Mbappé absen karena cedera, peran para pemain lain akan semakin penting dalam menghadapi Italia.

Bagi Dembélé, pertandingan itu juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepemimpinan. Mengenakan ban kapten bukan hanya sebuah pengakuan, melainkan pula tanggung jawab untuk membantu mengarahkan tim dalam situasi ketika Mbappé tidak bisa bermain. Kepercayaan dari Zidane sebagai salah satu wakil kapten memberi arti tambahan bagi pemain berusia 29 tahun itu.

Sorotan seputar hubungan Dembélé dan Mbappé kemungkinan akan tetap muncul menjelang malam penghargaan Ballon d’Or. Keduanya berada dalam persaingan untuk gelar individu yang sama, dan komentar dari wawancara Mbappé telah cukup untuk memancing perbincangan. Namun, Dembélé sudah menyampaikan sikapnya dengan jelas: tidak ada keretakan hubungan dan ia tidak ingin terlibat dalam perdebatan kecil di media sosial.

Dengan pertandingan melawan Italia di depan mata, Dembélé memilih memusatkan perhatian pada Prancis. Ia menghormati pengaruh Mbappé, tetapi juga menegaskan kekuatan kolektif tim. Di tengah persaingan Ballon d’Or dan absennya Mbappé, kepemimpinan Dembélé di Stade de France akan menjadi salah satu cerita utama bagi tim asuhan Zidane.

HOT NEWS

TRENDING

Manchester United Dipermalukan Bournemouth 0-3 di Old Trafford, Kursi Michael Carrick Makin…

Manchester City Libas AEK Athens 5-1 dan Bangkit di Liga Champions

Manchester United Gagal Bangkit! Leeds Comeback

Andy Burnham Siap Buka-bukaan soal Hubungannya dengan Manchester City

Arsenal Tunjukkan Mental Juara! Tekuk Leeds 2-1, The Gunners Tempel Ketat Manchester…

Scroll to Top