SETIAWD
Klopp Memulai Era Timnas Jerman dengan 44 Pemain dalam Dua Skuad Nations League
Setianews – Jurgen Klopp memulai kiprahnya sebagai pelatih timnas Jerman dengan keputusan memanggil 44 pemain untuk empat pertandingan UEFA Nations League. Daftar besar tersebut dibagi ke dalam dua skuad terpisah, sebuah pengaturan yang akan digunakan Jerman sepanjang rangkaian laga awal masa kepemimpinan Klopp. Jerman dijadwalkan menghadapi Belanda pada 24 September, Yunani pada 27 September, Serbia pada 1 Oktober, lalu kembali bertemu Yunani pada 4 Oktober.
Pemanggilan 44 pemain itu memberi Klopp pilihan yang lebih luas dalam menyusun tim untuk empat pertandingan yang berlangsung dalam rentang waktu singkat. Rencana tersebut juga diharapkan memungkinkan pengaturan menit bermain bagi sejumlah pemain kunci. Kai Havertz dan Florian Wirtz termasuk dalam kelompok pemain yang diperkirakan tidak akan tampil lebih dari dua pertandingan di tengah jadwal padat. Dengan dua skuad yang berbeda, Jerman memiliki susunan pemain untuk dua laga awal dan susunan lain untuk dua laga berikutnya.
Ketentuan UEFA Nations League membuka ruang bagi pendekatan tersebut. Peraturan kompetisi memperbolehkan perubahan skuad dalam jumlah berapa pun, dengan syarat daftar berisi 23 pemain diserahkan sebelum tengah malam menjelang setiap pertandingan. Dalam penerapannya, Jerman akan memakai satu skuad untuk pertandingan melawan Belanda serta pertemuan pertama dengan Yunani pada 27 September. Skuad kedua akan digunakan untuk menghadapi Serbia dan untuk laga kedua melawan Yunani pada 4 Oktober.
Susunan pertama, yang dipersiapkan untuk menghadapi Belanda dan Yunani pada 27 September, memuat tiga penjaga gawang: Finn Dahmen, Alexander Nubel, dan Marc-Andre ter Stegen. Di lini belakang, Klopp memasukkan Hennes Behrens, Yann Bisseck, Nathaniel Brown, Max Rosenfelder, Nico Schlotterbeck, Jonathan Tah, Phillip Treu, serta Josha Vagnoman. Delapan nama itu menjadi pilihan bek dalam skuad pertama yang akan mengawali rangkaian empat pertandingan Jerman.
Pada sektor tengah skuad pertama, pilihan Klopp mencakup Nadiem Amiri, Bambase Conte, Yannick Engelhardt, Chris Fuhrich, Serge Gnabry, Lennart Karl, Joshua Kimmich, Jamal Musiala, Felix Nmecha, Kevin Schade, dan Anton Stach. Kehadiran para gelandang tersebut melengkapi daftar 23 pemain yang disiapkan untuk dua pertandingan awal. Untuk posisi penyerang, Kai Havertz dan Younes Ebnoutalib menjadi dua nama yang dipanggil.
Havertz merupakan salah satu pemain kunci yang pengaturan menit bermainnya menjadi bagian dari rencana dengan skuad yang diperluas. Namanya hanya terdapat dalam kelompok untuk laga melawan Belanda dan Yunani pada 27 September. Sementara itu, Ebnoutalib termasuk pemain yang memiliki pengalaman internasional minim atau belum pernah tampil di level internasional. Penyerang Eintracht Frankfurt tersebut mendapat tempat dalam skuad pertama Klopp bersama Havertz.
Skuad kedua akan mengambil alih untuk pertandingan melawan Serbia pada 1 Oktober dan pertemuan kedua dengan Yunani pada 4 Oktober. Tiga kiper dalam kelompok ini adalah Noah Atubolu, Finn Dahmen, dan Jonas Urbig. Dahmen menjadi satu-satunya penjaga gawang yang muncul dalam kedua skuad, sedangkan Atubolu dan Urbig masuk untuk dua pertandingan penutup rangkaian awal tersebut.
Di lini pertahanan skuad kedua, Klopp memanggil Waldermar Anton, Ridle Baku, Finn Jeltsch, Maximilian Mittelstadt, David Raum, Nico Schlotterbeck, dan Malick Thiaw. Schlotterbeck menjadi pemain belakang yang tercantum dalam kedua kelompok, setelah juga berada di dalam daftar untuk pertandingan melawan Belanda dan Yunani pada 27 September. Pilihan pemain bertahan untuk laga Serbia dan Yunani pada 4 Oktober itu berbeda dari susunan skuad pertama, kecuali nama Schlotterbeck.
Kelompok gelandang dalam skuad kedua terdiri atas Karim Adeyemi, Mika Baur, Tom Bischof, Said El Mala, Serge Gnabry, Brajan Gruda, Vitaly Janelt, Felix Keidel, Jamal Musiala, Aleksandar Pavlovic, Derry Scherhant, dan Florian Wirtz. Wirtz berada dalam skuad yang ditujukan untuk dua pertandingan terakhir, sejalan dengan rencana agar ia diperkirakan tidak bermain lebih dari dua laga. Musiala dan Gnabry juga tercantum dalam kedua skuad, sehingga keduanya menjadi bagian dari pilihan Klopp pada dua fase berbeda dalam empat pertandingan tersebut.
