SETIAWD
Messi Sebut Pensiun dari Argentina sebagai Hari Paling Menyedihkan
Setianews – Lionel Messi menyebut hari ketika ia harus mengakhiri karier internasionalnya bersama Argentina sebagai “hari paling menyedihkan dalam karier saya”. Ungkapan itu disampaikan setelah ia memainkan pertandingan terakhirnya untuk Albiceleste dalam kemenangan 3-0 atas Benin di Stadion Monumental, Selasa. Di hadapan puluhan ribu pendukung, Messi mencetak satu gol, menciptakan dua assist, lalu mengucapkan salam perpisahan yang penuh emosi kepada negara yang telah dibelanya selama 21 tahun.
Laga di Monumental bukan hanya sebuah pertandingan persahabatan. Bagi Messi, malam itu menjadi penutup perjalanan panjang yang dimulai pada 2005 dan membawa dirinya melewati begitu banyak fase: tekanan, kritik, kekalahan yang menyakitkan, hingga puncak kejayaan ketika Argentina menjadi juara dunia pada 2022. Stadion yang dipadati lebih dari 80.000 penonton menjadi saksi perpisahan pemain yang telah menjadi bagian utama dari identitas sepak bola Argentina selama lebih dari dua dekade.
Setelah pertandingan, Messi turun ke lapangan untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendukung, rekan setim, dan semua pihak yang telah mendampinginya. Ia mengaku bangga pernah mengenakan seragam biru muda-putih Argentina selama lebih dari 20 tahun. Dalam pidatonya, Messi mengenang bahwa ia tidak pernah berhenti berjuang untuk tim nasional, bahkan ketika menghadapi masa-masa paling sulit.
“Merupakan suatu kebanggaan luar biasa bagi saya untuk mengenakan seragam ini selama lebih dari 20 tahun,” ujar Messi. Ia mengatakan bahwa dalam situasi buruk yang dialami Argentina maupun dirinya secara pribadi, ia selalu berusaha hadir dan memberikan yang terbaik. Namun, ia juga mengakui bahwa tidak lagi datang ke pemusatan latihan dan bermain di hadapan publik Argentina akan terasa sangat menyakitkan.
Messi menegaskan bahwa bermain untuk Argentina adalah pengalaman yang paling indah dalam hidup seorang pesepak bola. Karena itulah, keputusan pensiun tidak datang tanpa beban emosional. Ia bahkan mengatakan ingin terus bermain untuk tim nasional seumur hidup, tetapi merasa waktunya telah tiba untuk menyerahkan ruang kepada generasi berikutnya.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, juga tidak mampu menyembunyikan emosinya. Saat lagu kebangsaan dikumandangkan, Scaloni terlihat meneteskan air mata. Ia merupakan pelatih yang membawa Argentina menuju gelar Piala Dunia 2022 dan memahami betul arti Messi bagi tim. Menurut Scaloni, tidak akan ada pemain lain yang memiliki kemampuan seperti sang kapten.
“Dia sosok yang unik,” kata Scaloni, yang pernah bermain bersama Messi di tim nasional. Ia menyebut belum pernah melihat kemampuan seperti yang dimiliki Messi pada pemain lain sepanjang hidupnya. Bagi Scaloni, kesempatan melatih tim yang diperkuat Messi merupakan pengalaman yang jauh melampaui harapan pribadinya.
Sang pelatih juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas semua yang telah diberikan Messi kepada Argentina. Ia mengatakan bahwa tidak pernah terbayangkan dapat melatih pemain yang ia sebut sebagai pesepak bola terbaik dalam sejarah. Penghormatan itu menegaskan besarnya posisi Messi, bukan hanya sebagai pencetak gol dan kreator serangan, tetapi sebagai sumber inspirasi bagi seluruh skuad.
Kembali ke Monumental menghadirkan perasaan yang campur aduk bagi Messi. Stadion itu memiliki kenangan khusus karena menjadi tempat Argentina memainkan pertandingan pertama setelah mengangkat Piala Dunia 2022. Kini, di tempat yang sama, ia harus mengucapkan selamat tinggal. Messi mengatakan akan tetap mendukung siapa pun pemain yang membela Argentina pada masa mendatang dan berharap tim nasional selalu menjaga persatuan.
