SETIANEWS Berita Bola Terkini Situs Setiawd

SETIAWD

Komentar soal Mao Zedong Picu Kontroversi, Tiga Merek Besar Tiongkok Putus Kontrak dengan Kylian Mbappe

Setianews – Bintang sepak bola asal Prancis, Kylian Mbappe, menghadapi gelombang kontroversi di Tiongkok setelah komentarnya yang menyinggung sosok Mao Zedong, pemimpin pendiri Republik Rakyat Tiongkok, memicu reaksi keras di media sosial. Dampaknya, sejumlah perusahaan besar asal Negeri Tirai Bambu memutuskan hubungan kerja sama dengan kapten tim nasional Prancis tersebut.

Setidaknya tiga perusahaan, yakni produsen minuman Dongpeng, raksasa produk susu Mengniu, dan produsen keju Milkground, secara resmi mengumumkan penghentian kerja sama dengan Mbappe pada Selasa. Dalam pernyataan yang disampaikan secara terpisah, ketiganya menegaskan penolakan terhadap segala bentuk perkataan maupun tindakan yang dinilai melukai sentimen nasional.

Meski tidak secara langsung menyebut komentar Mbappe sebagai alasan pemutusan kerja sama, pengumuman tersebut muncul setelah sebuah video wawancaranya beredar luas di platform X dan menuai perdebatan. Dalam klip itu, Mbappe tengah diwawancarai menjelang penampilannya di acara bincang-bincang daring asal Prancis, The Bridge.

Saat ditanya mengenai meme favorit yang menampilkan dirinya, pemain berusia 27 tahun itu mengatakan menyukai sebuah video buatan seseorang yang menampilkan sosok yang menurutnya merupakan seorang diktator Tiongkok. Video tersebut kemudian memperlihatkan gambar hasil suntingan yang menempatkan wajah Mbappe pada tubuh Mao Zedong yang mengenakan setelan biru.

Pernyataan itu sontak menjadi sorotan, terutama karena julukan “diktator” memang kerap dilekatkan kepada Mbappe dalam berbagai meme sepak bola di internet. Julukan tersebut biasanya muncul sebagai bahan lelucon mengenai pengaruhnya yang begitu besar di dalam tim, bahkan terkadang dianggap lebih dominan daripada rekan setim maupun klub yang dibelanya. Tak mengherankan jika berbagai meme yang menggambarkan Mbappe sebagai Mao Zedong atau tokoh otokratis lainnya telah beredar luas di dunia maya.

Namun, ketika candaan tersebut dikaitkan dengan tokoh bersejarah yang sensitif bagi sebagian masyarakat Tiongkok, persoalannya berkembang menjadi kontroversi yang berdampak pada citra komersial sang pemain.

Platform media sosial RedNote turut mengambil sikap. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa kemitraan konten dengan Mbappe sebenarnya telah berakhir pada 31 Desember 2024. Meski demikian, RedNote menegaskan akan menghapus materi promosi yang berkaitan dengan pemain tersebut dan menyampaikan penolakan terhadap tindakan yang dianggap melukai sentimen nasional.

Sebelum kontroversi ini mencuat, Mbappe merupakan salah satu wajah terkenal dalam berbagai kampanye pemasaran di Tiongkok. Sosoknya mudah ditemukan dalam iklan di ruang publik, termasuk stasiun kereta bawah tanah dan lift, serta dalam promosi berbagai produk konsumen.

Dongpeng pernah menampilkan Mbappe dalam iklan minuman elektrolit dengan slogan berbahasa Mandarin. Sementara itu, kampanye Mengniu mempertemukannya dengan megabintang Argentina, Lionel Messi. Kehadiran Mbappe dalam iklan berbagai merek tersebut menunjukkan besarnya nilai komersial yang dimilikinya di pasar Tiongkok sebelum munculnya polemik ini.

Gelombang kritik juga merebak di media sosial Tiongkok. Di Weibo, sejumlah tagar terkait pemutusan kerja sama dengan Mbappe menduduki posisi teratas dalam daftar tren. Tagar yang berarti “Dongpeng mengakhiri kerja sama dengan Mbappe” dan “Beberapa merek mengakhiri kerja sama dengan Mbappe” ramai diperbincangkan pengguna.

Bahkan, tagar yang menyerukan boikot terhadap Mbappe turut menjadi tren. Sejumlah pengguna menyampaikan kemarahan atas komentarnya dan meminta sang pemain tidak berkunjung ke Tiongkok.

Hingga berita ini ditulis, Associated Press melaporkan belum berhasil menghubungi perwakilan Mbappe untuk memperoleh tanggapan atas kontroversi tersebut.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana sebuah komentar yang muncul dalam konteks humor dan budaya meme di internet dapat berkembang menjadi persoalan serius ketika menyentuh isu sejarah dan sentimen nasional. Bagi Mbappe, kontroversi tersebut bukan hanya memicu kritik publik, tetapi juga berpotensi memengaruhi hubungan komersialnya dengan perusahaan-perusahaan besar di salah satu pasar konsumen penting dunia.

HOT NEWS

TRENDING

Manchester United Dipermalukan Bournemouth 0-3 di Old Trafford, Kursi Michael Carrick Makin…

Manchester City Libas AEK Athens 5-1 dan Bangkit di Liga Champions

Manchester United Gagal Bangkit! Leeds Comeback

Andy Burnham Siap Buka-bukaan soal Hubungannya dengan Manchester City

Arsenal Tunjukkan Mental Juara! Tekuk Leeds 2-1, The Gunners Tempel Ketat Manchester…

Scroll to Top