SETIAWD
Chevalier Bersinar, PSG Tumbangkan Marseille untuk Angkat Trofi Champions Prancis
SETIANEWS – Paris Saint-Germain meraih Trofi Champions Prancis dengan cara yang paling dramatis, menaklukkan rival abadi mereka, Marseille, lewat adu penalti 4-1 setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal dalam laga yang digelar di Kuwait pada Kamis malam. Lucas Chevalier menjelma menjadi pahlawan dengan dua penyelamatan krusial pada babak tos-tosan, sementara Desiré Doué menuntaskan tugas sebagai algojo terakhir untuk memastikan gelar ke-14 PSG di ajang yang setara dengan Piala Super Prancis tersebut—sebuah rekor yang kembali mereka perpanjang di panggung internasional yang relatif lengang karena tingginya biaya perjalanan bagi suporter kedua tim.
Pertandingan yang menampilkan tensi khas Le Classique ini sejak awal mengalir dalam tempo tinggi, dengan PSG mengambil inisiatif serangan dan Marseille berusaha menekan balik lewat organisasi pertahanan yang rapat serta transisi cepat. Keunggulan Les Parisiens lahir melalui sentuhan elegan Ousmane Dembélé. Memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan, sang penyerang mengeksekusi sontekan terukur yang melambung melewati Geronimo Rulli, membuat PSG memimpin dan menegaskan dominasi awal mereka. Beberapa menit berselang, Nuno Mendes berpeluang menggandakan keunggulan, tetapi kecepatan antisipasi Rulli menggagalkan upaya bek sayap Portugal itu, sebuah momen yang menjaga Marseille tetap dalam jarak tembak dan menahan momentum PSG untuk mengunci laga lebih dini.
Ketika pertandingan melewati setengah jam, giliran Chevalier memamerkan refleksnya. Tembakan Emerson yang mengarah tepat ke gawang ditepis dengan gemilang, menegaskan bahwa pertarungan kiper akan menjadi subplot penting malam itu. Intensitas tidak mereda selepas jeda. Menjelang menit ke-60, Chevalier kembali menjadi tembok besar ketika sundulan keras Igor Paixão yang memantul di depan gawang berhasil ia halau, membuat peluang emas Marseille kembali buyar. Upaya demi upaya yang teredam kiper membuat ketegangan menumpuk, dan atmosfer kian berat ketika kedua kubu mulai memadatkan lini tengah, mencari celah sekecil apa pun di antara blok yang semakin dalam.
Marseille akhirnya mendapat nafas kehidupan saat laga memasuki seperempat jam terakhir. Sebuah pelanggaran Chevalier di kotak penalti, yang dikonfirmasi VAR, memberi kesempatan emas bagi tim asuhan untuk menyamakan skor. Mason Greenwood tampil tanpa gentar di bawah sorotan, mengeksekusi penalti dengan dingin dan mengubah arah pertandingan. Gol itu mengerek adrenalin Marseille, yang lalu memanfaatkan kegugupan lawan di penghujung waktu normal. Tiga menit jelang adu penalti, sapuan Willian Pacho yang tidak sempurna membuat koordinasi lini belakang PSG berantakan, membingungkan kiper sendiri dan membuka jalan bagi Marseille untuk berbalik memimpin—momen yang seakan menulis takdir trofi pertama mereka sejak Piala Liga Prancis 2012.
Namun drama belum selesai. PSG, yang musim lalu menyapu bersih gelar domestik, menolak tunduk pada narasi kebangkitan Marseille. Pada menit kelima masa tambahan, Bradley Barcola menyisir sisi sayap dan melepas umpan silang datar yang disambar Gonçalo Ramos dari jarak dekat. Gol penyeimbang di detik-detik krusial itu mengirim pertandingan ke babak adu penalti, mengembalikan keheningan singkat di tribun yang memang sejak awal tidak padat, sekaligus menggeser beban psikologis ke titik putih—wilayah di mana kepercayaan diri dan ketenangan sering kali menjadi pembeda.