Walau perpisahan ini dipenuhi kesedihan, Messi menegaskan bahwa ia tidak menyesali waktu keputusannya. Ia menyinggung beratnya perjalanan Argentina pada Piala Dunia terakhir, ketika tim harus menguras tenaga dan emosi untuk melaju hingga final sebelum kalah dari Spanyol. Messi menyebut turnamen itu sangat melelahkan, baik secara fisik maupun batin.
Kemenangan 2-1 atas Inggris di semifinal menjadi salah satu pertandingan yang sangat menguras kekuatan tim. Menurut Messi, kondisi Argentina pada saat itu sudah terbatas, tetapi para pemain tetap berjuang dengan semangat yang sama seperti saat membela seragam nasional di pertandingan-pertandingan besar sebelumnya. Ia juga menyampaikan bahwa mimpi untuk kembali menjadi juara dunia adalah mimpi bersama seluruh negeri.
Di luar sepak bola, Messi juga menghadapi masa sulit setelah ayah sekaligus agennya, Jorge, meninggal dunia pada Agustus. Kehilangan tersebut menambah beban emosional dalam periode yang sudah sangat berat. Dalam situasi itu, keputusan untuk berhenti dari tim nasional menjadi langkah yang ia nilai tepat, meski amat menyakitkan.
Messi meninggalkan Argentina dengan warisan yang sangat besar. Ia membawa tim menuju gelar Piala Dunia 2022, meraih Copa America 2021 dan 2024, serta menjadi simbol ketekunan setelah melewati sejumlah final yang berakhir dengan kekecewaan. Kisahnya bersama Albiceleste bukan sekadar perjalanan tentang trofi, melainkan tentang seorang pemain yang terus kembali, terus berjuang, dan akhirnya mencapai puncak bersama bangsanya.
Scaloni mengakui bahwa tugas Argentina setelah kepergian Messi tidak akan mudah. Ia menyebut sang kapten meninggalkan “warisan yang luar biasa”, tetapi tim harus melanjutkan hidup dengan membangun kekuatan kolektif. Bagi sang pelatih, satu-satunya cara untuk mengimbangi kehilangan pemain sebesar Messi adalah menghadirkan tim yang benar-benar kuat, dengan setiap pemain memberi kontribusi.
Malam di Monumental menjadi akhir dari sebuah era. Messi menutup karier internasionalnya dengan kemenangan, gol, assist, dan penghormatan dari publik yang selama bertahun-tahun menyaksikan seluruh perjalanan emosionalnya. Namun, di balik kesedihan perpisahan itu, Argentina juga memiliki alasan untuk bersyukur: mereka pernah memiliki Lionel Messi, dan ia telah memberikan hampir seluruh hidup sepak bolanya untuk seragam nasional.
