SETIANEWS Berita Bola Terkini Situs Setiawd

SETIAWD

Kekalahan dari Jepang Guncang Kepercayaan Diri Inggris, Guehi Serukan Persatuan Jelang Piala Dunia

 

Setianews Wembley kembali menjadi saksi bisu sebuah malam yang menyisakan lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban bagi tim nasional Inggris. Dalam laga pemanasan terakhir sebelum skuad Piala Dunia resmi diumumkan, Inggris justru harus menelan kekalahan di hadapan pendukungnya sendiri — dikandaskan oleh Jepang dengan satu-satunya gol yang dicetak Kaoru Mitoma pada menit ke-23 Selasa malam itu. Hasil pahit ini mengukir sejarah yang tidak diinginkan: untuk pertama kalinya, Inggris takluk dari sebuah negara Asia.

Di tengah suasana lesu usai peluit panjang berbunyi, Marc Guehi tampil sebagai suara yang menenangkan. Bek Crystal Palace — yang pada malam itu mengenakan ban kapten menggantikan Harry Kane yang absen — menegaskan bahwa tim tidak boleh larut dalam kekecewaan. “Kita tidak bisa menutup-nutupi,” ujar Guehi lugas. “Selalu mengecewakan. Anda ingin memenangkan pertandingan-pertandingan itu, tetapi yang terpenting adalah pergi ke Piala Dunia dan siap untuk itu.”

Guehi sendiri mengaku tak menduga sama sekali bahwa ia akan dipercaya memimpin rekan-rekannya di lapangan malam itu. Keputusan Thomas Tuchel menjadikannya kapten baru ia ketahui sesaat sebelum pertandingan dimulai. “Itu tidak terduga, pertama dan terutama, saya tidak menyadarinya sampai sebelum pertandingan. Saat itulah dia memberi tahu saya,” cerita Guehi. Ia pun mengaku semula menduga ban kapten akan diserahkan kepada kiper senior Jordan Pickford. “Saya sudah menduga itu Pickers, karena kenapa tidak?” katanya. Namun kehormatan itu justru jatuh kepadanya, dan Guehi menyambutnya dengan rasa syukur yang tulus. “Ini sungguh berkah, saya sangat bersyukur. Ini bukan sesuatu yang pernah saya pikirkan, jadi ini sangat istimewa bagi saya.”

Ketidakhadiran sejumlah pilar utama memang menjadi konteks penting malam itu. Tanpa Harry Kane, Declan Rice, Bukayo Saka, John Stones, dan Jude Bellingham, Inggris kesulitan membangun dominasi melawan Jepang yang tampil terorganisir dan penuh determinasi. Tim tamu bermain jauh lebih efisien, dan gol tunggal Mitoma — sayap Brighton yang kini semakin dikenal di pentas Eropa — cukup untuk mengamankan kemenangan yang layak bagi Jepang. Bagi Tuchel, ini adalah ujian nyata soal kedalaman skuad, dan hasilnya belum sepenuhnya meyakinkan.

Namun sang pelatih asal Jerman itu memilih untuk tidak panik. “Saya kecewa dengan hasilnya, semua orang kecewa, tetapi saya pikir itu perlu dilihat dari perspektif yang tepat,” kata Tuchel. Ia mengingatkan bahwa dalam dua laga uji coba terakhir ini, Inggris menghadapi lawan-lawan yang bukanlah tim sembarangan. “Kami bermain melawan dua tim peringkat 20 besar. Lawan yang terlatih dengan baik, lawan yang sangat bagus, yang datang dengan susunan pemain terbaik mereka,” imbuhnya. Soal rekornya yang belum pernah mengalahkan tim dari 20 besar FIFA sejak menakhodai Inggris, Tuchel menegaskan, “Itu tidak membuat saya khawatir.”

Kekalahan atas Jepang ini datang empat hari setelah Inggris hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Uruguay akhir pekan lalu — hasil yang juga jauh dari harapan. Dua hasil buruk beruntun itu kembali menyulut perdebatan tentang kesiapan Inggris memasuki turnamen akbar yang akan digelar di Amerika Utara. Inggris, yang musim panas lalu tampil sebagai runner-up Euro 2024, digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat meraih trofi Piala Dunia pertama mereka sejak 1966. Namun perjalanan menuju level itu masih terasa jauh jika melihat performa dalam dua laga terakhir.

Guehi paham betul bahwa tekanan dan skeptisisme dari publik akan meningkat. Namun ia memilih untuk mengingatkan rekan-rekannya pada preseden yang sudah ada. “Saya pikir kami telah menunjukkan itu di tahun-tahun sebelumnya, di mana mungkin beberapa pertandingan terakhir sebelum turnamen tidak berjalan dengan baik, tetapi kami telah berada di sana menunjukkan apa yang siap kami lakukan,” katanya. Bagi Guehi, kekompakan tim adalah fondasi yang tidak boleh goyah di saat-saat seperti ini. “Penting bagi kita untuk tetap tenang, saling mendukung, tetap bersatu di saat-saat seperti ini, karena jelas ini tidak mudah. Tetapi seperti yang saya katakan, perspektif — itu penting bagi saya.”

Dengan pengumuman skuad resmi Piala Dunia dari Thomas Tuchel yang kini semakin dekat, Inggris harus segera menutup lembaran uji coba yang penuh ganjalan ini dan mulai memfokuskan diri pada turnamen sesungguhnya. Pertanyaan kini bukan lagi soal hasil laga pemanasan, melainkan apakah para pemain senior yang kembali akan mampu mengangkat performa tim ke level yang benar-benar diharapkan jutaan pendukung Inggris di seluruh penjuru dunia.

HOT NEWS

TRENDING

Manchester City Bangkit dan Hancurkan Chelsea di Stamford Bridge, Perburuan Gelar Liga…

Sejarah Tercipta di Berlin: Marie-Louise Eta, Perempuan Pertama yang Memimpin Klub Pria…

Tendangan Bebas Alvarez dan Dinginnya Sorloth Hancurkan Barcelona Sepuluh Orang di Camp…

Di Bawah Bayang-Bayang Paris, Slot dan Liverpool Bertaruh untuk Kebangkitan

Malam Penentuan di Lisbon: Arsenal Bawa Luka dan Ambisi ke Kandang Sporting…

Scroll to Top