Di sinilah Chevalier mengukir namanya. Ia lebih dulu membaca arah tembakan Matt O’Riley, lalu menggagalkan penalti Hamed Traoré dengan reaksi cepat, dua penyelamatan yang merobohkan moral Marseille sekaligus mengangkat rekan-rekannya. PSG menunaikan tugas mereka dengan rapi, dan ketika giliran Desiré Doué tiba, sang gelandang muda menyarangkan bola tanpa cela untuk menutup adu penalti 4-1. Ledakan selebrasi pemain PSG kontras dengan wajah-wajah muram Marseille, yang kembali harus menerima kenyataan pahit di partai penentu melawan rival terbesar mereka.
Gelar ini bukan sekadar trofi pembuka musim; ia mengirim pesan tentang kedalaman skuad dan daya juang tim asuhan Luis Enrique, yang tetap dapat menemukan jawaban di saat permainan bukan berada pada puncak terbaik. Chevalier, yang sebelumnya sempat menjadi antagonis akibat pelanggaran yang berbuah penalti, menebusnya secara sempurna di babak adu penalti—sebuah alur penebusan yang sering menjadi inti kisah-kisah besar di sepak bola. Di sisi lain, Marseille bisa membawa pulang pelajaran berharga: organisasi pertahanan dan reaksi mereka setelah tertinggal patut diapresiasi, namun detail kecil—dari eksekusi akhir hingga pengambilan keputusan di momen genting—kembali menghadang mereka untuk mengangkat trofi.
Trofi Champions Prancis sendiri kembali menegaskan identitasnya sebagai panggung promosi Ligue 1 ke lintas batas. Setelah bertahun-tahun berpindah tempat, pagelaran di Kuwait kali ini kembali menunjukkan ambisi federasi untuk memperluas pasar, meski secara atmosfer tidak sepenuhnya maksimal karena minimnya kehadiran suporter kedua kubu. Begitu peluit panjang berbunyi dan seremoni usai, fokus langsung beralih ke agenda domestik. PSG—hanya terpaut satu poin dari Lens di posisi kedua—akan menjamu Lille pada Jumat depan setelah terlebih dahulu melewati partai Piala Prancis, sementara Marseille, yang tertinggal tujuh poin dari PSG di peringkat ketiga, bersiap bertandang ke Angers. Di kancah Eropa, tantangan tak kalah penting menanti: PSG masih mengincar tiket otomatis ke babak 16 besar Liga Champions dari posisi ketiga fase liga dengan dua laga tersisa, sedangkan Marseille di peringkat ke-16 berpeluang mengejar jalur play-off.
Kehadiran Marseille di Kuwait sendiri terkonfirmasi karena status mereka sebagai runner-up Ligue 1 musim 2024/25, menyusul dominasi PSG yang menyapu gelar liga dan Piala Prancis. Semua garis cerita itu bertemu pada satu simpul malam di Timur Tengah: rivalitas yang tak pernah pudar, emosi yang naik-turun, sebuah penalti di ujung waktu yang menyelamatkan, dan pahlawan baru di bawah mistar. Pada akhirnya, trofi kembali menuju Paris, dan catatan sejarah bertambah satu baris lagi—ditulis dengan tinta keberanian, kesabaran, dan dua telapak tangan Chevalier yang tak gentar.