-
27 Oct 2026Komentar soal Mao Zedong Picu Kontroversi, Tiga Merek Besar Tiongkok Putus Kontrak dengan Kylian Mbappe
-
26 Oct 2026Kabar Buruk Hantam Real Madrid Jelang El Clasico! Courtois Tumbang karena Flu, Lunin Siap Hadapi Barcelona
-
26 Oct 2026Manchester United Dipermalukan Bournemouth 0-3 di Old Trafford, Kursi Michael Carrick Makin Panas!
-
23 Oct 2026Aston Villa Menggila di Liga Champions! Viking Dibungkam 3-1, Unai Emery Selangkah Lebih Dekat ke 16 Besar
-
23 Oct 2026Wayne Rooney Murka! Sebut Pemain Manchester United Egois Usai Bruno Fernandes Kritik Staf Pelatih
-
21 Oct 2026Liverpool Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol, Hajar Villarreal 4-3 dalam Drama Tujuh Gol di Anfield
-
21 Oct 2026Manchester City Libas AEK Athens 5-1 dan Bangkit di Liga Champions
-
19 Oct 2026Manchester United Gagal Bangkit! Leeds Comeback
-
18 Oct 2026Messi Menggila! Cetak Dua Gol dalam Empat Menit, Inter Miami Tundukkan Atlanta United 3-1
-
18 Oct 2026Pedro Neto Bersinar dengan Brace, Chelsea Taklukkan Everton 2-0 di Tengah Insiden Cedera Kepala Martinez
HOT NEWS
TRENDING
SETIAWD Manchester United Dipermalukan Bournemouth 0-3 di Old Trafford, Kursi Michael Carrick Makin Panas! Setianews – Manchester United kembali menelan…
SETIAWD Manchester City Libas AEK Athens 5-1 dan Bangkit di Liga Champions Setianews – Manchester City menunjukkan mentalitas kuat dengan…
SETIAWD Manchester United Gagal Bangkit! Leeds Comeback Setianews – Manchester United kembali gagal menunjukkan kebangkitan yang diharapkan setelah ditahan…
SETIAWD Andy Burnham Siap Buka-bukaan soal Hubungannya dengan Manchester City Setianews – Andy Burnham berjanji akan mengungkap secara terbuka…
SETIAWD Arsenal Tunjukkan Mental Juara! Tekuk Leeds 2-1, The Gunners Tempel Ketat Manchester City di Puncak Liga Premier Setianews –…
-
Dua Gol Sesko Tak Selamatkan United: Era Pascapemecatan Amorim Dimulai dengan Hasil Imbang Pahit di Markas Burnley
-
Fulham Tundukkan Chelsea 10 Pemain di Craven Cottage: Era Rosenior Dimulai dengan Pahit dari Tribun Penonton
-
Chevalier Bersinar, PSG Tumbangkan Marseille untuk Angkat Trofi Champions Prancis
-
Diallo Menyala, Gajah Perkasa: Pantai Gading Libas Burkina Faso 3-0 dan Tantang Mesir di Perempat Final
-
Torino Tikam Roma di Menit 90, Giallorossi Tersingkir 2-3 dari Coppa Italia
-
Ikone Membungkam Parc des Princes: Paris FC Singkirkan PSG, Derby Paris Hadirkan Kejutan Besar di Coupe de France
-
Maroko Libas Nigeria Lewat Drama Adu Penalti untuk Tembus Final Piala Afrika
-
Kane Pimpin Kebangkitan: Bayern Lumat Leipzig 5-1, Rekor Menggunung dan Jarak 11 Poin Terjaga
-
Kembali ke Oranje: Van Nistelrooy Siap Asah Tajam Belanda Menuju Piala Dunia 2026
-
City Dekati Marc Guehi: Kesepakatan Prinsip Disepakati di Tengah Krisis Pertahanan
-
Ulangan Final yang Membara: Chelsea Menjamu Manchester United di Babak Kelima Piala FA Wanita
-
Tiga Menit Ajaib Kane, Bayern 10 Pemain Melaju ke 16 Besar Liga Champions
-
Finalissima 2026 di Lusail: Tiket Spanyol vs Argentina Mulai Dijual 25 Februari, Qatar Gelar Pesta Sepak Bola Sepekan
-
Carrick Tetap Membumi: Euforia Derby Diredam, United Menatap Ujian Berat di Markas Arsenal
-
Delapan Sempurna: Arsenal Sapu Bersih Fase Liga Champions, Kunci Puncak Klasemen Usai Tundukkan Kairat 3-2
-
Salah Kembali, Liverpool Lumat Marseille 3-0
-
City Bangkit di Etihad: Marmoush–Semenyo Antar Kemenangan, Tekanan ke Arsenal Meningkat
-
Drama di Emirates: Roket Cunha Guncang Arsenal, Perebutan Gelar Kian Memanas
-
Trubin Menanduk Mimpi Madrid: Benfica Libas 4-2, Arbeloa Didorong ke Jalur Play-off Liga Champions
-
Blatter Dukung Seruan Fans Hindari Piala Dunia di AS, Isu Keamanan Memanas