SETIANEWS Berita Bola Terkini Situs Setiawd

SETIAWD

Vozinha dan Perjuangan Mempertahankan Nama yang Membesarkannya Saat Memulai Babak Baru di Colo-Colo

 

Setianews – Klub raksasa Chili, Colo-Colo, tengah berupaya agar rekrutan anyarnya, kiper Tanjung Verde Vozinha, tetap bisa mengenakan nama julukannya di bagian belakang jersey saat menjalani debut yang diharapkan terjadi pada akhir bulan ini. Upaya itu menjadi sorotan karena aturan liga di Chili tidak mengizinkan pemain menggunakan nama julukan di seragam resmi mereka, sehingga kedatangan sang penjaga gawang veteran langsung diiringi persoalan administratif yang cukup menarik perhatian.

Vozinha, yang kini berusia 40 tahun, datang dengan nama yang sudah lebih dulu dikenal luas setelah penampilannya yang mencolok bersama Tanjung Verde di Piala Dunia FIFA 2026. Di turnamen itu, ia membuktikan diri sebagai kiper sensasional bagi negara kepulauan kecil tersebut. Penampilannya tidak hanya mengangkat namanya di lapangan, tetapi juga mendorong ketenarannya secara global, termasuk di Instagram. Setelah sorotan besar yang ia dapatkan dari panggung sepak bola dunia itu, ia dijadwalkan menandatangani kontrak berdurasi enam bulan dengan Colo-Colo.

Masalah muncul karena regulasi liga Chili mengatur dengan tegas bagaimana identitas pemain harus ditampilkan pada jersey. Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa, untuk keperluan identifikasi pribadi pemain, nama belakang ayah dan/atau ibu harus dicetak di bagian atas punggung jersey dengan tinggi 5 hingga 5,5 sentimeter, dan inisial nama depan boleh ditambahkan. Aturan itu juga secara eksplisit menutup kemungkinan penggunaan nama panggilan.

Ketegasan aturan itu ditegaskan kembali dalam bagian lain regulasi yang menyebut bahwa nama panggilan, sebutan, atau julukan tidak akan diizinkan. Bila dalam satu klub ada pemain dengan nama belakang yang sama, pembeda yang diperkenankan adalah penambahan inisial nama depan atau nama belakang kedua, sesuai urutan prioritas yang telah ditetapkan. Dengan ketentuan seperti itu, penggunaan nama “Vozinha” di jersey jelas tidak termasuk dalam format yang lazim diizinkan.

Meski demikian, harapan Colo-Colo tetap terbuka karena sebelumnya ANFP, Asosiasi Sepak Bola Profesional Nasional Chili, pernah memberikan pengecualian dalam situasi tertentu. Klub itu kini berharap kelonggaran serupa dapat diberikan kepada kiper veteran tersebut. Harapan itu bukan tanpa alasan, sebab pemain yang memiliki nama asli Josimar José Évora Dias tersebut telah tampil di ajang Piala Dunia dengan menggunakan nama Vozinha, nama yang justru kini telah melekat kuat pada citranya di mata publik sepak bola internasional.

Presiden Colo-Colo, Aníbal Mosa, menjelaskan bahwa klubnya sudah mulai membahas persoalan ini dengan pihak otoritas sepak bola Chili. Ia mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa persoalan tersebut memang sedang mereka hadapi, tetapi respons awal yang diterima cukup positif. Menurut Mosa, ia telah berbicara dengan ANFP dan melihat adanya sikap yang baik dari pihak tersebut. Ia juga menyebut bahwa Dewan Presiden telah dijadwalkan bertemu pada hari Jumat, dan ia telah berkomunikasi dengan beberapa presiden klub lain yang menunjukkan sikap menguntungkan untuk membuka kemungkinan agar Vozinha dapat bermain dengan nama itu. Pertimbangannya, kata Mosa, adalah karena sang pemain telah menggunakannya di ajang terpenting di dunia.

Di balik nama yang kini dikenal luas itu, ada kisah masa kecil yang sederhana. Julukan Vozinha, yang dalam bahasa Portugis berarti “nenek kecil”, diberikan kepadanya oleh anak-anak yang lebih tua ketika ia masih kecil. Nama itu muncul karena ia sering menangis setelah kalah dalam permainan sepak bola jalanan, lalu langsung pulang ke rumah kakek-neneknya, tempat ia tinggal. Dari julukan masa kecil yang lahir di lingkungan bermain sederhana itulah kemudian terbentuk identitas yang kini justru dibawa hingga ke panggung sepak bola dunia dan menjadi bagian penting dari citranya sebagai atlet profesional.

Mosa juga menambahkan bahwa Vozinha diperkirakan tiba di Santiago pada hari Kamis setelah ditawari kontrak selama enam bulan. Kesepakatan itu tidak hanya membuka peluang bagi Colo-Colo untuk segera memanfaatkan pengalaman sang kiper, tetapi juga memberi ruang bagi kerja sama yang lebih panjang. Dalam perjanjian tersebut terdapat opsi untuk memperpanjang masa tinggalnya selama 12 bulan lagi, sebuah kemungkinan yang menunjukkan bahwa kedatangan Vozinha tidak semata dilihat sebagai solusi jangka sangat pendek.

Sebelum menuju Chili, Vozinha terakhir bermain untuk Chaves, klub divisi dua Portugal. Sepanjang kariernya, ia juga sempat memperkuat klub-klub di Angola, Siprus, Moldova, dan Slovakia. Rekam jejak itu menambah gambaran tentang luasnya pengalaman yang ia bawa ke Colo-Colo, tepat ketika namanya sedang berada dalam sorotan dunia berkat kiprahnya di Piala Dunia.

Kini, sebelum benar-benar memulai petualangan barunya di sepak bola Chili, pertanyaan pertama yang mengiringi kedatangan Vozinha justru bukan tentang kemampuannya menjaga gawang, melainkan apakah ia bisa tetap tampil dengan nama yang telah membuatnya dikenal publik global. Bagi Colo-Colo, nama itu bukan sekadar julukan, melainkan identitas yang sudah telanjur melekat pada seorang pemain yang datang setelah tampil di panggung terbesar sepak bola dunia. Karena itu, upaya untuk mempertahankan nama Vozinha di jersey menjadi bagian penting dari awal kisahnya bersama klub barunya.

HOT NEWS

TRENDING

Chelsea Datangkan Emiliano Martinez dari Aston Villa dengan Kontrak Tiga Tahun

Bruno Guimaraes Diragukan Tampil saat Arsenal Buka Liga Premier Kontra Coventry City

Arsenal Datangkan Bruno Guimaraes dari Newcastle dalam Transfer Senilai Dilaporkan £75 Juta

Chelsea Resmi Rekrut Valentin Barco hingga 2033, Tambah Kekuatan Baru Jelang Musim…

Iraola Redakan Kekhawatiran Cedera Frimpong usai Liverpool Tumbang dari Leeds

Scroll to Top