Untuk lini depan skuad kedua, Jonathan Burkardt dan Nick Woltemade menjadi dua penyerang yang dipanggil. Mereka akan menjadi bagian dari daftar pemain untuk laga melawan Serbia dan pertandingan kedua menghadapi Yunani. Dengan demikian, daftar penyerang juga berubah sepenuhnya dari skuad pertama ke skuad kedua, setelah Havertz dan Ebnoutalib dipilih untuk dua laga pembuka.
Selain Ebnoutalib, nama Felix Keidel menjadi perhatian di dalam daftar besar tersebut. Gelandang Elversberg itu disebut sebagai pemain dengan pengalaman internasional minim atau belum pernah tampil di level internasional. Keidel berada dalam skuad kedua untuk Serbia dan Yunani pada 4 Oktober. Pemanggilan Keidel dan Ebnoutalib menempatkan dua pemain tersebut dalam rencana Klopp pada awal masa tugasnya bersama timnas Jerman, masing-masing di kelompok pertandingan yang berbeda.
Di sisi lain, terdapat beberapa nama yang tidak mendapatkan tempat dalam dua skuad berisi total 44 pemain tersebut. Dennis Undav, pencetak gol terbanyak Piala Dunia FIFA 2026, tidak masuk daftar. Pemain sayap Galatasaray Leroy Sane juga tidak dipanggil. Gelandang Brighton and Hove Albion Pascal Gross pun tidak mendapat tempat dalam pilihan Klopp untuk empat laga UEFA Nations League ini.
Pembagian skuad memperlihatkan cara Jerman memasuki jadwal yang terdiri atas empat pertandingan. Pertandingan pertama akan mempertemukan Jerman dengan Belanda pada 24 September. Tiga hari setelahnya, tim akan menghadapi Yunani pada 27 September dengan kelompok pemain yang sama. Setelah itu, Jerman beralih ke skuad kedua untuk melawan Serbia pada 1 Oktober, sebelum kembali bertemu Yunani pada 4 Oktober.
Dalam kelompok pertama, Marc-Andre ter Stegen, Alexander Nubel, dan Finn Dahmen akan bersaing di posisi kiper. Behrens, Bisseck, Brown, Rosenfelder, Schlotterbeck, Tah, Treu, dan Vagnoman mengisi pilihan pertahanan. Di tengah, Amiri, Conte, Engelhardt, Fuhrich, Gnabry, Karl, Kimmich, Musiala, Nmecha, Schade, dan Stach tersedia, sementara Ebnoutalib serta Havertz mengisi sektor penyerang. Daftar tersebut menjadi dasar pemilihan 23 pemain sebelum pertandingan melawan Belanda dan laga pertama menghadapi Yunani.
Untuk kelompok kedua, Atubolu, Dahmen, dan Urbig tersedia di bawah mistar. Anton, Baku, Jeltsch, Mittelstadt, Raum, Schlotterbeck, dan Thiaw menjadi deretan bek. Adeyemi, Baur, Bischof, El Mala, Gnabry, Gruda, Janelt, Keidel, Musiala, Pavlovic, Scherhant, dan Wirtz mengisi lini tengah, sedangkan Burkardt dan Woltemade menjadi penyerang. Dari daftar itu pula, 23 pemain akan diserahkan menjelang laga Serbia dan pertandingan kedua melawan Yunani.
Dengan peraturan yang mengizinkan perubahan daftar dalam jumlah berapa pun sebelum setiap laga, dua skuad tersebut memberi Jerman format berbeda untuk mengelola empat pertandingan pembuka Klopp. Fokusnya adalah menyediakan pilihan pemain yang cukup luas sekaligus mengatur menit bermain sejumlah pemain penting dalam periode yang padat. Havertz dan Wirtz disebut sebagai contoh pemain yang diperkirakan tidak tampil lebih dari dua pertandingan.
Empat laga UEFA Nations League ini akan menjadi awal masa kepemimpinan Klopp di timnas Jerman. Ia memulainya dengan total 44 pemain, dua kelompok skuad, serta daftar yang memadukan pemain yang telah masuk dalam pilihan untuk pertandingan-pertandingan tersebut dengan Keidel dan Ebnoutalib, dua nama dengan pengalaman internasional yang minim atau belum ada. Sementara Undav, Sane, dan Gross tidak tercantum, Jerman akan menyiapkan daftar 23 pemain menjelang tiap pertandingan sesuai ketentuan kompetisi.
Jadwal dimulai dengan Belanda pada 24 September, berlanjut ke Yunani pada 27 September, lalu Serbia pada 1 Oktober, dan Yunani kembali pada 4 Oktober. Skuad pertama menjadi pilihan untuk dua pertandingan awal, sedangkan skuad kedua digunakan untuk dua pertandingan berikutnya. Dari pembagian itulah Klopp akan memulai rangkaian laga awalnya sebagai pelatih timnas Jerman.