-
27 Feb 2026Osimhen dan Baris Yilmaz Padamkan Kebangkitan 10 Pemain Juventus, Galatasaray Kunci Tiket 16 Besar
-
25 Feb 2026Malam Milik Sorloth: Hat-trick Sensasional Antar Atletico Lumat Club Brugge 4-1 dan Melaju dengan Agregat 7-4
-
25 Feb 2026Malam Tanpa Gol, Penuh Makna: Leverkusen Amankan Tiket 16 Besar Usai Tahan Olympiacos 0-0
-
23 Feb 2026Eze dan Gyökeres Mengoyak Tottenham: Arsenal Kembali Menggertak di Puncak, Derby London Utara Jadi Panggung Kebangkitan
-
22 Feb 2026Malam Beku untuk Messi: LAFC Libas Inter Miami 3-0 di Coliseum, Son dan Bouanga Jadi Pembeda
-
22 Feb 2026PSG Rebut Takhta Lagi: Doué-Barcola Menggeliat, Monaco Balikkan Lens dan Buka Jalan ke Puncak
-
19 Feb 2026Keajaiban Kutub Utara: Bodo/Glimt Jinakkan Inter 3-1, Hogh Pimpin Malam Bersejarah di Aspmyra
-
18 Feb 2026Liga Champions : Gol Cantik Vinicius Bawa Kemenangan Tipis Real Madrid Atas Benfica
-
14 Feb 2026Krisis di City Ground: Dyche Tumbang Usai Mandek Lawan Wolves, Forest Berpacu Cari Penyelamat
-
13 Feb 2026Sesko Selamatkan Setan Merah, Spurs Terperosok: Malam Dramatis yang Menggoyang Papan Atas dan Bawah
HOT NEWS
TRENDING
SETIAWD Osimhen dan Baris Yilmaz Padamkan Kebangkitan 10 Pemain Juventus, Galatasaray Kunci Tiket 16 Besar Setianews – Galatasaray melangkah…
SETIAWD Malam Milik Sorloth: Hat-trick Sensasional Antar Atletico Lumat Club Brugge 4-1 dan Melaju dengan Agregat 7-4 Setianews – Alexander…
SETIAWD Malam Tanpa Gol, Penuh Makna: Leverkusen Amankan Tiket 16 Besar Usai Tahan Olympiacos 0-0 Setianews – Bayer Leverkusen…
SETIAWD Eze dan Gyökeres Mengoyak Tottenham: Arsenal Kembali Menggertak di Puncak, Derby London Utara Jadi Panggung Kebangkitan Setianews –…
SETIAWD PSG Rebut Takhta Lagi: Doué-Barcola Menggeliat, Monaco Balikkan Lens dan Buka Jalan ke Puncak Setianews – Paris Saint-Germain…
-
Chevalier Bersinar, PSG Tumbangkan Marseille untuk Angkat Trofi Champions Prancis
-
Diallo Menyala, Gajah Perkasa: Pantai Gading Libas Burkina Faso 3-0 dan Tantang Mesir di Perempat Final
-
Fulham Tundukkan Chelsea 10 Pemain di Craven Cottage: Era Rosenior Dimulai dengan Pahit dari Tribun Penonton
-
Dua Gol Sesko Tak Selamatkan United: Era Pascapemecatan Amorim Dimulai dengan Hasil Imbang Pahit di Markas Burnley
-
Ikone Membungkam Parc des Princes: Paris FC Singkirkan PSG, Derby Paris Hadirkan Kejutan Besar di Coupe de France
-
Torino Tikam Roma di Menit 90, Giallorossi Tersingkir 2-3 dari Coppa Italia
-
Maroko Libas Nigeria Lewat Drama Adu Penalti untuk Tembus Final Piala Afrika
-
City Dekati Marc Guehi: Kesepakatan Prinsip Disepakati di Tengah Krisis Pertahanan
-
Ulangan Final yang Membara: Chelsea Menjamu Manchester United di Babak Kelima Piala FA Wanita
-
Kembali ke Oranje: Van Nistelrooy Siap Asah Tajam Belanda Menuju Piala Dunia 2026
-
Kane Pimpin Kebangkitan: Bayern Lumat Leipzig 5-1, Rekor Menggunung dan Jarak 11 Poin Terjaga
-
Finalissima 2026 di Lusail: Tiket Spanyol vs Argentina Mulai Dijual 25 Februari, Qatar Gelar Pesta Sepak Bola Sepekan
-
Salah Kembali, Liverpool Lumat Marseille 3-0
-
Tiga Menit Ajaib Kane, Bayern 10 Pemain Melaju ke 16 Besar Liga Champions
-
Carrick Tetap Membumi: Euforia Derby Diredam, United Menatap Ujian Berat di Markas Arsenal
-
City Bangkit di Etihad: Marmoush–Semenyo Antar Kemenangan, Tekanan ke Arsenal Meningkat
-
Drama di Emirates: Roket Cunha Guncang Arsenal, Perebutan Gelar Kian Memanas
-
Blatter Dukung Seruan Fans Hindari Piala Dunia di AS, Isu Keamanan Memanas
-
Trubin Menanduk Mimpi Madrid: Benfica Libas 4-2, Arbeloa Didorong ke Jalur Play-off Liga Champions
-
Delapan Sempurna: Arsenal Sapu Bersih Fase Liga Champions, Kunci Puncak Klasemen Usai Tundukkan Kairat 3-2