-
27 Oct 2026Komentar soal Mao Zedong Picu Kontroversi, Tiga Merek Besar Tiongkok Putus Kontrak dengan Kylian Mbappe
-
26 Oct 2026Kabar Buruk Hantam Real Madrid Jelang El Clasico! Courtois Tumbang karena Flu, Lunin Siap Hadapi Barcelona
-
26 Oct 2026Manchester United Dipermalukan Bournemouth 0-3 di Old Trafford, Kursi Michael Carrick Makin Panas!
-
23 Oct 2026Aston Villa Menggila di Liga Champions! Viking Dibungkam 3-1, Unai Emery Selangkah Lebih Dekat ke 16 Besar
-
23 Oct 2026Wayne Rooney Murka! Sebut Pemain Manchester United Egois Usai Bruno Fernandes Kritik Staf Pelatih
-
21 Oct 2026Liverpool Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol, Hajar Villarreal 4-3 dalam Drama Tujuh Gol di Anfield
-
21 Oct 2026Manchester City Libas AEK Athens 5-1 dan Bangkit di Liga Champions
-
19 Oct 2026Manchester United Gagal Bangkit! Leeds Comeback
-
18 Oct 2026Messi Menggila! Cetak Dua Gol dalam Empat Menit, Inter Miami Tundukkan Atlanta United 3-1
-
18 Oct 2026Pedro Neto Bersinar dengan Brace, Chelsea Taklukkan Everton 2-0 di Tengah Insiden Cedera Kepala Martinez
HOT NEWS
TRENDING
SETIAWD Manchester United Dipermalukan Bournemouth 0-3 di Old Trafford, Kursi Michael Carrick Makin Panas! Setianews – Manchester United kembali menelan…
SETIAWD Manchester City Libas AEK Athens 5-1 dan Bangkit di Liga Champions Setianews – Manchester City menunjukkan mentalitas kuat dengan…
SETIAWD Manchester United Gagal Bangkit! Leeds Comeback Setianews – Manchester United kembali gagal menunjukkan kebangkitan yang diharapkan setelah ditahan…
SETIAWD Andy Burnham Siap Buka-bukaan soal Hubungannya dengan Manchester City Setianews – Andy Burnham berjanji akan mengungkap secara terbuka…
SETIAWD Arsenal Tunjukkan Mental Juara! Tekuk Leeds 2-1, The Gunners Tempel Ketat Manchester City di Puncak Liga Premier Setianews –…
-
Dua Gol Sesko Tak Selamatkan United: Era Pascapemecatan Amorim Dimulai dengan Hasil Imbang Pahit di Markas Burnley
-
Fulham Tundukkan Chelsea 10 Pemain di Craven Cottage: Era Rosenior Dimulai dengan Pahit dari Tribun Penonton
-
Chevalier Bersinar, PSG Tumbangkan Marseille untuk Angkat Trofi Champions Prancis
-
Diallo Menyala, Gajah Perkasa: Pantai Gading Libas Burkina Faso 3-0 dan Tantang Mesir di Perempat Final
-
Torino Tikam Roma di Menit 90, Giallorossi Tersingkir 2-3 dari Coppa Italia
-
Ikone Membungkam Parc des Princes: Paris FC Singkirkan PSG, Derby Paris Hadirkan Kejutan Besar di Coupe de France
-
Maroko Libas Nigeria Lewat Drama Adu Penalti untuk Tembus Final Piala Afrika
-
Kane Pimpin Kebangkitan: Bayern Lumat Leipzig 5-1, Rekor Menggunung dan Jarak 11 Poin Terjaga
-
Kembali ke Oranje: Van Nistelrooy Siap Asah Tajam Belanda Menuju Piala Dunia 2026
-
City Dekati Marc Guehi: Kesepakatan Prinsip Disepakati di Tengah Krisis Pertahanan
-
Ulangan Final yang Membara: Chelsea Menjamu Manchester United di Babak Kelima Piala FA Wanita
-
Tiga Menit Ajaib Kane, Bayern 10 Pemain Melaju ke 16 Besar Liga Champions
-
Finalissima 2026 di Lusail: Tiket Spanyol vs Argentina Mulai Dijual 25 Februari, Qatar Gelar Pesta Sepak Bola Sepekan
-
Carrick Tetap Membumi: Euforia Derby Diredam, United Menatap Ujian Berat di Markas Arsenal
-
Delapan Sempurna: Arsenal Sapu Bersih Fase Liga Champions, Kunci Puncak Klasemen Usai Tundukkan Kairat 3-2
-
Salah Kembali, Liverpool Lumat Marseille 3-0
-
City Bangkit di Etihad: Marmoush–Semenyo Antar Kemenangan, Tekanan ke Arsenal Meningkat
-
Drama di Emirates: Roket Cunha Guncang Arsenal, Perebutan Gelar Kian Memanas
-
Trubin Menanduk Mimpi Madrid: Benfica Libas 4-2, Arbeloa Didorong ke Jalur Play-off Liga Champions
-
Blatter Dukung Seruan Fans Hindari Piala Dunia di AS, Isu Keamanan Memanas